
BANGKA BELITUNG, cimutnews.co.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (DPP PJS), Mahmud Marhaba, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PJS Bangka Belitung, Sabtu (7/2/2026). Forum organisasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi, menata arah gerak organisasi di tingkat daerah, sekaligus menyelaraskan langkah menuju agenda strategis PJS secara nasional.
Dalam sambutannya, Mahmud menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin kelembagaan, melainkan bagian dari amanah besar yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Palembang serta dipertegas melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Desember 2025. Menurutnya, seluruh jajaran organisasi perlu memanfaatkan forum ini sebagai ruang konsolidasi nyata guna memperkuat struktur, soliditas, dan profesionalisme PJS di daerah.
“Musda ini adalah amanah Munaslub Palembang dan penegasan hasil Rakernas Desember 2025. Ini bagian dari konsolidasi organisasi menuju agenda strategis nasional PJS,” tegas Mahmud di hadapan peserta Musda.
Secara nasional, penguatan organisasi pers siber menjadi isu penting di tengah dinamika industri media digital yang terus berkembang. Profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap standar jurnalistik menjadi prasyarat utama bagi organisasi pers untuk memperoleh legitimasi publik dan pengakuan kelembagaan. Dalam konteks tersebut, PJS menempatkan konsolidasi organisasi sebagai langkah strategis menuju penguatan peran pers yang kredibel dan bertanggung jawab.
Di tingkat daerah, Musda II PJS Bangka Belitung diikuti oleh lima Dewan Pimpinan Cabang (DPC), yakni DPC Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, dan Bangka Barat. Keterlibatan seluruh cabang tersebut mencerminkan partisipasi organisasi yang menyeluruh serta komitmen bersama dalam menentukan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan.
Proses pemilihan ketua berlangsung melalui mekanisme musyawarah mufakat. Seluruh DPC secara bulat kembali mempercayakan Rikky Permana untuk memimpin DPD PJS Bangka Belitung periode 2026–2027. Keputusan tersebut dinilai sebagai wujud soliditas internal organisasi sekaligus bentuk keberlanjutan kepemimpinan yang diharapkan mampu menjawab tantangan PJS di masa mendatang.
Mahmud menilai kesepakatan tersebut menunjukkan tingkat kekompakan yang kuat di tubuh PJS Bangka Belitung. Soliditas organisasi, menurutnya, menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai agenda strategis, termasuk penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas profesional anggota.
Dalam arahannya, Mahmud juga menekankan pentingnya langkah cepat pembenahan organisasi menjelang agenda besar pada Juli 2026, yakni pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) III serta rencana strategis pendaftaran PJS ke Dewan Pers. Agenda tersebut dipandang sebagai tahapan krusial dalam perjalanan organisasi untuk memperoleh pengakuan formal di tingkat nasional.
“Kita harus segera berbenah untuk menata organisasi PJS dalam menghadapi agenda akbar Juli 2026, yakni pelaksanaan Munas III serta rencana pendaftaran PJS ke Dewan Pers,” ujarnya.
Sebagai bentuk legitimasi kepemimpinan, Mahmud secara langsung melantik Rikky Permana sebagai Ketua DPD PJS Bangka Belitung serta menyerahkan Pataka PJS sebagai simbol resmi kepemimpinan organisasi pers siber di tingkat daerah. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan menjadi penanda dimulainya masa bakti kepengurusan baru.
Dalam sambutannya, Rikky Permana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus DPC yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijawab dengan kerja nyata melalui penguatan profesionalisme organisasi, peningkatan kualitas anggota, serta penjagaan marwah PJS sebagai organisasi pers siber yang kredibel.
“Kita bangun PJS lebih baik dan profesional, untuk mencatatkan sejarah sebagai organisasi pers siber pertama yang terdaftar di Dewan Pers,” tegas Rikky.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi internal serta keterbukaan terhadap dinamika perkembangan media digital. Menurutnya, tantangan industri pers ke depan menuntut organisasi untuk adaptif tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik yang beretika dan bertanggung jawab.
Mahmud turut menitipkan pesan kepada seluruh jajaran pengurus PJS, baik di tingkat pusat, daerah, maupun cabang, agar terus menjaga kekompakan dan solidaritas organisasi. Profesionalisme dan integritas, lanjutnya, merupakan fondasi utama yang harus dipertahankan jika PJS ingin tumbuh sebagai organisasi pers yang kuat dan diakui secara nasional.
Musda II PJS Bangka Belitung kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengurus DPD dan DPC se-Bangka Belitung. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen kolektif untuk membawa PJS semakin maju, profesional, dan berkontribusi positif bagi perkembangan pers siber di Indonesia.
Ke depan, konsolidasi yang telah terbangun melalui Musda diharapkan mampu memperkuat langkah organisasi dalam menghadapi agenda nasional serta meningkatkan kualitas jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik. Komitmen terhadap etika, profesionalisme, dan keberimbangan informasi menjadi landasan penting agar peran pers tetap dipercaya masyarakat. (Timred/CN)

















