Beranda Opini Opini | Harapan Baru dari Setiap Biji Kopi Robusta Oleh: Beby Candra...

Opini | Harapan Baru dari Setiap Biji Kopi Robusta Oleh: Beby Candra (Abi), Petani Binaan Program Sustainability PT Bukit Asam Tbk

84
0
Beby Candra (Abi) bersama kelompok petani kopi binaan PTBA di Sawahlunto, saat mengikuti pelatihan budidaya kopi Robusta

Nama saya Beby Candra, biasa dipanggil Abi. Jujur saja, dulu saya tidak pernah membayangkan bisa berkecimpung di dunia perkebunan kopi. Dunia pertanian yang saya kenal sebatas sawah dan kebun kecil milik keluarga, bukan kopi yang identik dengan daerah dataran tinggi dan pasar global. Namun, hidup ternyata memberi kejutan. Berkat dukungan dari program sustainability PT Bukit Asam Tbk (PTBA), saya dan rekan-rekan petani kini bisa menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

PTBA bukan hanya memberi kami harapan, tetapi juga membimbing kami untuk mewujudkan “Harapan Baru” dari setiap biji kopi Robusta yang kami tanam di tanah kami sendiri.

Dari Nol Pengetahuan Menuju Harapan

Awalnya, kami para petani sama sekali buta tentang budidaya kopi. Lahan yang kami miliki lebih banyak dibiarkan kosong atau hanya ditanami tanaman musiman tanpa hasil berarti. Kopi, bagi kami, hanyalah minuman, bukan peluang hidup. Namun PTBA datang dengan gagasan besar: menghidupkan kembali tanah kami dengan kopi Robusta, komoditas yang ternyata sangat potensial di Sumatera.

Yang membuat saya terkesan, PTBA tidak setengah hati. Mereka serius membimbing kami, mulai dari studi banding ke Semende (Sumatera Selatan), Aceh, hingga Medan. Di sana, kami berkesempatan belajar langsung dari para ahli dan petani yang sudah sukses. Salah satu momen berkesan adalah ketika kami mendapat ilmu dari Profesor Surip Mawardi, pakar kopi yang membuka mata kami tentang potensi besar kopi Robusta di lahan kami.

Pengalaman itu sangat berharga. Sepulang dari studi banding, saya merasa seperti mendapatkan kacamata baru: lahan yang dulu terlihat biasa saja kini tampak penuh peluang.

Dari Pembibitan Hingga Pasca Panen

Perjalanan tidak berhenti di sana. PTBA terus mendampingi kami dengan pelatihan komprehensif tentang budidaya kopi, mulai dari hulu hingga hilir. Kami belajar tentang cara memilih bibit unggul, teknik penanaman yang tepat, perawatan pohon, hingga proses pasca panen yang menentukan kualitas biji kopi.

Baca juga  Umrah dan Kemandirian Ekonomi Umat: Terobosan “Umroh Dapat Pensiun” dari PT. BMI

Kami bahkan dibantu membentuk kelompok pembibitan sendiri. Ini penting, karena dengan memiliki sumber bibit mandiri, kami bisa memastikan keberlanjutan dan kualitas kopi yang kami tanam. Tidak lagi bergantung pada pihak luar, tapi tumbuh dengan kekuatan sendiri.

Bagi saya pribadi, ilmu itu menjadi bekal yang sangat berharga. Saya tidak lagi melihat kopi hanya sebagai tanaman, tetapi sebagai sumber kehidupan baru.

Dampak Nyata di Sawahlunto

Sejak program ini berjalan pada tahun 2020, manfaatnya semakin terasa luas. Kini, program pembinaan kopi PTBA sudah merambah empat kecamatan di Kota Sawahlunto, yaitu Barangin, Silungkang, dan Lembah Segar. Puluhan petani mulai menanam kopi dengan teknik yang benar. Hasilnya pun semakin nyata: kualitas biji kopi meningkat, produktivitas membaik, dan semangat petani pun bangkit kembali.

Bagi saya dan rekan-rekan, ini bukan hanya soal angka atau hasil panen. Ini tentang harga diri petani. Kami merasa dihargai, diberdayakan, dan punya kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi yang lebih besar.

Kopi, Lingkungan, dan Generasi Muda

Yang juga patut diapresiasi adalah pendekatan PTBA yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan. Lahan-lahan yang tadinya kurang termanfaatkan kini menjadi hijau kembali dengan pohon kopi. Selain memberi manfaat ekonomi, juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

Saya pribadi punya harapan besar agar generasi muda di Sawahlunto tidak malu lagi untuk menjadi petani. Budidaya kopi bisa menjadi kebanggaan, bukan sekadar pekerjaan warisan. Dengan dukungan teknologi, pasar digital, dan branding yang tepat, kopi Sawahlunto bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.

Harapan Baru dari Setiap Biji

Kini, setiap kali saya memandang pohon kopi di kebun, saya selalu teringat perjalanan ini. Dari seorang petani yang tidak tahu apa-apa tentang kopi, kini saya bisa melihat kopi sebagai jalan masa depan. Setiap biji kopi yang tumbuh bukan hanya sekadar hasil panen, tetapi simbol harapan baru bagi keluarga saya, bagi petani di Sawahlunto, dan bagi daerah kami.

Baca juga  UKW Untuk Siapa? Oleh: Mahmud Marhaba (Ketua DPP PJS)

Saya percaya, perubahan tidak datang dalam semalam. Tapi dengan dukungan, pendampingan, dan kerja keras, perubahan itu nyata adanya.

PTBA telah membuka jalan. Tugas kami para petani adalah merawatnya, menumbuhkannya, dan menjadikannya bagian dari identitas baru Sawahlunto.

Saya selalu percaya, kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita. Dan cerita kami di Sawahlunto baru saja dimulai.