Beranda OKI Mandira Panen Raya OKI Tembus 100 Karung per Hektare, Desa Jadi Mulya Catat...

Panen Raya OKI Tembus 100 Karung per Hektare, Desa Jadi Mulya Catat Lonjakan Produksi Signifikan

22
0
1. Petani di Desa Jadi Mulya, Kecamatan Airsugihan, OKI saat melakukan panen raya dengan hasil mencapai lebih dari 100 karung per hektare.(Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Panen raya yang digelar di Desa Jadi Mulya, Kecamatan Airsugihan, Sabtu (21/02/2026), mencatat lonjakan produksi padi yang signifikan dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Jika sebelumnya produktivitas petani berada di kisaran 60 hingga 80 karung per hektare, pada musim panen kali ini hasilnya meningkat tajam hingga menembus lebih dari 100 karung per hektare. Capaian ini menjadi indikator positif bagi perkembangan pertanian di wilayah pesisir OKI sekaligus memperkuat optimisme menuju kemandirian pangan daerah.

Sejalan Program Ketahanan Pangan Nasional

Peningkatan produktivitas ini dinilai selaras dengan program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan terus mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) serta optimalisasi lahan pertanian, khususnya di wilayah potensial seperti Sumatera Selatan.

Upaya tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan nasional, termasuk penguatan sektor pangan sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan petani menjadi faktor kunci dalam mendukung pencapaian tersebut.

Data Produksi dan Luas Lahan

Di Desa Jadi Mulya, panen dilakukan di kawasan cetak sawah seluas sekitar 400 hektare. Dari total tersebut, terdapat 20 hektare lahan demplot binaan PT OKI Pulp yang menjadi percontohan pengelolaan pertanian modern.

Produktivitas di lahan demplot bahkan mampu melampaui 100 karung per hektare, dengan salah satu lahan milik petani bernama Imam mencatat hasil hingga 105 karung gabah per hektare. Angka ini menjadi capaian baru yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya.

Selain itu, aktivitas panen didukung oleh penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Di Dusun III, tercatat sedikitnya tujuh unit combine harvester beroperasi, dengan kapasitas panen lebih dari 200 karung per unit per hari. Secara keseluruhan, produksi harian diperkirakan mencapai 1.400 hingga 2.000 karung, dengan perputaran ekonomi mencapai miliaran rupiah selama musim panen berlangsung.

Baca juga  Pelayanan Prima Disnakertrans Muba: 478 Pencari Kerja Daftar Kartu Kuning pada Triwulan IV 2025

Pernyataan Pihak Terkait

Vice Director PT OKI Pulp, Gadang Hartawan, menyebut hasil panen tahun ini sebagai salah satu yang terbaik dalam beberapa musim terakhir.

“Panen demplot tahun ini sangat memuaskan. Ada peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Harapannya, program ini benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan dari rata-rata 80 karung menjadi lebih dari 100 karung per hektare menunjukkan bahwa pendampingan teknis dan penggunaan input pertanian yang tepat mampu memberikan hasil optimal.

Sementara itu, Kepala Desa Jadi Mulya, Marsidi, mengapresiasi capaian tersebut dan menilai program demplot sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas.

Peran Pendampingan dan Teknologi

Keberhasilan panen ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan PT OKI Pulp. Pendampingan teknis, penyediaan benih unggul, serta dukungan sarana produksi menjadi faktor penting dalam peningkatan hasil panen.

Humas PT OKI Pulp, Nasrudin, mengungkapkan bahwa pada musim sebelumnya hasil panen belum mampu menembus angka 100 karung per hektare. Namun, melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, capaian tersebut berhasil diraih pada musim ini.

Dampak Ekonomi dan Harapan

Lonjakan produksi ini diperkirakan memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Dengan produksi ribuan karung per hari, aktivitas panen menjadi penggerak ekonomi lokal, mulai dari tenaga kerja, transportasi, hingga sektor perdagangan hasil pertanian.

Ke depan, peningkatan ini diharapkan mampu mendorong percepatan masa tanam berikutnya, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), serta memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Penutup

Capaian panen raya di Desa Jadi Mulya menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta mampu menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Meski demikian, upaya peningkatan sektor pertanian tetap memerlukan kesinambungan program, penguatan infrastruktur, serta pendampingan berkelanjutan.

Baca juga  Generasi Muda OKI Bergerak: GG Beraksi Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah untuk Selamatkan Lingkungan

CimutNews mencatat bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari proses panjang dalam membangun kemandirian pangan daerah, yang harus terus dijaga dengan prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama. (Asep)