Beranda Utama Pariwisata Bali Tumbuh 3,5 Persen, Menpar Pastikan Layanan Taman Safari Tetap Optimal

Pariwisata Bali Tumbuh 3,5 Persen, Menpar Pastikan Layanan Taman Safari Tetap Optimal

2
0
1. Menteri Pariwisata meninjau langsung fasilitas Taman Safari Bali untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal.(Foto:Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata/CN)

BALI, cimutnews.co.id — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Bali pada 25 Maret 2026 untuk memastikan kualitas layanan destinasi wisata pascalibur Nyepi dan Lebaran.

Kunjungan difokuskan di Taman Safari Bali sebagai salah satu ikon pariwisata yang dinilai mampu menjaga standar pelayanan di tengah peningkatan kunjungan wisatawan.

Kunjungan Menpar Pastikan Standar Layanan Pariwisata

Dalam kunjungan tersebut, Menpar meninjau langsung berbagai fasilitas utama destinasi wisata.

Ia memulai perjalanan dari terminal utama dengan mengikuti Safari Journey menggunakan shuttle bus, kemudian melanjutkan peninjauan ke Terminal Toraja.

“Komitmen kami memastikan amenitas bersih, fasilitas nyaman, dan layanan berjalan optimal. Hasilnya sangat baik,” ujar Widiyanti.

Taman Safari Bali Jadi Barometer Layanan

Taman Safari Bali dipilih karena memiliki konsep integrasi edukasi dan rekreasi.

Destinasi ini mencatat sejumlah keunggulan:

  • Menampung lebih dari 9.000 satwa
  • Terdiri dari sekitar 300 spesies
  • Mengusung konsep pariwisata berkelanjutan
  • Menyediakan berbagai atraksi edukatif dan hiburan

Keunggulan tersebut menjadikan lokasi ini sebagai representasi kualitas destinasi wisata nasional.

Lonjakan Kunjungan Wisatawan Pascaleberan

Meski di tengah dinamika global, sektor pariwisata Bali menunjukkan pertumbuhan positif.

Data menunjukkan jumlah kunjungan meningkat:

  • Tahun 2025: 450,9 ribu wisatawan
  • Tahun 2026: 466,7 ribu wisatawan
  • Kenaikan: 15,8 ribu atau 3,5 persen

Kenaikan ini dipengaruhi oleh momentum libur panjang Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran.

Dampak Geopolitik Global

Menpar juga menyoroti adanya dampak dari situasi geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah.

Kondisi tersebut menyebabkan:

  • Pembatalan penerbangan dari maskapai Timur Tengah
  • Penurunan sementara wisatawan dari kawasan tertentu

Namun, pasar wisata tetap stabil berkat kontribusi wisatawan nusantara dan diversifikasi pasar internasional.

Okupansi Hotel dan Kinerja Industri Pariwisata

Baca juga  Ikatan Baraya Sunda OKI Sumsel Gelar Pelatihan Tadabbur Al-Quran Training Basic-1 Bersama Dr. (c) Imron Taslim, M.Si., M.Pd

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menyampaikan tingkat hunian hotel juga menunjukkan tren positif.

Okupansi hotel berada di kisaran:

  • 60–65 persen
  • Naik sekitar 5 persen dibanding periode sebelumnya

Hal ini mencerminkan pemulihan sektor pariwisata yang terus berlanjut.

Selain itu, Bali kembali mendapatkan pengakuan global melalui penghargaan internasional sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor 2026.

Tingginya Kunjungan ke Taman Safari Bali

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis TSI Group, Hans Manansang, mengungkapkan lonjakan kunjungan signifikan selama periode libur.

Data kunjungan menunjukkan:

  • High season: sekitar 4.000 wisatawan per hari
  • Hari biasa: sekitar 1.500 wisatawan per hari

Mayoritas pengunjung berasal dari wisatawan domestik, sementara pasar internasional masih dalam tahap pemulihan.

Strategi Penguatan Pasar Wisata

Untuk menjaga pertumbuhan, pengelola destinasi mulai menggarap pasar baru.

Fokus diarahkan pada kawasan:

  • Oceania
  • Pasifik
  • Australia

Langkah ini diharapkan dapat menutup celah penurunan dari pasar Timur Tengah.

Peran Pemerintah Daerah dan Momentum Libur Panjang

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, menilai momentum Nyepi dan Lebaran memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan wisatawan.

Libur panjang dinilai menjadi faktor utama yang:

  • Meningkatkan mobilitas wisatawan domestik
  • Memperpanjang durasi kunjungan
  • Mendorong pertumbuhan sektor pendukung pariwisata

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sektor ini.

Analisis: Resiliensi Pariwisata Bali di Tengah Tantangan Global

Kinerja pariwisata Bali menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global.

Diversifikasi pasar wisata dan peningkatan kualitas layanan menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan tetap positif.

Selain itu, fokus pada pengalaman wisata berkualitas turut memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi unggulan dunia.

Ke depan, konsistensi standar pelayanan dan inovasi destinasi akan menjadi penentu keberlanjutan sektor ini. (Timred/CN)

Baca juga  Program Genius Diluncurkan, Ribuan Siswa SD di OKI Dapat Makan Bergizi Gratis

Sumber :Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here