Beranda Ogan Komering Ilir Pembatasan Speedboat Sungai Komering Jadi Sorotan, Ini Alasan Dishub OKI Bertahan

Pembatasan Speedboat Sungai Komering Jadi Sorotan, Ini Alasan Dishub OKI Bertahan

35
0
1. Aktivitas speedboat di Sungai Komering Kayuagung yang kini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB oleh Dishub OKI.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Kayuagung OKI, cimutnews.co.id – Pembatasan speedboat Sungai Komering hingga pukul 16.00 WIB di Kayuagung, Ogan Komering Ilir, pada Maret 2026 menuai keluhan warga karena dinilai membatasi hiburan Lebaran. Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) OKI menegaskan aturan tersebut tetap berlaku demi keselamatan penumpang.

Keluhan masyarakat ramai disampaikan melalui media sosial, terutama dari perantau yang pulang kampung dan ingin menikmati tradisi wisata air di Sungai Komering. Mereka menilai pembatasan waktu operasional mengurangi kesempatan beraktivitas di sore hingga malam hari.

Di tengah kritik tersebut, Dishub OKI memastikan kebijakan pembatasan tidak akan diubah dalam waktu dekat. Aturan ini berlaku bagi seluruh operasional speedboat dan perahu ketek yang melayani masyarakat di kawasan tersebut.

Pembatasan Speedboat Sungai Komering Demi Keselamatan

Kepala Dishub OKI, Dr. Drs. M. Iqbal, M.Pd, menegaskan bahwa pembatasan waktu operasional merupakan hasil kesepakatan lintas instansi. “Kalau masalah waktu operasi itu sudah merupakan hasil rapat bersama antara Pemda, Polres, Kodim, dan unsur terkait lainnya demi menjaga keselamatan,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Menurutnya, faktor keselamatan menjadi prioritas utama, mengingat aktivitas transportasi air memiliki risiko tinggi, terutama pada sore hingga malam hari dengan kondisi pencahayaan terbatas.

Keluhan Warga dan Dampak Bagi Tradisi Lebaran

Pembatasan hingga pukul 16.00 WIB dinilai berdampak langsung terhadap tradisi masyarakat, khususnya saat momen Idul Fitri. Banyak warga berharap dapat menikmati wisata air bersama keluarga hingga malam hari, namun harus menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Sungai Komering juga merasakan dampaknya, karena berkurangnya waktu operasional berpengaruh terhadap jumlah pengunjung dan pendapatan.

Kebijakan ini sebenarnya merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kecelakaan transportasi air yang kerap terjadi di wilayah perairan. Sungai Komering sendiri menjadi salah satu jalur utama aktivitas masyarakat di Kabupaten OKI.

Baca juga  Buah Perjuangan Bupati OKI, Ribuan Guru Honorer Diangkat Jadi P3K

Meski demikian, respons publik cenderung beragam. Sebagian masyarakat mendukung langkah pemerintah demi keselamatan, namun tidak sedikit yang berharap adanya penyesuaian waktu operasional, terutama pada momen libur panjang.

Ke depan, Dishub OKI diharapkan dapat terus mengevaluasi kebijakan ini dengan mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus kebutuhan masyarakat, agar tercipta keseimbangan antara keamanan dan aktivitas sosial. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here