
Pendataan wilayah tanpa sinyal dan pembangunan BTS kolaboratif jadi langkah strategis menuju zero blankspot 2029
OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Telkomsel memperkuat sinergi untuk mengatasi wilayah tanpa sinyal (blankspot) sebagai bagian dari upaya pemerataan akses informasi dan percepatan transformasi digital daerah. Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Rencana Aksi Penanggulangan Blankspot tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI bersama Telkomsel di Kantor Wilayah Telkomsel Sumbagsel, Rabu (5/2/2025).

Pertemuan ini menjadi langkah konkret untuk memetakan titik-titik blankspot sekaligus menindaklanjuti usulan pembangunan menara telekomunikasi (BTS) di wilayah yang belum terjangkau layanan internet dan seluler. Upaya tersebut dinilai penting karena keterbatasan jaringan masih berdampak pada pelayanan publik, pendidikan digital, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah daerah pedesaan.
Kepala Diskominfo OKI, Adi Yanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi daerah mendukung visi nasional menuju zero blankspot pada 2029. Menurutnya, pemerataan akses telekomunikasi menjadi fondasi penting dalam pembangunan berbasis digital.
“Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen mewujudkan pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah. Masih terdapat daerah yang belum memiliki jaringan memadai, sehingga berdampak pada pelayanan publik, pendidikan digital, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pendataan titik blankspot menjadi dasar penting bagi langkah pembangunan ke depan,” ujarnya.
Pemkab OKI juga mengapresiasi dukungan Telkomsel dalam penguatan infrastruktur digital, khususnya di wilayah pedesaan. Sepanjang 2025, sebanyak lima desa berhasil dientaskan dari blankspot melalui program internet gotong royong, yakni kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan operator telekomunikasi.
Dalam skema tersebut, pemerintah desa menyediakan infrastruktur pasif seperti menara atau gedung, pemerintah daerah berperan sebagai koordinator, sementara Telkomsel menghadirkan teknologi jaringan. Pola kolaboratif ini dinilai mampu menekan biaya pembangunan sehingga konektivitas dapat diwujudkan di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau sinyal.
“Tahun lalu kita telah mengentaskan lima desa melalui program internet gotong royong bersama Telkomsel. Pada awal tahun ini, kami berharap kerja sama tersebut terus diperkuat untuk menjangkau desa-desa lain yang belum tersentuh. Data wilayahnya sudah kami siapkan,” kata Adi.
Sementara itu, Manager Network Operation and Productivity (NOP) Telkomsel Palembang, Riki Irawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah.
“Kami menyambut baik sinergi ini. Telkomsel berupaya menghadirkan layanan yang merata agar masyarakat dapat menikmati akses internet cepat di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Telkomsel akan terus mendukung Kabupaten OKI terbebas dari blankspot melalui pembangunan jaringan reguler maupun program kolaboratif. Dari puluhan pembangunan jaringan di wilayah kerja Sumatera Selatan sepanjang tahun lalu, sebanyak 17 titik berada di Kabupaten OKI.
Pada 2026, selain pembangunan reguler, Telkomsel juga melanjutkan instalasi BTS melalui skema internet gotong royong serta peningkatan layanan pada BTS mobile yang telah tersedia. BTS hasil program tersebut akan ditingkatkan menjadi permanen, sementara perangkat penerima yang ada dapat dipindahkan ke wilayah lain yang masih blankspot guna mempercepat pemerataan konektivitas.
Sebelum rapat koordinasi berlangsung, Diskominfo OKI telah melakukan pendataan wilayah blankspot melalui kecamatan hingga awal November. Data tersebut menjadi dasar pemetaan bersama operator dalam menentukan prioritas pembangunan jaringan ke depan.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Pemkab OKI berharap seluruh wilayah segera menikmati konektivitas digital yang merata, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang semakin terkoneksi, digital, dan maju.
(Asep)
Sumber : Diskominfo OKI













