Home OKI Mandira Pemkab OKI Gelar Aksi Massal World Cleanup Day 2025, Bangun Budaya Bersih...

Pemkab OKI Gelar Aksi Massal World Cleanup Day 2025, Bangun Budaya Bersih dari Rumah hingga Ruang Publik

49
0
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi, bersama masyarakat dan ASN melakukan aksi bersih-bersih di bantaran Sungai Komering, Kayuagung, dalam rangka peringatan World Cleanup Day 2025

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025 dengan menggelar aksi gotong royong massal serentak di berbagai titik wilayah OKI, Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga penegasan komitmen pemerintah bersama masyarakat untuk membangun budaya kebersihan yang konsisten, dimulai dari rumah tangga, lingkungan kerja, hingga ruang publik.

Kebersihan sebagai Budaya, Bukan Seremoni

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa peringatan World Cleanup Day bukanlah sekadar seremonial. Ia mendorong masyarakat agar menjadikan kebersihan sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.

“Membersihkan lingkungan bukan hanya saat ada peringatan seperti World Cleanup Day. Ini harus menjadi kebiasaan yang dimulai dari rumah masing-masing. Di kantor pun begitu. Setiap pekan, setiap hari Jumat, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab OKI melaksanakan bersih-bersih lingkungan kantor,” ujar Muchendi saat memimpin aksi gotong royong di pelataran Sungai Komering Kayuagung.

Menurutnya, jika kebiasaan bersih-bersih sudah tumbuh dari keluarga, maka akan lebih mudah membiasakan masyarakat luas untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Gerakan Jumat Bersih dan Gotong Royong Desa

Sebagai tindak lanjut nyata, Pemkab OKI telah menggalakkan Gerakan Jumat Bersih yang melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan pemerintahan. Tidak hanya itu, gerakan ini juga diperluas ke desa-desa agar masyarakat ikut serta dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya.

Bupati Muchendi menyebut, kegiatan gotong royong di tingkat desa ini sekaligus menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

“Gotong royong bukan hanya soal kebersihan fisik, tapi juga mempererat hubungan sosial. Dengan budaya ini, desa menjadi lebih rapi, sehat, dan warganya semakin kompak,” jelasnya.

Baca juga  Wakil Bupati OKI: Hari Pahlawan Momentum Meneguhkan Semangat Gotong Royong dan Nilai Perjuangan

Lomba Kebersihan, Bentuk Apresiasi dan Evaluasi

Untuk menumbuhkan semangat kompetitif sekaligus kesadaran kolektif, Pemkab OKI juga menggelar kompetisi kebersihan antar-desa dan antar-kantor pemerintahan.

“Ada kompetisi gotong royong desa juga penilaian kantor paling bersih dan kantor paling kotor. Yang bersih akan diapresiasi, sementara yang kotor akan diberikan evaluasi dan pembinaan. Ini cara kami membangun budaya bersih yang konsisten,” tambah Muchendi.

Strategi ini dinilai efektif mendorong kesadaran ASN dan perangkat desa bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan atau dinas terkait.

Partisipasi Masyarakat Luas

World Cleanup Day 2025 di Kabupaten OKI melibatkan berbagai elemen masyarakat. Komunitas, sekolah, organisasi masyarakat, hingga warga di berbagai kecamatan ikut turun tangan. Aksi bersih-bersih digelar di titik-titik strategis seperti pasar tradisional, fasilitas umum, bantaran Sungai Komering, hingga kawasan pemukiman padat.

Keterlibatan sekolah dalam kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi lingkungan bagi para pelajar. Mereka belajar langsung bahwa menjaga kebersihan adalah bentuk tanggung jawab sosial yang dimulai sejak usia dini.

Kebersihan Sebagai Cerminan Peradaban

Bupati Muchendi menegaskan kembali, lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan visual, tetapi juga mencerminkan tingkat kesehatan dan peradaban masyarakat.

“Kami ingin menanamkan pada masyarakat bahwa bersih itu budaya. Bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk setiap hari. Karena lingkungan yang bersih adalah cerminan hidup yang sehat, tertib, dan beradab,” tuturnya.

Tantangan Kebersihan di Wilayah OKI

Sebagai daerah dengan wilayah luas yang terdiri dari daratan, rawa, dan pesisir, Kabupaten OKI menghadapi tantangan besar dalam hal kebersihan lingkungan. Banyak desa di pesisir dan pedalaman sulit dijangkau oleh layanan kebersihan rutin, sehingga kesadaran warga untuk menjaga lingkungan sangat diperlukan.

Baca juga  Operasi Lilin Musi 2025 di OKI: Pengamanan Nataru Diperketat, Ancaman Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Serius

Melalui kegiatan seperti World Cleanup Day, Pemkab OKI ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan peran aktif seluruh masyarakat, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.

Dampak Positif Jangka Panjang

Jika gerakan bersih-bersih ini dilakukan konsisten, dampak positifnya akan terasa dalam jangka panjang. Selain lingkungan yang lebih asri dan sehat, masyarakat juga akan terhindar dari risiko banjir akibat saluran tersumbat sampah, penyebaran penyakit, serta pencemaran air sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat OKI.

Langkah-langkah ini juga selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang menekankan pentingnya lingkungan hidup yang bersih dan sehat sebagai pondasi pembangunan ekonomi dan sosial.

Harapan Masyarakat

Beberapa warga Kayuagung menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Rani (34), seorang pedagang di Pasar Kayuagung, mengaku lebih nyaman berjualan setelah adanya kegiatan bersih-bersih massal.

“Pasar jadi lebih rapi dan nggak bau. Kalau bisa jangan hanya pas ada acara besar, tapi rutin dilakukan. Kami para pedagang juga jadi lebih semangat menjaga kebersihan,” ujarnya.

Sementara itu, Dwi (19), seorang mahasiswa, berharap aksi bersih-bersih seperti ini bisa melibatkan lebih banyak anak muda.

“Generasi muda harus ikut bergerak. Kalau hanya orang tua saja yang gotong royong, nanti lama-lama hilang budaya bersihnya. Kita anak muda harus jadi contoh juga,” katanya.

Peringatan World Cleanup Day 2025 di Kabupaten OKI bukan hanya menjadi ajang seremonial, melainkan langkah nyata membangun budaya kebersihan yang berkelanjutan. Pemerintah bersama masyarakat, komunitas, dan generasi muda bahu-membahu menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan, bukan sekadar peringatan tahunan.

Baca juga  Bupati Iskandar Lantik Asmar Wijaya Jadi Sekda OKI

Dengan komitmen bersama, Kabupaten OKI berpotensi menjadi daerah percontohan dalam mengembangkan budaya hidup bersih di Sumatera Selatan, bahkan di tingkat nasional. (Asep)