Beranda OKI Mandira Pemkab OKI Gelar Operasi Pasar Murah, Stabilkan Harga dan Jaga Daya Beli...

Pemkab OKI Gelar Operasi Pasar Murah, Stabilkan Harga dan Jaga Daya Beli Warga

45
0
Wakil Bupati OKI Supriyanto meninjau langsung lapak Operasi Pasar Murah di Halaman UPTD Pasar Kayuagung. Foto:Diskkominfo/Asep/cimutnews.co.id

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perdagangan kembali menggelar Operasi Pasar Murah dan melakukan peninjauan langsung ke pasar tradisional untuk memastikan pergerakan harga kebutuhan pokok. Langkah ini menjadi strategi berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta menekan potensi kenaikan inflasi di penghujung tahun.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor UPTD Pasar Kayuagung, Jumat (28/11), ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati OKI, Supriyanto, beserta jajaran Dinas Perdagangan. Pemerintah berharap keberadaan pasar murah dapat menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat, terutama saat sejumlah komoditas penting mulai mengalami kenaikan harga.

Petugas Dinas Perdagangan OKI memantau pergerakan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Kayuagung. Foto: Diskominfo/Asep/cimutnews.co.id

Respons Cepat Pemerintah Menahan Gejolak Harga

Operasi Pasar Murah menjadi ruang intervensi pemerintah ketika beberapa bahan pokok—seperti beras, bawang merah, ayam, dan telur—mengalami tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Melalui operasi ini, komoditas tersebut dijual dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar biasa.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani oleh fluktuasi harga kebutuhan sehari-hari. Operasi pasar murah hadir sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Pasar murah merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi. Kita ingin memastikan harga-harga terkendali, meminimalkan lonjakan yang dapat memberatkan masyarakat,” ujar Supriyanto dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan dimaksudkan untuk menyaingi pedagang atau pelaku usaha. Sebaliknya, pemerintah hanya fokus menjual barang-barang yang tengah mengalami kenaikan tajam dan sangat dibutuhkan masyarakat.

“Pasar murah fokus pada penjualan produk tertentu yang harganya sedang tinggi atau sangat vital bagi masyarakat. Tujuannya membantu warga dan sekaligus menjaga angka inflasi,” tegasnya.

Pantauan Harga dan Kondisi Pasar: Ada yang Turun, Ada yang Masih Tinggi

Baca juga  Rp 60 Miliar Dana Inpres Untuk Perbaikan Jalan Talang Jaya-Cengal

Selain membuka lapak pasar murah, pemerintah juga melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik pasar utama. Kepala Dinas Perdagangan OKI, Sahrul, menjelaskan bahwa pantauan harga menjadi landasan penting dalam menentukan kebijakan intervensi pasar.

Dinas Perdagangan menemukan bahwa sejumlah komoditas mulai menunjukkan pergerakan positif. Misalnya, bawang merah tercatat turun dalam beberapa hari terakhir. Namun, beberapa bahan lain justru bergerak naik cukup signifikan.

“Kita mendapati beberapa komoditas sudah turun, seperti bawang merah. Tetapi harga ayam masih naik drastis, dan ini menjadi perhatian serius kita untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Sahrul.

Untuk operasi pasar kali ini, pemerintah menyiapkan stok khusus untuk komoditas yang sedang tinggi permintaannya dan relatif mahal di pasaran. Langkah ini diharapkan dapat meredam tekanan inflasi daerah.

“Komoditas yang dijual di pasar murah adalah barang-barang yang harganya sedang naik. Dengan intervensi seperti ini, kita berharap bisa meringankan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di OKI,” tambahnya.

Peran Strategis Operasi Pasar dalam Menekan Inflasi Daerah

Seiring dinamika ekonomi nasional, pemerintah daerah semakin dituntut cepat menangani potensi inflasi. Kabupaten OKI, yang memiliki wilayah luas dan beragam karakter pasar, membutuhkan pendekatan simultan—baik stabilisasi harga, pemantauan stok, maupun menjaga kelancaran distribusi.

Operasi Pasar Murah menjadi salah satu program jangka pendek namun berpengaruh besar terhadap psikologis pasar. Ketika harga mulai naik, kehadiran pasar murah memberikan sinyal bahwa pemerintah siap turun tangan dan menjaga keseimbangan.

Selain itu, kegiatan ini juga secara tidak langsung menekan praktik spekulan yang memanfaatkan momentum kenaikan permintaan menjelang akhir tahun. Melalui intervensi harga yang terkontrol, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan lebih tenang.

Antusiasme Warga dan Harapan ke Depan

Baca juga  BPS: Angka Kemiskinan Penduduk OKI Turun 3 Tahun Terakhir

Masyarakat Kayuagung terlihat antusias memanfaatkan kesempatan belanja murah. Banyak warga datang lebih awal untuk mendapatkan produk seperti beras, minyak goreng, telur, dan bawang merah yang dijual di bawah harga pasar.

Pemerintah daerah menyatakan kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala, terutama menjelang momen-momen tertentu seperti akhir tahun, hari besar keagamaan, hingga masa panen.

Dengan sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, stabilitas harga diharapkan dapat terjaga dan inflasi tetap berada dalam batas aman. (Asep)