Home Palembang Pemkot Palembang Turunkan 300 Personel Gabungan, Pastikan Pengamanan Natal dan Tahun Baru...

Pemkot Palembang Turunkan 300 Personel Gabungan, Pastikan Pengamanan Natal dan Tahun Baru Berjalan Kondusif

36
0
Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim saat meninjau pos pelayanan Nataru di pusat kota. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Palembang menurunkan sedikitnya 300 personel gabungan untuk memastikan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Para personel ini ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah kota, mulai dari pusat keramaian, jalur transportasi, hingga kawasan wisata.

Langkah pengamanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa libur panjang akhir tahun.

Sekda Palembang Tinjau Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan

Pada Rabu malam (24/12/2025), Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, turun langsung melakukan peninjauan ke sejumlah pos pengamanan (pos pam) dan pos pelayanan. Beberapa titik yang dikunjungi di antaranya Pos Pelayanan Jalan Merdeka, Pos Pelayanan Jalan Jenderal Sudirman, serta sejumlah lokasi strategis lainnya.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, hingga sistem operasional pengamanan berjalan optimal.

“Pengawasan langsung di lapangan sangat penting agar seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Aprizal.

23 Posko Disiagakan Selama Masa Nataru

Aprizal menjelaskan bahwa selama periode pengamanan Nataru, Pemerintah Kota Palembang bersama aparat keamanan telah mendirikan 23 posko yang tersebar di seluruh wilayah kota. Posko tersebut terdiri atas:

  • 14 pos pengamanan (pos pam)
  • 3 pos pelayanan
  • 6 pos pantau

Seluruh posko ditempatkan di titik-titik vital seperti pusat keramaian, akses keluar-masuk kota, terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, hingga beberapa spot wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat.

“Sebanyak 23 posko telah disiapkan dan tersebar di titik-titik strategis guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Natal dan libur Tahun Baru,” kata Aprizal.

Sinergi Lintas Instansi untuk Keamanan Kota

Baca juga  Gubernur Banten dan Kapolda Ikuti Video Conference Operasi Lilin 2025, Pastikan Pengamanan Tahun Baru Berjalan Kondusif

Menurut Aprizal, keberadaan posko-posko Nataru merupakan wujud kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Palembang, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Damkar, BPBD, dan sejumlah instansi teknis lainnya. Sinergi ini dinilai sebagai elemen kunci dalam menciptakan keamanan dan kelancaran selama masa libur.

Ia menekankan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan di seluruh lini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan, maupun kondisi darurat yang mungkin terjadi di lapangan.

“Sinergi ini sangat penting. Semua unsur punya peran dalam memberikan keamanan, mengurai kepadatan arus lalu lintas, dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat,” jelasnya.

Personel Bertugas 12 Hari dengan Sistem Shift

Selama masa pengamanan Nataru, personel gabungan akan bertugas selama 12 hari, yakni mulai 23 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Para petugas bekerja secara bergiliran dalam dua hingga tiga shift, dimulai dari pagi, siang, hingga malam hari.

“Kami pastikan pelayanan dan pengawasan berjalan tanpa henti. Personel bekerja bergiliran hingga malam untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga,” ungkap Aprizal.

Selain memantau kesiapan lokasi umum, petugas juga ditugaskan menjaga ruang publik dari potensi gangguan, termasuk kerumunan berlebih, masalah parkir, hingga kondisi cuaca yang dapat memengaruhi mobilitas masyarakat.

Peninjauan Tanpa Pengawalan Sebagai Bentuk Keseriusan

Menariknya, peninjauan lapangan dilakukan tanpa pengawalan khusus, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan pengamanan berjalan efektif. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa seluruh posko telah berfungsi maksimal dan dapat diakses kapan pun jika dibutuhkan.

“Kami bersama Forkopimda dan OPD terkait terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Ini penting agar potensi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas dapat diantisipasi sejak dini,” tegas Aprizal.

Baca juga  Festival Rempah Sumsel 2025: Dari Dapur ke Dunia, Rempah Jadi Identitas dan Kebanggaan Daerah

Prediksi Lonjakan Mobilitas Masyarakat

Selama libur Nataru, arus keluar-masuk Kota Palembang diprediksi mengalami peningkatan signifikan, khususnya pada wilayah perbatasan kota, pusat transportasi seperti terminal dan stasiun, serta kawasan hiburan keluarga. Karena itu, pengawasan intensif dilakukan di setiap pos untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Di titik-titik tertentu yang berpotensi menimbulkan kemacetan, petugas akan mengatur arus lalu lintas secara dinamis. Sementara di area-area wisata, pengamanan diperketat untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kenyamanan pengunjung.

Komitmen Pemerintah Kota Menjaga Keamanan Warga

Dengan berbagai langkah pengamanan yang telah disusun, Pemerintah Kota Palembang berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman. Aprizal menegaskan bahwa seluruh jajaran tetap siaga hingga seluruh rangkaian kegiatan masyarakat pada masa libur Nataru selesai.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan damai, aman, serta penuh kegembiraan,” tutupnya.(Poerba)