
Aceh Tengah, cimutnews.co.id – Penanganan longsor Aceh Tengah di Desa Lelumu menunjukkan progres signifikan setelah Satgas Penanggulangan Bencana (Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah berhasil membersihkan material longsor hingga akses jalan kembali dapat dilalui masyarakat.
Upaya percepatan pemulihan pascabencana terus dilakukan di Kabupaten Aceh Tengah. Personel Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah turun langsung membantu masyarakat membersihkan material longsor dan banjir bandang yang menutup badan jalan di Desa Lelumu, Kecamatan Pegasing, Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan fokus utama membuka kembali akses jalan yang sempat lumpuh akibat timbunan tanah dan material lainnya. Pada titik 6 yang menjadi prioritas, progres pembersihan dilaporkan telah mencapai 100 persen sehingga jalur tersebut kini kembali dapat dilalui oleh warga.
Penanganan bencana alam seperti longsor dan banjir bandang merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam sistem penanggulangan bencana yang melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan darurat hingga rehabilitasi.
TNI melalui satuan kewilayahan memiliki peran strategis dalam membantu penanganan bencana di daerah, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat, termasuk membuka akses jalan yang vital bagi distribusi logistik dan aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun:
- Lokasi terdampak: Desa Lelumu, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah
- Jenis bencana: tanah longsor dan banjir bandang
- Waktu kegiatan: Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 09.00 WIB
- Personel: 5 anggota Satgas Gulbencal dipimpin Kapten Inf Suratin
- Dukungan warga: 2 orang masyarakat setempat
- Progres pembersihan titik prioritas: 100 persen
Akses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan serta masyarakat.
Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, melalui Danramil setempat menegaskan komitmen TNI dalam membantu masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Sinergi antara TNI dan warga menjadi kunci percepatan pemulihan, khususnya dalam membuka kembali akses jalan yang sangat vital bagi aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus siaga jika masih terdapat dampak bencana yang perlu ditangani lebih lanjut.
Akses jalan merupakan infrastruktur vital dalam penanganan pascabencana. Ketika jalur transportasi terputus, distribusi bantuan, mobilitas warga, hingga aktivitas ekonomi menjadi terhambat. Oleh karena itu, pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat.
Kehadiran Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah menjadi bagian dari respons cepat di lapangan. Kolaborasi dengan masyarakat setempat juga mempercepat proses pembersihan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi bencana.
Selain itu, kondisi geografis Aceh Tengah yang didominasi wilayah perbukitan membuat potensi longsor cukup tinggi, terutama saat curah hujan meningkat. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan mitigasi bencana, termasuk pemetaan wilayah rawan dan edukasi kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah rawan longsor. Pemerintah daerah bersama aparat diharapkan terus meningkatkan upaya mitigasi, termasuk penyediaan sistem peringatan dini dan perawatan infrastruktur.
Selain itu, sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus terjaga agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat dan efektif.
Hingga saat ini, penanganan di lokasi terdampak berjalan lancar tanpa kendala berarti. Informasi yang disajikan bersumber dari laporan resmi kegiatan Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah di lapangan.
Meski akses jalan telah kembali normal, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan. Seluruh proses penanganan bencana dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dengan mengedepankan keselamatan personel dan masyarakat.
Upaya bersama ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat pemulihan dan menjaga stabilitas kehidupan masyarakat pascabencana. (Adis)













