Home Palembang Pengunjung DA Club 41 Palembang Meninggal Dunia, Diduga Karena Sakit Jantung Bukan...

Pengunjung DA Club 41 Palembang Meninggal Dunia, Diduga Karena Sakit Jantung Bukan Overdosis

31
0
Petugas keamanan DA Club 41 berusaha menolong pengunjung yang mengalami sesak napas sebelum dibawa ke RS Myria Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Seorang pengunjung Diskotik DA Club 41 Palembang berinisial FA (61) dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 10 Januari 2026. Korban yang diketahui bernama Faisol Abson, warga Kabupaten Muara Enim, diduga meninggal karena sakit jantung yang telah lama dideritanya. Informasi ini sekaligus meluruskan isu yang sempat beredar luas di masyarakat terkait dugaan kematian akibat overdosis narkoba (OD).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan hiburan malam yang berlokasi di Jalan Kolonel H. Burlian KM 7,5, Sukarami, Palembang.

Korban Datang Bersama Istri, Tiba-Tiba Alami Sesak Napas

Menurut informasi yang diperoleh cimutnews.co.id, Faisol Abson datang ke DA Club 41 bersama istrinya sekitar pukul 00.00 WIB. Keduanya terlihat menikmati suasana dan musik yang dimainkan malam itu.

Sekitar pukul 01.15 WIB, dua petugas keamanan, Rivaldy Dwi Angga Saputra (21) dan KMS. Fadilah (44), melihat korban tampak kesulitan bernapas sambil memegang dada sebelah kiri. Menyadari kondisi genting tersebut, petugas langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Myria Palembang menggunakan kendaraan operasional klub malam.

Korban tiba di Instalasi Gawat Darurat sekitar pukul 02.00 WIB. Namun tidak lama setelah mendapat tindakan awal, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Polisi Lakukan Pemeriksaan, Tidak Ada Tanda Kekerasan

Usai menerima laporan, pihak kepolisian langsung bergerak ke tempat kejadian untuk melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta menghubungi Unit Inafis Polrestabes Palembang. Hasil pengamatan awal menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun, bagian wajah korban tampak menghitam. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban diketahui belum lama menjalani pemasangan ring jantung, sehingga kondisi kesehatannya memang sudah cukup rentan.

Baca juga  MTQ Ke-XXXI Kota Palembang Resmi Ditutup, Sako Raih Juara Umum

Manajemen DA Club 41: Korban Meninggal Karena Sakit Jantung

Menanggapi informasi simpang siur di media sosial, Humas Manajemen DA Club 41 Palembang, Yaperius Gulo, menegaskan bahwa korban tidak meninggal akibat overdosis narkoba seperti isu yang beredar.

“Saat itu korban datang bersama seorang rekan wanita yang ternyata adalah istrinya. Dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, korban awalnya terlihat menikmati musik, lalu tiba-tiba terjatuh. Petugas keamanan langsung membawa korban ke RS Myria, dan tak lama kemudian kami mendapat kabar korban meninggal dunia,” jelasnya.

Yaperius juga menyampaikan bahwa informasi kondisi medis korban berasal langsung dari keluarga.

“Korban ini memang baru keluar dari rumah sakit. Sakit jantungnya sudah kronis,” katanya.

Ia berharap masyarakat tidak menggiring opini atau menyebarkan informasi yang tidak benar, karena dapat melukai perasaan keluarga.

“Kasihan keluarga korban. Korban meninggal karena sakit, bukan karena OD narkoba,” tegasnya.

Manajemen Sampaikan Belasungkawa

Atas peristiwa tersebut, pihak manajemen DA Club 41 menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban.

“Kami di jajaran manajemen turut berduka cita. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga diberi ketabahan,” tutur Yaperius.

Polisi Masih Periksa Sejumlah Saksi

Sementara itu, Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Andriyan, membenarkan bahwa anggotanya telah mendatangi lokasi kejadian tak lama setelah menerima laporan.

“Anggota kami sudah mendatangi tempat kejadian perkara. Saat ini masih berada di lapangan,” kata Kompol Alex saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan bahwa penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Anggota masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP,” ujarnya singkat.

Penjelasan Medis dan Edukasi Publik

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai kondisi kesehatan jantung, terutama bagi penderita penyakit jantung koroner. Kondisi tempat hiburan malam yang penuh musik keras, asap, dan keramaian dapat memicu kambuhnya sesak napas atau serangan jantung pada penderita penyakit kronis.

Baca juga  Polres Banyuasin Resmikan Gedung SPPG I untuk Perkuat Pelayanan Gizi dan Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Informasi valid yang diberikan pihak manajemen dan kepolisian diharapkan dapat meredam rumor serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan nyawa seseorang. (Poerba)