Beranda Kriminal Petani di OKI Tewas Dianiaya di Area Perkebunan, Polisi Buru Tiga Pelaku

Petani di OKI Tewas Dianiaya di Area Perkebunan, Polisi Buru Tiga Pelaku

41
0
3. Warga dan aparat keamanan mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. (Foto: Timred/CN)

Pedamaran Timur, cimutnews.co.id — Warga Desa Sungai Menang dikejutkan oleh temuan seorang pria terkapar, di Jalan Kelikir Tinggi, kawasan perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk, Selasa (18/11/2025) sore. Korban diketahui bernama Nangkili, petani asal Dusun 2 Desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 17.50 WIB itu sontak menggemparkan warga sekitar. Korban ditemukan oleh dua warga yang kebetulan melintas di lokasi. Mereka melihat korban sudah terjatuh dan dalam kondisi kritis setelah diduga kuat menjadi korban penganiayaan.

Polisi Bergerak Cepat: Olah TKP, Visum, dan Pengumpulan Bukti

Kapolsek Sungai Menang, Iptu Agus Widodo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi pada Rabu (19/11/2025), ia menjelaskan bahwa jajarannya langsung turun ke lokasi kejadian begitu menerima laporan dari warga.

Kita langsung mendatangi TKP, melakukan status quo, identifikasi, serta membawa korban ke Puskesmas untuk pertolongan pertama dan visum. Selain itu, kita menginterogasi saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti, dan mengamankan barang bukti,” ungkap Iptu Agus Widodo.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian kini tengah memburu para pelaku yang diduga berjumlah tiga orang. Upaya pengejaran dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri jejak pelarian pelaku.

Kesaksian Warga: Tiga Pelaku Membawa Parang dan Mengejar Korban

Dua saksi yang berada di lokasi, yakni FD dan SB, memberikan keterangan penting. Keduanya melihat tiga pria berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor tidak jauh dari tempat kejadian.

Menurut keterangan saksi, salah satu dari tiga pria tersebut tampak mengejar korban, sementara dua lainnya membawa parang. Mereka terlihat mengarahkan korban ke dalam area kebun sawit, sebelum akhirnya warga mendengar teriakan minta tolong.

Baca juga  Peringatan Nuzulul Qur'an Malam Ke 19 Ramadhan Bersama Ustadz H. Windo Putra Wijaya, Lc., M.A di Masjid Agung Sholihin Kayuagung OKI

Para saksi juga mendengar teriakan dari korban. Tak lama kemudian, ketiga orang tersebut keluar dari kebun sawit dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor jenis bebek milik penjaga portal,” jelas Kapolsek.

Setelah para pelaku kabur, saksi FD dan SB segera meninggalkan lokasi untuk mencari bantuan. Upaya penyelamatan dilakukan secepat mungkin, namun kondisi korban sudah sangat kritis saat ditemukan.

Motif Masih Diselidiki: Polisi Dalami Arah Kasus

Hingga kini, pihak kepolisian belum dapat mengungkap apa motif pasti di balik penganiayaan berat yang menimpa korban. Polisi menduga kasus ini tidak berdiri sendiri dan kemungkinan melibatkan perencanaan karena pola pelarian para pelaku terbilang rapi.

Motif masih terus kita dalami. Pemeriksaan saksi, pendalaman TKP, serta analisis petunjuk lain sedang dilakukan untuk mengungkap kasus ini secepatnya,” tambah Iptu Agus Widodo.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Polres OKI untuk memperluas penyelidikan, termasuk melakukan pendekatan terhadap warga sekitar perkebunan dan pihak keamanan perusahaan.

Warga Diminta Tenang dan Waspada

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama mengingat lokasi kejadian merupakan jalur yang kerap dilalui petani dan pekerja kebun. Kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor apabila melihat gerak-gerik mencurigakan.

Kami imbau masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Segera laporkan jika ada informasi yang dapat membantu penyelidikan,” tegas Kapolsek.

Polisi memastikan bahwa proses pengejaran pelaku menjadi prioritas untuk memberikan rasa aman dan memastikan kasus ini segera terungkap.

Korban Dimakamkan, Keluarga Harapkan Keadilan

Setelah dilakukan visum dan penanganan medis awal, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menunggu kejelasan soal siapa pelaku dan apa motif yang melatarbelakanginya.

Baca juga  Jelang Hari Raya, Pemkab OKI Gencarkan Pasar Murah

Pihak keluarga berharap polisi bergerak cepat mengungkap kasus ini dan menangkap seluruh pelaku agar hukum dapat ditegakkan sesuai ketentuan. (Timred/CN)