Beranda Ogan Komering Ilir PMII OKI Gelar Diskusi Kaderisasi “Ruh Pergerakan”, Dorong Penguatan Intelektual dan Militansi...

PMII OKI Gelar Diskusi Kaderisasi “Ruh Pergerakan”, Dorong Penguatan Intelektual dan Militansi Kader

16
0
2. Pemateri Setiawan Jhordy dan Rizal Amril Wahyudi menyampaikan materi tentang pentingnya kaderisasi dalam memperkuat pergerakan PMII.(Foto: Setiawan Jhordy/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar diskusi kaderisasi bertajuk “Kaderisasi Sebagai Ruh Pergerakan” pada Minggu (15/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini bertujuan memperkuat pemahaman kader mengenai pentingnya kaderisasi sebagai fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas intelektual kader di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

1. Kader PMII Cabang Ogan Komering Ilir mengikuti diskusi kaderisasi bertema “Kaderisasi Sebagai Ruh Pergerakan” yang digelar secara daring melalui Zoom. .(Foto: Setiawan Jhordy/cimutnews.co.id)
PMII Cabang OKI Gelar Diskusi Daring “Kaderisasi Sebagai Ruh Pergerakan”.(Foto: Setiawan Jhordy/cimutnews.co.id)

Diskusi tersebut menghadirkan Ketua I Bidang Kaderisasi PMII Cabang OKI Setiawan Jhordy dan Sekretaris Cabang PMII OKI Rizal Amril Wahyudi sebagai pemateri. Jalannya diskusi dipandu oleh Aisyah Almadinah selaku Sekretaris II PMII OKI yang bertindak sebagai moderator.

Kegiatan ini diikuti oleh kader PMII dari berbagai komisariat dan rayon di Kabupaten OKI. Selain itu, sejumlah kader dari luar daerah juga turut berpartisipasi secara daring, sehingga memperkaya perspektif dalam pembahasan kaderisasi sebagai pilar utama dalam organisasi mahasiswa tersebut.

Kaderisasi Jadi Fondasi Pergerakan

Dalam pemaparannya, Setiawan Jhordy menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh utama dalam pergerakan PMII. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya bergantung pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada proses kaderisasi yang berjalan secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa kaderisasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter, integritas, serta kapasitas intelektual kader agar mampu menjalankan peran organisasi secara maksimal di tengah masyarakat.

“Kaderisasi bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan proses pembentukan karakter, intelektualitas, dan militansi kader dalam menjaga nilai-nilai perjuangan PMII,” ujar Setiawan Jhordy.

Menurutnya, kaderisasi yang kuat akan melahirkan generasi pemimpin yang mampu merespons berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Dorong Tradisi Diskusi dan Intelektualitas

Sementara itu, Sekretaris Cabang PMII OKI, Rizal Amril Wahyudi, menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas intelektual kader agar mampu menghadapi berbagai dinamika sosial yang semakin kompleks.

Baca juga  Polres OKI Gelar Apel Dan Simulasi Sipamkota Jamin Keamanan Pilkada 2024.

Ia menilai kader PMII harus memiliki kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menyampaikan gagasan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Jangan malu untuk bertanya, karena awal dari pengetahuan adalah bertanya,” ujar Rizal Amril Wahyudi.

Menurutnya, tradisi diskusi dan budaya intelektual harus terus dijaga dalam tubuh organisasi sebagai bagian dari proses pembelajaran kader.

Forum Diskusi Bangun Kesadaran Intelektual

Diskusi yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan berbagai pertanyaan, pandangan, serta gagasan dari para peserta yang mengikuti kegiatan secara daring.

Antusiasme kader dalam forum tersebut menunjukkan bahwa ruang diskusi masih menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran intelektual serta memperkuat semangat pergerakan mahasiswa.

Di akhir kegiatan, Setiawan Jhordy menyampaikan pesan reflektif mengenai makna kepemimpinan dalam organisasi kepada para kader.

“Memimpin adalah menderita, dan penderitaan yang mulia adalah memimpin,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, PMII Cabang Ogan Komering Ilir berharap diskusi kaderisasi dapat terus menjadi ruang penguatan ide, gagasan, serta semangat perjuangan bagi para kader dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi intelektual di lingkungan organisasi mahasiswa. (Setiawan Jhordy)