Beranda Penukal Abab Lematang Ilir Politeknik PALI Segera Dibangun, Heri Amalindo Targetkan Operasi dalam Lima Bulan

Politeknik PALI Segera Dibangun, Heri Amalindo Targetkan Operasi dalam Lima Bulan

4
0
1. Mantan Bupati PALI meninjau gedung eks KPU yang akan dijadikan kampus Politeknik PALI.(Foto:Ikke/cimutnews.co.id)

PALI, cimutnews.co.id — Mantan Bupati PALI Heri Amalindo meninjau langsung gedung bekas kantor KPU PALI yang akan dialihfungsikan menjadi kampus Politeknik PALI, Minggu (8/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai solusi atas tingginya biaya pendidikan tinggi yang selama ini memaksa pelajar di daerah tersebut melanjutkan studi ke luar kota dengan beban finansial besar.

Transformasi Gedung Eks KPU Jadi Kampus

Rehabilitasi Fisik Jadi Prioritas Awal

Heri Amalindo menegaskan, pembangunan Politeknik PALI tidak dimulai dari nol. Gedung eks KPU yang baru selesai masa sewanya akan dimanfaatkan sebagai fasilitas awal.

Namun, kondisi bangunan dinilai belum sepenuhnya layak sebagai institusi pendidikan tinggi. Sekitar 50 persen bagian gedung masih membutuhkan perbaikan menyeluruh.

Beberapa pekerjaan yang akan dilakukan antara lain:

  • Pengecatan ulang seluruh bangunan
  • Pembersihan area lingkungan
  • Penataan ulang ruang kelas sesuai standar akademik
  • Penyesuaian fasilitas mengikuti regulasi LLDIKTI

Kebutuhan Ruang Kelas Masih Minim

Saat ini, gedung tersebut baru memiliki dua ruang kelas aktif. Padahal, kebutuhan minimal untuk operasional awal diperkirakan mencapai lima hingga enam ruang kelas.

Pemerintah daerah menargetkan proses rehabilitasi selesai dalam waktu 4 hingga 5 bulan, sehingga kampus dapat segera membuka penerimaan mahasiswa baru.

Menjawab Masalah Akses Pendidikan di Daerah

Beban Kuliah di Luar Kota Jadi Sorotan

Selama ini, pelajar dari PALI umumnya melanjutkan pendidikan tinggi ke kota besar seperti Palembang.

Kondisi tersebut menimbulkan beban biaya tambahan yang signifikan bagi keluarga, meliputi:

  • Biaya sewa tempat tinggal
  • Konsumsi harian
  • Transportasi
  • Kebutuhan hidup lainnya

Heri menilai, total biaya tersebut bisa jauh lebih besar dibandingkan biaya kuliah itu sendiri.

Efisiensi Biaya Hingga 70 Persen

Dengan hadirnya Politeknik PALI, mahasiswa lokal dapat tinggal di rumah masing-masing. Hal ini berpotensi menekan biaya pendidikan secara drastis.

Baca juga  Pemkab PALI Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Terdampak Banjir di Penukal Utara

“Biaya kuliah di sini bisa tidak sampai 30 persen dibandingkan jika harus kuliah di luar daerah,” kata Heri.

Kronologi Perencanaan Politeknik PALI

Dari Aspirasi Masyarakat ke Implementasi

Rencana pendirian Politeknik PALI berawal dari keluhan masyarakat terkait sulitnya akses pendidikan tinggi yang terjangkau.

Berikut kronologi singkatnya:

  1. Awal 2025: Muncul aspirasi masyarakat terkait mahalnya biaya kuliah
  2. Pertengahan 2025: Kajian lokasi dan konsep politeknik mulai disusun
  3. Awal 2026: Gedung eks KPU ditetapkan sebagai lokasi sementara
  4. Maret 2026: Peninjauan langsung oleh Heri Amalindo
  5. Target Juli–Agustus 2026: Kampus mulai operasional

Langkah ini menunjukkan percepatan program pendidikan berbasis kebutuhan lokal.

Dampak Nyata bagi Masyarakat PALI

Akses Pendidikan Lebih Inklusif

Kehadiran Politeknik PALI diproyeksikan membuka peluang pendidikan tinggi bagi lebih banyak siswa dari keluarga menengah ke bawah.

Dampak yang diharapkan antara lain:

  • Peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi
  • Penurunan angka putus kuliah karena biaya
  • Peningkatan kualitas SDM lokal

Efek Ekonomi Lokal

Selain pendidikan, keberadaan kampus juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah, seperti:

  • Tumbuhnya usaha kos dan kuliner
  • Peningkatan aktivitas UMKM
  • Penyerapan tenaga kerja lokal

Strategi Pendidikan Lokal yang Lebih Adaptif

Pembangunan Politeknik PALI mencerminkan pendekatan baru dalam kebijakan pendidikan daerah, yakni mendekatkan akses pendidikan ke masyarakat, bukan sebaliknya.

Langkah ini relevan dengan kondisi Indonesia, di mana ketimpangan akses pendidikan antara kota besar dan daerah masih cukup tinggi. Dengan menghadirkan institusi pendidikan di daerah, pemerintah dapat menekan urbanisasi pendidikan yang selama ini menjadi beban sosial dan ekonomi.

Di sisi lain, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kualitas kurikulum, tenaga pengajar, dan akreditasi. Tanpa itu, politeknik berisiko hanya menjadi solusi jangka pendek tanpa daya saing jangka panjang.

Baca juga  Minim Kehadiran Warnai Rapat Paripurna DPRD PALI Bahas APBD Perubahan 2025

Politeknik PALI bukan sekadar proyek pendidikan, tetapi juga strategi menahan “brain drain” daerah—yakni keluarnya generasi muda ke kota besar tanpa kembali lagi.

Potensi Perkembangan ke Depan

Jika berjalan sesuai rencana, Politeknik PALI berpotensi berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri lokal.

Program studi yang relevan dengan potensi daerah seperti energi, perkebunan, dan teknik terapan dapat menjadi fokus utama.

Hal ini penting agar lulusan tidak hanya terserap di pasar kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di wilayahnya sendiri.

Kehadiran Politeknik PALI menjadi momentum penting dalam pemerataan pendidikan tinggi di daerah. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan pengelolaan profesional, program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Ikke)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here