
Blitar,Cimutnews.co.id,- Pemerintah Kabupaten Blitar terus melakukan inovasi modern di llngkungan pendidikan, setelah sukses menjalankan berbagai program pendampingan literasi di kelas awal. Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) SD Negeri Nglegok 01 kembali menghadirkan sebuah inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak kalah menarik, yaitu PENARI BINA ESGOSA (Pendalaman Materi Bahasa Indonesia UPT SD Negeri Nglegok 01), pada Rabu 26/11/2025.
Program ini hadir sebagai jawaban atas isu strategis mengenai pentingnya pembiasaan literasi sebagai fondasi utama keberhasilan belajar Bahasa Indonesia.
Dalam dunia pendidikan, kemampuan memahami bacaan menjadi salah satu tolok ukur utama keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Kepala UPT SD Negeri Nglegok Ol, Nevi Retnoasih, S.Pd., M.PD, mengatakan, melalui program PENARI BINA ESGOSA, sekolah berupaya membangun rutinitas literasi harian dengan cara membiasakan siswa mengerjakan soal-soal literasi sebelum pembelajaran dimulai.
Langkah sederhana ini terbukti efektif dalam menumbuhkan pola pikir kritis, meningkatkan kemampuan memahami teks, dan membangun kebiasaan reflektif dalam belajar,”katanya.
Ia menambahkan, perubahan Metode Pembelajaran yang Lebih Sistematis.Sebelum inovasi ini diterapkan, pendalaman materi Bahasa Indonesia di sekolah cenderung dilakukan hanya menjelang ujian, berfokus pada teori dan latihan soal.
Akibatnya, pembelajaran sering bersifat pasif, dan siswa hanya berusaha menghafal jawaban tanpa memahami konteks dan alasan.
Setelah penerapan PENARI BINA ESGOSA, pembelajaran mengalami perubahan signifikan. Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, siswa mengerjakan 5–10 soal literasi sebagai pemanasan kognitif.
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi pembahasan bersama guru, di mana siswa diajak menelusuri alasan setiap jawaban, memahami struktur bacaan, dan mengaitkannya dengan konsep kebahasaan penting.
Keunggulan dan Kebaruan Program
Keunggulan utama dari PENARI BINA ESGOSA terletak pada konsep pembiasaan literasi harian sebelum pembelajaran inti dimulai. Program ini sederhana, mudah diterapkan, namun memberikan dampak besar pada kualitas kemampuan membaca pemahaman siswa dan konsistensi pola pikir mereka,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar Sisilia Dyah Kristiani, S.sos. M.M menyampaikan, program ini hadir melalui integrasi tiga komponen penting, Pendalaman materi, Pembiasaan literasi, dan Refleksi pemahaman.
Perpaduan ketiganya menciptakan ekosistem belajar yang lebih hidup, aktif, dan terstruktur, sehingga siswa tidak hanya siap menghadapi ujian, tetapi juga terbiasa berpikir reflektif dan kritis dalam memahami teks,” ujarnya.
Menurut Sisilia Dyah Kristiani, S.sos. M.M dengan hadirnya PENARI BINA ESGOSA, UPT SD Negeri Nglegok 01 kembali menunjukkan komitmen menjadi sekolah yang terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan dasar,”pungkasnya.(fm)

















