Beranda Palembang Prosesi Pelepasan Jenazah Alex Noerdin di Palembang Digelar Kedinasan, Herman Deru Pimpin...

Prosesi Pelepasan Jenazah Alex Noerdin di Palembang Digelar Kedinasan, Herman Deru Pimpin Upacara Penghormatan Terakhir

23
0
2. Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan pernyataan keluarga dalam suasana haru.(Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Prosesi pelepasan jenazah Alex Noerdin di Palembang berlangsung penuh haru di rumah duka kawasan Jalan Merdeka, Kamis (26/2/2026). Upacara penghormatan terakhir digelar secara kedinasan dan dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum.

Upacara pelepasan secara kedinasan bagi tokoh daerah merupakan bagian dari tradisi kenegaraan dalam menghormati jasa pejabat publik yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan daerah. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, penghormatan ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki kontribusi signifikan selama masa jabatannya.

Hal tersebut juga menjadi bentuk pengakuan atas peran strategis kepala daerah dalam mendukung pembangunan nasional berbasis daerah, sekaligus menjaga kesinambungan kepemimpinan dan nilai-nilai pengabdian.

Prosesi berlangsung di rumah duka di Jalan Merdeka, Palembang, dengan dihadiri sejumlah pejabat tinggi daerah, tokoh masyarakat, serta pelayat dari berbagai kalangan. Hadir dalam upacara tersebut antara lain Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Sekretaris Daerah Edward Candra, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Setelah prosesi serah terima dari pihak keluarga, jenazah secara resmi dilepas oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk selanjutnya dimakamkan. Suasana khidmat terasa sepanjang upacara, diiringi doa dan penghormatan dari para pelayat.

Putra sulung almarhum, Dodi Reza Alex Noerdin, mewakili keluarga menyampaikan rasa duka sekaligus keikhlasan atas kepergian sang ayah.

“Kami sekeluarga menerima takdir ini dengan penuh keikhlasan. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Sumatera Selatan agar ayahanda diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Dodi dengan suara bergetar.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam amanatnya juga mengajak masyarakat untuk memberikan doa terbaik.

Baca juga  Jalan Khusus Angkutan Batu Bara KM 107 Servo Lahat Resmi Beroperasi, Dorong Keselamatan dan Kelancaran Mobilitas Warga

“Kehadiran kita di sini adalah bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau kepada daerah ini. Semoga segala amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Herman Deru.

Alex Noerdin dikenal sebagai sosok yang memimpin Sumatera Selatan selama dua periode, yakni 2008 hingga 2018. Dalam masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan infrastruktur dan peningkatan citra daerah di tingkat nasional menjadi bagian dari jejak pengabdiannya.

Upacara pelepasan secara kedinasan ini menjadi simbol penghormatan terakhir dari pemerintah dan masyarakat atas dedikasi tersebut. Selain itu, kehadiran berbagai unsur pejabat dan masyarakat menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara almarhum dan warga Sumatera Selatan.

Momen ini juga menjadi refleksi penting bagi generasi penerus tentang arti kepemimpinan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam membangun daerah.

Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum serta meneladani nilai-nilai pengabdian yang telah ditinggalkan. Semangat pembangunan dan dedikasi diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin saat ini dan generasi mendatang.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai bagian dari warisan nilai yang telah dibangun selama ini.

Prosesi pelepasan jenazah berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat hingga selesai. Kepergian Alex Noerdin menjadi kehilangan besar bagi Sumatera Selatan, namun juga meninggalkan jejak pengabdian yang menjadi bagian dari sejarah daerah.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan, dengan tetap menghormati jasa para pemimpin terdahulu dan menjunjung tinggi nilai integritas serta pelayanan kepada masyarakat.(Poerba)