
JAKARTA, cimutnews.co.id — Keluarga besar Persatuan Jurnalis Siber (PJS) menyampaikan duka cita atas wafatnya Ruslan Panigoro, pengurus DPD PJS Sulawesi Tengah dan mantan Ketua DPC PJS Buol.
Kabar duka tersebut disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba, yang mengenang almarhum sebagai sosok berdedikasi tinggi dalam perjalanan organisasi pers di daerah.
Sosok Ruslan Panigoro dalam Perjalanan PJS
Kepergian Ruslan Panigoro menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar PJS, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.
Almarhum dikenal sebagai figur yang aktif dan konsisten dalam mengembangkan organisasi, baik saat menjabat sebagai pengurus DPD maupun ketika memimpin DPC PJS Buol.
Dedikasi dalam Dunia Jurnalistik Daerah
Ruslan Panigoro disebut memiliki peran penting dalam memperkuat eksistensi organisasi jurnalis di tingkat daerah.
Ia terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan profesionalisme jurnalis serta memperluas jaringan organisasi.
“Almarhum adalah sosok yang membersamai perjalanan PJS dengan penuh dedikasi dan pengabdian,” ujar Mahmud Marhaba dalam pernyataan resminya.
Kronologi Kabar Duka dan Respons Organisasi
Kabar wafatnya Ruslan Panigoro diterima oleh jajaran pengurus PJS dan langsung disampaikan secara luas kepada anggota organisasi di berbagai daerah.
Ucapan duka mengalir dari berbagai pengurus daerah yang mengenal langsung kontribusi almarhum dalam membangun organisasi.
Respons DPP PJS
Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus doa bagi almarhum.
Dalam pernyataannya, ia berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT serta segala kesalahan diampuni.
Selain itu, keluarga yang ditinggalkan juga didoakan agar diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi kehilangan tersebut.
Peran Strategis dalam Penguatan Organisasi
Sebagai mantan Ketua DPC PJS Buol, Ruslan Panigoro dinilai berhasil membawa organisasi semakin dikenal di tingkat lokal.
Ia aktif membangun komunikasi antaranggota serta menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas pers.
Kontribusi Nyata yang Ditinggalkan
Beberapa kontribusi yang dikenang dari almarhum antara lain:
- Penguatan struktur organisasi PJS di daerah
- Mendorong peningkatan kualitas jurnalis lokal
- Membuka ruang kolaborasi antaranggota
- Menjaga integritas dan etika jurnalistik
Peran tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi di wilayah Sulawesi Tengah.
Dampak Kehilangan bagi Komunitas Pers
Kepergian Ruslan Panigoro tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh komunitas jurnalis yang selama ini berinteraksi dengannya.
Kehadirannya selama ini menjadi inspirasi bagi banyak jurnalis muda di daerah untuk terus berkembang dan menjaga profesionalisme.
Tantangan Regenerasi Organisasi
Kehilangan figur berpengalaman seperti Ruslan Panigoro juga menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi.
Diperlukan upaya regenerasi yang kuat agar nilai-nilai dedikasi dan semangat yang ditanamkan almarhum dapat terus dilanjutkan.
Pentingnya Peran Tokoh Lokal dalam Organisasi Pers
Dalam konteks organisasi pers, tokoh lokal seperti Ruslan Panigoro memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan dan relevansi organisasi.
Mereka menjadi penghubung antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah.
Nilai yang Ditinggalkan
- Komitmen terhadap profesi jurnalistik
- Kepemimpinan berbasis pengabdian
- Konsistensi dalam membangun organisasi
Nilai-nilai ini menjadi warisan penting yang perlu dijaga oleh generasi berikutnya.
Wafatnya Ruslan Panigoro meninggalkan jejak pengabdian yang kuat dalam perjalanan organisasi PJS, khususnya di Sulawesi Tengah. Dedikasi dan kontribusinya menjadi teladan bagi insan pers dalam menjaga profesionalisme dan integritas. Ke depan, semangat yang telah diwariskan diharapkan terus hidup dalam setiap langkah organisasi dan para jurnalis yang melanjutkan perjuangannya.
(Timred/CN)


















