
JAKARTA, cimutnews.co.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat di kawasan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (27/3).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peninjauan tiga titik lokasi dalam satu hari, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan berbasis pemberdayaan sosial melalui program Sekolah Rakyat.
Lokasi Curug Dinilai Paling Siap dan Strategis
Gus Ipul menyebut kawasan Curug memiliki keunggulan dibanding lokasi lain karena kesiapan fasilitas yang sudah tersedia. Selain itu, kawasan ini dinilai memungkinkan pengembangan jangka panjang menjadi sekolah permanen.
Infrastruktur Sudah Mendukung
Fasilitas pendidikan di lingkungan penerbangan dinilai memenuhi standar awal untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan, termasuk ruang belajar, asrama, dan sarana penunjang lainnya.
Kronologi Peninjauan Tiga Lokasi dalam Sehari
Peninjauan di Curug merupakan titik terakhir dari tiga lokasi yang dikunjungi dalam satu hari oleh Menteri Sosial.
Rangkaian Lokasi yang Dikunjungi
Sebelumnya, Gus Ipul lebih dulu meninjau:
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran di Marunda
- Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LAN di Penjompongan
Dari ketiga lokasi tersebut, Curug dinilai memiliki kombinasi kesiapan dan potensi pengembangan paling kuat.
Dukungan Kementerian Perhubungan Perluas Program
Kementerian Sosial memberikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas dukungan penyediaan fasilitas untuk Sekolah Rakyat.
Kolaborasi Antar Kementerian
Sebelumnya, Kemensos telah memanfaatkan:
- Gedung milik Kemensos
- Fasilitas dari Kementerian Ketenagakerjaan
- Aset pemerintah daerah
Masuknya Kementerian Perhubungan memperluas cakupan lokasi sekaligus mempercepat implementasi program secara nasional.
Dampak Program Sekolah Rakyat bagi Masyarakat
Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi pendidikan bagi kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu yang belum terjangkau sistem pendidikan formal secara optimal.
Manfaat Langsung yang Diharapkan
- Meningkatkan akses pendidikan gratis
- Mengurangi angka putus sekolah
- Mendorong mobilitas sosial masyarakat bawah
- Menyiapkan keterampilan kerja berbasis kebutuhan industri
Program ini juga diharapkan mampu menjawab ketimpangan akses pendidikan di wilayah perkotaan dan pinggiran.
Konteks Program dan Kebijakan Nasional
Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial berbasis pendidikan.
Kondisi Sebelumnya
Selama ini, banyak kelompok masyarakat rentan menghadapi kendala:
- Keterbatasan biaya pendidikan
- Akses geografis
- Minimnya fasilitas belajar
Program ini menjadi intervensi langsung pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Curug Berpotensi Jadi Model Nasional
Pemilihan Curug sebagai lokasi prioritas menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang mulai mengintegrasikan fasilitas pendidikan lintas sektor.
Penggunaan kawasan pendidikan penerbangan sebagai Sekolah Rakyat membuka peluang model hybrid—yakni pendidikan umum berbasis vokasi. Ini berpotensi menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dasar, tetapi juga keterampilan teknis yang siap pakai.
Jika dikembangkan konsisten, model Curug bisa menjadi prototipe Sekolah Rakyat berbasis industri—menghubungkan langsung pendidikan sosial dengan kebutuhan tenaga kerja sektor strategis seperti transportasi dan logistik.
Tantangan Implementasi
Meski memiliki potensi besar, implementasi Sekolah Rakyat tetap menghadapi sejumlah tantangan:
- Standarisasi kurikulum lintas sektor
- Ketersediaan tenaga pengajar berkualitas
- Sinkronisasi antar kementerian
Namun, kolaborasi lintas institusi seperti yang dilakukan di Curug menjadi sinyal positif bahwa pendekatan multi-sektor mulai dijalankan secara konkret.
Peninjauan di Curug menandai langkah konkret pemerintah dalam mempercepat implementasi Sekolah Rakyat sebagai solusi pendidikan inklusif. Dengan dukungan lintas kementerian dan kesiapan infrastruktur, lokasi ini berpotensi menjadi model nasional yang memperkuat akses pendidikan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat (Timred/CN)
Sumber: Kementerian Sosial


















