
OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Kegiatan silaturahmi Kapolres OKI dengan organisasi pencak silat menjadi langkah strategis dalam memperkuat keamanan wilayah. AKBP Eko Rubiyanto mengunjungi pengurus PSHT Kabupaten OKI di Desa Rangkui Jaya, Kecamatan Pedamaran, Sabtu (4/4/2026) sore.
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan guna menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Ogan Komering Ilir.
Penguatan Sinergi Polisi dan Organisasi Silat
Sambutan Hangat dan Dialog Terbuka
Kedatangan Kapolres OKI beserta rombongan disambut langsung oleh Ketua Cabang PSHT OKI, Budi Wiyono, bersama jajaran pengurus dan anggota.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan yang sudah terjalin baik antara kepolisian dan organisasi masyarakat di daerah tersebut.
Kamtibmas Jadi Fokus Utama
Dalam kesempatan itu, Kapolres menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai tanggung jawab bersama.
Ia mengajak seluruh anggota PSHT untuk tetap solid secara internal dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik sosial.
Peran Strategis PSHT dalam Stabilitas Wilayah
Mitra Kepolisian di Tingkat Akar Rumput
Kapolres OKI menegaskan bahwa organisasi seperti PSHT memiliki peran strategis sebagai mitra kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Dengan jumlah anggota yang tersebar hingga tingkat desa, PSHT dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dini potensi gangguan keamanan.
Imbauan Hindari Pelanggaran Hukum
Dalam arahannya, Kapolres juga mengingatkan agar seluruh anggota:
- Tidak terlibat dalam bentrokan antarperguruan
- Menghindari tindakan yang melanggar hukum
- Menjaga nama baik organisasi
Ia juga mendorong anggota untuk aktif melaporkan potensi gangguan keamanan kepada aparat.
Konflik Perguruan Silat di Indonesia
Secara nasional, konflik antarperguruan silat masih menjadi isu yang kerap muncul di beberapa daerah.
Data kepolisian menunjukkan bahwa:
- Bentrokan sering dipicu oleh kesalahpahaman atau provokasi
- Keterlibatan massa dalam jumlah besar meningkatkan risiko kerusuhan
- Peran tokoh organisasi sangat menentukan dalam meredam konflik
Langkah silaturahmi seperti yang dilakukan Kapolres OKI menjadi salah satu pendekatan preventif yang banyak diterapkan.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas wilayah, antara lain:
- Mencegah potensi konflik sejak dini
- Meningkatkan komunikasi antara polisi dan masyarakat
- Mendorong peran aktif organisasi dalam menjaga keamanan
Menurut pihak kepolisian, pendekatan persuasif lebih efektif dalam menjaga ketertiban dibandingkan penindakan semata.
Pendekatan Preventif dalam Keamanan Sosial
Pendekatan silaturahmi yang dilakukan Kapolres OKI mencerminkan strategi keamanan berbasis kolaborasi. Dalam jangka pendek, langkah ini mampu meredam potensi konflik melalui komunikasi langsung dengan kelompok masyarakat.
Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi komunikasi dan tindak lanjut di lapangan. Tanpa koordinasi berkelanjutan, potensi konflik tetap dapat muncul, terutama di wilayah dengan dinamika sosial tinggi.
Dalam jangka panjang, penguatan peran organisasi masyarakat sebagai mitra keamanan dapat menjadi model yang efektif. Hal ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan, sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab kolektif.
Kunci stabilitas keamanan di daerah bukan hanya terletak pada aparat, tetapi juga pada kemampuan merangkul komunitas akar rumput seperti perguruan silat yang memiliki pengaruh sosial kuat.
Silaturahmi Kapolres OKI dengan PSHT di Pedamaran menjadi langkah strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan kolaboratif. Sinergi antara aparat dan organisasi masyarakat diharapkan mampu mencegah konflik serta memperkuat keamanan daerah.
Ke depan, komunikasi yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga di Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Asep)

















