
Banyuasin, cimutnews.co.id — Kepemimpinan AKBP Ruri Prastowo, S.IK., M.IK selama menjabat sebagai Kapolres Banyuasin menuai apresiasi luas dari kalangan insan pers di daerah tersebut. Sosok perwira menengah Polri itu dinilai berhasil membangun pola komunikasi yang terbuka, profesional, dan penuh empati terhadap kebutuhan kerja jurnalistik.
Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Banyuasin, M. Noto Prayitno, dalam wawancara eksklusif bersama cimutnews.co.id. Menurut dirinya, AKBP Ruri bukan hanya hadir sebagai pemimpin institusi kepolisian, tetapi juga menjadi mitra dialogis yang memahami pentingnya peran media dalam ekosistem informasi publik.
“Selama AKBP Ruri Prastowo memimpin Polres Banyuasin, hubungan antara kepolisian dan insan pers berjalan dengan sangat baik, humanis, serta saling menghargai,” ujar Prayitno, Rabu (7/1/2026). “Beliau sosok Kapolres yang peduli pada jurnalis, terbuka terhadap setiap upaya konfirmasi, dan tidak pernah mempersulit kerja-kerja jurnalistik. Ini sangat penting untuk menciptakan iklim pemberitaan yang sehat dan berimbang.”
Keterbukaan Informasi Kunci Kepercayaan Publik
Dalam dunia pemberitaan, keterbukaan informasi kerap menjadi tantangan. Menurut Noto, langkah AKBP Ruri yang selalu responsif terhadap permintaan klarifikasi jurnalis menjadi angin segar bagi media lokal. Pola komunikasi ini memberikan ruang bagi wartawan untuk menyampaikan informasi secara akurat, sekaligus menjaga kualitas narasi yang diterima masyarakat.
“Transparansi yang dibangun Pak Ruri sangat membantu jurnalis untuk menyampaikan fakta secara jelas kepada publik,” sambung Noto. “Keterbukaan ini bukan hanya memudahkan kerja wartawan, tetapi juga menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.”
Ia menegaskan, dalam situasi maraknya hoaks dan disinformasi, keterlibatan aktif pihak kepolisian dalam memberikan informasi faktual sangat penting. Media membutuhkan akses yang cepat dan jelas, sementara Polri membutuhkan pemberitaan yang berimbang serta edukatif. Sinergi ini, menurut Prayitno, berjalan sangat baik selama AKBP Ruri berada di Banyuasin.
Contoh Harmonis Sinergi Aparat dan Media
Sinergi yang terjalin antara Polres Banyuasin dan insan pers juga disebut sebagai model hubungan ideal antara aparat penegak hukum dan media di tingkat daerah. Komunikasi yang cair dan saling memahami tugas masing-masing menjadi fondasi hubungan yang sehat.
“Relasi yang baik ini menjadi contoh positif bagaimana kepolisian dan jurnalis dapat berjalan beriringan untuk menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat,” kata Prayitno.
Di banyak daerah, hubungan media dan aparat sering kali mengalami gesekan, mulai dari minimnya akses informasi hingga miskomunikasi saat liputan lapangan. Namun, apa yang dilakukan AKBP Ruri menunjukkan bahwa kerja sama yang baik bukan hanya memungkinkan, tetapi dapat menjadi kekuatan dalam menjaga ruang informasi tetap jernih.
Amanah Baru di Muba, Harapan Masih Sama
Kini, usai menerima amanah baru sebagai Kapolres Musi Banyuasin (Muba), harapan besar kembali disampaikan oleh organisasi pers setempat. Mereka percaya gaya kepemimpinan AKBP Ruri selama di Banyuasin akan menjadi modal penting untuk membangun harmonisasi serupa di daerah tugas barunya.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau di Polres Muba, pola komunikasi yang humanis dan terbuka itu bisa terus dilanjutkan,” harap Noto.
Menurutnya, jurnalis membutuhkan kepastian akses informasi yang sehat dan responsif. Tanpa itu, ruang pemberitaan menjadi kabur dan berpotensi melahirkan opini publik yang salah arah. Karena itu, keberlanjutan pola komunikasi yang sudah dibangun di Banyuasin sangat diharapkan juga hadir di Muba.
“Semoga Pak Ruri tetap komunikatif dan terus memberikan ruang yang kondusif bagi pers menjalankan tugas-tugas jurnalistik,” ujarnya.
Media dan Polri adalah Mitra Strategis
Noto menegaskan bahwa keberadaan media tidak bisa dipisahkan dari tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Media berperan sebagai jembatan informasi, penyampai edukasi, sekaligus sarana untuk meredam peredaran hoaks di tengah masyarakat.
“Pers dan Polri pada dasarnya memiliki tujuan yang sama: melayani masyarakat,” ungkapnya. “Ketika komunikasi terjalin dengan baik, maka kepercayaan publik akan semakin menguat. Ini modal penting bagi keamanan dan ketertiban di daerah.”
Ia menambahkan, kolaborasi sehat antara aparat dan jurnalis bukan hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas informasi publik.
Menatap Ke Depan: Ruang Kolaborasi Lebih Besar
Dengan perpindahan tugas AKBP Ruri, insan pers Banyuasin tetap berharap hubungan yang telah terbangun tidak hanya berhenti, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi pejabat kepolisian lainnya. Mereka menilai figur seperti Ruri dibutuhkan di banyak wilayah, terutama sebagai contoh kepemimpinan yang inklusif dan tidak alergi terhadap kritik maupun kontrol sosial.
“Kami percaya, kepemimpinan yang menghargai pers seperti ini akan menciptakan ruang kolaborasi yang lebih besar ke depan,” tutup Prayitno.
(Noto)

















