Beranda Palembang Slogan “Palembang Nyaman dan Aman” Jadi Sorotan, Warganet Geram Maraknya Premanisme dan...

Slogan “Palembang Nyaman dan Aman” Jadi Sorotan, Warganet Geram Maraknya Premanisme dan Pemalakan

52
0
Aktivitas lalu lintas di pusat Kota Palembang yang kini dinilai warga perlu pengamanan lebih intensif. (Foto: poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Slogan “Palembang Nyaman dan Aman” yang pernah digaungkan Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Primasalam saat masa kampanye kembali memantik perdebatan publik. Harapan akan kota yang lebih tertib dan ramah tampaknya bertolak belakang dengan maraknya kasus premanisme dan pemalakan yang kini menjadi keluhan utama warga.

Dalam beberapa bulan terakhir, serangkaian peristiwa kriminal menjadi sorotan warganet dan masyarakat luas. Setidaknya tiga kejadian besar mencuat dan menyita perhatian publik, sekaligus memunculkan kembali kritik terhadap kondisi keamanan Kota Palembang.

Rentetan Kasus Premanisme Memicu Kekhawatiran

Peristiwa pertama menimpa seorang jurnalis nasional, yang menjadi korban tindakan premanisme saat menjalankan aktivitas di Palembang. Kejadian ini sempat heboh di kalangan media karena menyasar profesi yang identik dengan kerja-kerja publik.

Tak lama berselang, kasus kedua terjadi di Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang yang seharusnya menjadi ruang aman bagi wisatawan. Seorang wisatawan asal Lampung mengalami penjambretan dan kehilangan barang berharganya. Peristiwa ini memicu keprihatinan banyak pihak, terutama karena lokasi kejadian berada di salah satu kawasan paling ramai dan terang di pusat kota.

Kasus ketiga terjadi di Simpang Lampu Merah Macan Lindungan, yang disebut warga sebagai salah satu titik paling rawan aksi pemalakan. Sejumlah sopir mengaku menjadi sasaran ketika kendaraan mereka berhenti di lampu merah. Pelaku diduga meminta uang dengan dalih “uang keamanan”, dan korban sering kali tidak kuasa menolak karena situasi yang mengintimidasi.

Serangkaian kejadian tersebut memperkuat stigma bahwa Palembang masih bergulat dengan masalah keamanan, meski pemerintah telah menjanjikan perbaikan melalui berbagai program.

Warganet: Resah, Kesal, dan Jenuh

Isu premanisme ini mencuat kembali setelah diunggah oleh akun Instagram @palembangssci, akun yang selama ini dikenal aktif membagikan informasi ragam kejadian sosial di Kota Palembang. Unggahan tersebut langsung memicu gelombang komentar pedas dari warganet yang merasa semakin tidak aman di kota sendiri.

Baca juga  Jelang Liga 2 2025, Sriwijaya FC Agendakan Uji Coba Kontra Persipura dan PSS Sleman di Yogyakarta

Berikut beberapa komentar warganet yang berhasil dihimpun:

  1. mas_wondoe

Dengan nada geram ia menulis:

“Tolong pak Polisi. Mun ketemu pelakunye nitip 2 lubang di sikil nyo.”
Senin (24/11/2025).

Komentar ini menggambarkan rasa frustrasi warga yang berharap aparat bertindak tegas dan efektif.

  1. rizkyramadhan040198

Mengungkapkan betapa sulitnya posisi masyarakat dalam menghadapi kriminalitas:

“Serba salah jadi rakyat jelata. Kito melawan pelaku kriminal dijadikan tersangka, giliran kito diam biso mati macam si korban. Oh inilah Konoha nyo Indonesia.”

Komentarnya menyoroti kecemasan masyarakat akan kriminalitas yang seolah dapat menimpa siapa saja tanpa perlindungan memadai.

  1. akmalkurniawn

Mengkritik keras pola penanganan aparat yang dinilai hanya reaktif:

“Galak nak maluke Palembang cak ini. Nunggu viral baru di-TL samo pak wali kota, polisi. Habis itu dikontenek, terus dak dilakuke apo-apo lagi. Pancen hukumnyo dak belajar dari kejadian sebelumnya.”

Komentar ini menyinggung kebiasaan pemerintah dan aparat yang dianggap bergerak setelah viral, bukan berdasarkan patroli atau langkah pencegahan.

Slogan Kampanye Jadi Sorotan: Antara Harapan dan Kenyataan

Slogan “Palembang Nyaman dan Aman” kini berubah menjadi pertanyaan publik. Sejumlah warga menilai situasi di lapangan masih jauh dari kata aman, terutama di titik-titik strategis yang ramai masyarakat.

Berbagai kasus yang viral ini menimbulkan kegelisahan kolektif dan menjadi indikator bahwa warga mendambakan perubahan nyata. Bukan sekadar respons setelah viral, tapi tindakan preventif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sejumlah pegiat sosial bahkan menyebut kondisi keamanan ini dapat berdampak buruk pada sektor wisata, pertumbuhan ekonomi, dan citra Kota Palembang sebagai kota besar yang seharusnya lebih tertata.

Pemerintah dan Aparat Diharap Bergerak Lebih Cepat

Masyarakat berharap kejadian-kejadian tersebut tidak hanya berhenti sebagai viral sesaat, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata. Mulai dari peningkatan patroli, pemetaan titik rawan, penertiban preman, hingga evaluasi sistem keamanan di ruang publik.

Baca juga  Gubernur Herman Deru dan TLCI Chapter 22 Palembang Gelar Touring ke Pagar Alam, Promosikan Wisata dan Salurkan Bansos

Warga juga berharap pemerintah kota memberikan penjelasan resmi dan memastikan bahwa slogan kenyamanan dan keamanan bukan sekadar janji politik.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi CimutNews.co.id masih menunggu pernyataan resmi dari Wali Kota Palembang, Wakil Wali Kota, maupun pihak kepolisian. (Timred/CN)