Home Palembang Sumsel Jadi Provinsi Percontohan Traceability Ekspor Nasional, Go-Export Resmi Diluncurkan

Sumsel Jadi Provinsi Percontohan Traceability Ekspor Nasional, Go-Export Resmi Diluncurkan

59
0
Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean bersama Gubernur Sumsel Herman Deru saat peluncuran Aplikasi Go-Export di Pelabuhan Boom Baru Palembang. (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan langkah progresif dalam penguatan tata kelola ekspor nasional. Melalui peluncuran Aplikasi Go-Export, Sumsel resmi ditetapkan sebagai provinsi percontohan penerapan sistem ketelusuran (traceability) ekspor di tingkat provinsi, sebuah terobosan yang dinilai menjawab tuntutan pasar global terhadap transparansi dan keberlanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, saat menghadiri peluncuran Aplikasi Go-Export sekaligus Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Sumsel di Lapangan PTP 03 Pelabuhan Boom Baru PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang, Senin (15/12/2025) siang.

Dalam sambutannya, Sahat mengapresiasi langkah inovatif Pemprov Sumsel yang dinilainya sebagai yang pertama di Indonesia dalam mengimplementasikan sistem ketelusuran ekspor secara terintegrasi di level provinsi. Menurutnya, Go-Export merupakan jawaban konkret atas kebutuhan dunia internasional terhadap transparansi asal-usul produk.

“Ketelusuran itu sangat penting. Ketika terjadi persoalan, kita bisa segera mengetahui asalnya dari kabupaten mana dan melakukan intervensi secara cepat. Konsumen dunia saat ini juga ingin mengetahui asal produk, proses produksi, hingga aspek konservasi. Sistem ini menjawab semua tuntutan itu,” ujar Sahat.

Ia menegaskan, keberhasilan Sumsel akan menjadi rujukan nasional. Sistem Go-Export dinilai siap direplikasi oleh provinsi lain karena telah terhubung dengan rantai pasok dan sistem nasional, termasuk Bea dan Cukai. Menurut Sahat, inisiatif ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 yang menuntut tata kelola perdagangan modern, transparan, dan akuntabel.

“Saya sudah menyampaikan ini ke empat gubernur, dan Bapak Herman Deru yang pertama bisa mewujudkannya. Sumsel akan menjadi provinsi model,” katanya optimistis.

Lebih jauh, Sahat berharap Sumsel dapat menjadi provinsi yang paripurna, tidak hanya dari sisi sistem, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan komoditas. Ia meyakini sistem ketelusuran mampu memutus mata rantai perdagangan yang merugikan petani dan pelaku usaha kecil, termasuk ketergantungan pada tengkulak, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

Baca juga  HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan Sumsel, Herman Deru Tekankan Peran Strategis Perempuan ASN dalam Pembangunan

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa Go-Export bukan sekadar aplikasi digital, melainkan simbol perubahan paradigma dalam pengelolaan ekspor daerah. Menurutnya, Sumsel memiliki potensi komoditas yang sangat besar dan beragam, namun selama ini belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu sistem yang solid.

“Kita tidak hanya meluncurkan aplikasi, tetapi membangun spirit baru. Sumsel adalah provinsi penghasil hampir seluruh komoditas strategis nasional. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi itu terintegrasi dengan baik, dari hulu hingga hilir,” tegas Herman Deru.

Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekspor berbasis ketelusuran. Ia mengapresiasi peran Badan Karantina Indonesia, Balai Karantina Sumsel, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat aktif dalam pengembangan Go-Export.

Menurutnya, integrasi data dan proses menjadi kunci agar komoditas Sumsel mampu bersaing di pasar global. Dengan sistem traceability, setiap produk ekspor dapat ditelusuri asal-usulnya secara jelas, mulai dari daerah produksi, proses pengolahan, hingga distribusi ke negara tujuan.

Pada tahap awal implementasi, Aplikasi Go-Export difokuskan pada tiga komoditas unggulan Sumsel, yakni kopi, paha kodok, dan santan. Ketiga komoditas tersebut dipilih karena memiliki pasar ekspor yang stabil serta rantai pasok yang siap diintegrasikan ke dalam sistem digital. Ke depan, Pemprov Sumsel menargetkan seluruh komoditas ekspor daerah dapat masuk ke dalam platform Go-Export.

Peluncuran aplikasi ini juga dirangkaikan dengan pelepasan ekspor perdana 21 ton minyak kelapa mentah (CPO) tujuan Malaysia dengan nilai sekitar Rp2,4 miliar. Momentum tersebut menjadi penanda nyata transformasi sistem perdagangan Sumsel menuju ekspor yang transparan, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Melalui Go-Export, Pemprov Sumsel berharap dapat meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat kepercayaan pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Dengan menjadi provinsi percontohan, Sumsel kembali menegaskan perannya sebagai pionir inovasi kebijakan publik di sektor perdagangan dan ekspor nasional. (Poerba)