Home Palembang Sumsel Mantapkan Pengendalian Inflasi & Digitalisasi Daerah, Herman Deru Buka Rakor TPID–TP2DD...

Sumsel Mantapkan Pengendalian Inflasi & Digitalisasi Daerah, Herman Deru Buka Rakor TPID–TP2DD 2025

57
0
Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat membuka Rakor TPID–TP2DD di Hotel Aryaduta Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat upaya stabilisasi harga dan percepatan digitalisasi daerah. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi sekaligus Capacity Building High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sumatera Selatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (2/12/2025).

Pertemuan strategis ini mempertemukan pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, BPS, perwakilan kabupaten/kota, serta jajaran OPD untuk merumuskan langkah konkret mengendalikan inflasi sekaligus memperluas digitalisasi sistem keuangan daerah.

Herman Deru: Sinergi Semua Pihak Kunci Stabilitas Inflasi Sumsel

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa capaian Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi dengan pengendalian inflasi terbaik bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil konsistensi dan kekompakan seluruh pemangku kepentingan.

“Ini berkat kekompakan kita semua—BI, BPS, OJK, TPID, TP2DD, OPD, hingga seluruh lapisan yang terus bersinergi membentuk citra positif bagi inflasi dan perkembangan ekonomi Sumatera Selatan,” kata Deru.

Ia juga menyoroti peran penting Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), sebuah program inovasi yang lahir pada masa pandemi 2021 sebagai jawaban atas tantangan kenaikan harga pangan serta keterbatasan distribusi. Menurut Deru, program ini terbukti menekan gejolak harga sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Gubernur mengingatkan bahwa rakor bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk merumuskan arah baru, memperkuat strategi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Bank Indonesia: GSMP Jadi Program Paling Berpengaruh Tekan Inflasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, dalam laporannya memberikan apresiasi kepada para penerima TPID dan TP2DD Awards 2025 sebagai bentuk komitmen daerah dalam menekan inflasi dan memperkuat digitalisasi.

Baca juga  UIN Raden Fatah Gandeng PT Dspec Internasional Medika Dukung Tes Psikologi Pemohon SIM di Polda Sumsel

Ia menjelaskan bahwa sepanjang 2025, kondisi perekonomian Sumsel tergolong solid.

  • Pertumbuhan ekonomi Sumsel tercatat 5,2%, lebih tinggi dibanding angka nasional yang sebesar 5,04%.
  • Inflasi tahunan Sumsel berada pada 2,91%, sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional di angka 2,72%.

Meski demikian, Bambang mengingatkan masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang belum menyelesaikan pengumpulan data monitoring inflasi. Menurutnya, kelengkapan data sangat penting untuk keakuratan analisis kebijakan.

Ia juga menegaskan bahwa GSMP menjadi salah satu program paling nyata dalam membantu pengendalian inflasi Sumsel.

“GSMP ini luar biasa, memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga. BI siap mendampingi dan mendukung penuh pelaksanaan program GSMP pada 2025 dan 2026,” tegas Bambang.

Selain pengendalian inflasi, BI menekankan pentingnya menjaga konsumsi pemerintah, meningkatkan realisasi belanja daerah, serta memperkuat digitalisasi transaksi untuk mempercepat perputaran ekonomi.

Digitalisasi Sistem Keuangan Daerah Semakin Menguat

TP2DD menjadi bagian penting dalam agenda ini. Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital, termasuk:

  • perluasan QRIS untuk transaksi publik,
  • digitalisasi retribusi dan pajak daerah,
  • peningkatan literasi keuangan digital bagi masyarakat,
  • penguatan sistem elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP).

Digitalisasi dinilai mampu menekan kebocoran, meningkatkan akuntabilitas, serta mempercepat layanan publik. Sumsel sendiri termasuk provinsi dengan kinerja TP2DD terbaik di tingkat nasional.

Peserta Hadir dari Berbagai Kabupaten/Kota Se-Sumsel

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting di antaranya:

  • Walikota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat,
  • Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani,
  • Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto,
  • Sekda Sumsel H. Edward Candra,
  • Sekda kabupaten/kota se-Sumsel,
  • Para Kepala OPD Sumsel,
  • serta jajaran perbankan dan lembaga terkait.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat kebijakan pengendalian inflasi berbasis data dan inovasi digital.

Baca juga  Golkar Sumsel Peringati HUT ke-61 dengan Doa Bersama, Tanpa Hiruk Pikuk Politik

Langkah Strategis: Stabilitas Harga & Pertumbuhan Ekonomi 2026

Melalui rakor dan capacity building ini, Pemprov Sumsel menegaskan tiga fokus utama:

  1. Menjaga stabilitas harga pangan dan energi agar tetap terjangkau.
  2. Memperluas digitalisasi pembayaran dalam layanan pemerintah dan transaksi masyarakat.
  3. Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi program lintas instansi.

Dengan capaian positif pada 2024–2025, Sumsel optimistis mampu menjaga performa ekonomi yang stabil dan tangguh pada tahun-tahun berikutnya. (Poerba)