Beranda Ogan Komering Ilir Tabligh Akbar Maulid Nabi & Gerakan Anti Nganggur: Perpaduan Dakwah dan Solusi...

Tabligh Akbar Maulid Nabi & Gerakan Anti Nganggur: Perpaduan Dakwah dan Solusi Sosial di Kayuagung

1203
0
Suasana Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Wirid Bulanan BKMT di Masjid Al-Furqon Celikah Kayuagung, Kabupaten OKI, Sumsel, 23–24 September 2025.

Kayuagung, cimutnews.co.id – Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, pada 23–24 September 2025, terasa berbeda. Bukan sekadar peringatan hari besar Islam, kegiatan yang dirangkai dengan wirid bulanan BKMT Kecamatan Kota Kayuagung ini menjadi ajang penguatan iman sekaligus ruang berbagi solusi atas persoalan sosial-ekonomi umat.

Acara yang digelar di Masjid Al-Furqon Celikah Kayuagung ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten OKI, BKMT, Gerakan Indonesia Anti Nganggur (Gerai Anggur), Ikatan Keluarga Minang, IKPM, DPD PKDP OKI, hingga Perkumpulan Keluarga Agam Bukittinggi (PERKAB OKI). Kehadiran tokoh nasional dan daerah membuat suasana kian semarak dan penuh makna. Hadir juga Ketua DPC BKMT Kecamatan Kayuagung ibu Hidayah, S.Ag, Ketua DPD DMI Darmawi, SIP, perwakilan dari Kemenag OKI

Dakwah dan Konsolidasi Umat Se-Sumatera

Salah satu tokoh utama yang hadir adalah DR.(C) H. Abdul Aziz, SP., MM, Ketua BKMT Sumbar sekaligus Korwil BKMT se-Sumatera. Ia menuturkan bahwa Kayuagung menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian safari dakwahnya

Salah satu tokoh utama yang hadir adalah DR.(C) H. Abdul Aziz, SP., MM, Ketua BKMT Sumbar sekaligus Korwil BKMT se-Sumatera. Ia menuturkan bahwa Kayuagung menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian safari dakwahnya.

“Perjalanan dakwah ini sudah dimulai sejak 18 September. Kami berangkat dengan empat orang tim. Dari Sumbar ke Jambi, Batanghari, Sungai Lilin, Palembang, hingga akhirnya tiba di Kayuagung. Setiap daerah kami laksanakan tabligh akbar, shalat subuh berjemaah, konsolidasi, serta penguatan organisasi BKMT,” ungkapnya.

Menurut Abdul Aziz, kehadiran BKMT menjadi wadah penting dalam membangun tradisi ilmu di kalangan masyarakat, terutama jamaah berusia lanjut yang tidak mungkin lagi duduk di bangku sekolah formal.

“Alhamdulillah, dengan adanya BKMT ada kurikulum, ada wirid mingguan hingga bulanan. Di Sumatera Barat misalnya, minggu pertama tingkat provinsi, minggu kedua di kabupaten/kota, minggu ketiga di kecamatan, dan minggu keempat di masjid atau mushola. Jadi jamaah tetap bisa menuntut ilmu secara berjenjang,” jelasnya.

Baca juga  Cafe Pemersatu Bangsa Kodim 0402, Tempat Kongkow Positif Anak Muda OKI

Abdul Aziz menegaskan, kunci kebahagiaan dunia-akhirat adalah ilmu. “Ingin mudah hidup, ingin bahagia, tentu dengan ilmu. Karena itu belajar harus terus dilakukan, insyaAllah endingnya kita akan sejahtera. Moto BKMT jelas: dakwah mati-matian, dakwah sampai mati. Mati dalam berdakwah,” tegasnya.

Prof. Willy: Dari Panggung Dakwah ke Solusi Pengangguran

Selain kajian keagamaan, tabligh akbar kali ini juga menghadirkan perspektif berbeda dari Prof. Willy, PhD, seorang trainer profesional dan motivator internasional yang juga Ketua Yayasan Anak Muda Anti Nganggur

Selain kajian keagamaan, tabligh akbar kali ini juga menghadirkan perspektif berbeda dari Prof. Willy, PhD, seorang trainer profesional dan motivator internasional yang juga Ketua Yayasan Anak Muda Anti Nganggur.

Di hadapan jamaah, Prof. Willy menyampaikan keresahan akan tingginya angka pengangguran di Indonesia, termasuk mereka yang sudah bergelar sarjana.

“Banyak orang tua mengeluh, anaknya sudah kuliah, sudah jadi sarjana, tapi tetap menganggur. Ini bencana sosial yang nyata. Karena itu lahirlah Gerakan Indonesia Anti Nganggur (Gerai Anggur). Kami hadir bukan hanya untuk mengkritik, tapi membawa solusi,” katanya.

Gerakan ini, lanjut Willy, menyiapkan berbagai program pemberdayaan. Bahkan, bagi jamaah yang belum sempat berangkat umroh, tersedia program inovatif berupa “pulang umroh bisa mendapat pensiun”.

“InsyaAllah program ini bisa membantu umat secara luas. Jadi jangan putus asa, tetap semangat, karena Gerakan Anti Nganggur ada untuk kita semua,” ujarnya penuh optimisme.

Antusiasme Jamaah Kayuagung

Hj. Sandra Atika, Ketua DPD BKMT Kabupaten OKI, merasa bersyukur atas suksesnya acara ini. Menurutnya, tabligh akbar Maulid Nabi sekaligus wirid bulanan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen peningkatan karakter dan ilmu bagi jamaah BKMT.

Hj. Sandra Atika, Ketua DPD BKMT Kabupaten OKI, merasa bersyukur atas suksesnya acara ini. Menurutnya, tabligh akbar Maulid Nabi sekaligus wirid bulanan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen peningkatan karakter dan ilmu bagi jamaah BKMT.

“Alhamdulillah, antusiasme jamaah sangat tinggi. Kehadiran tokoh seperti DR.(C) Abdul Aziz dan Prof. Willy menjadi motivasi besar. Semoga jamaah dan anggota BKMT OKI semakin berkarakter, berilmu, dan istiqamah,” ujarnya.

Baca juga  Kejari OKI Diganjar Dua Penghargaan atas Peran Aktif dalam Penegakan Hukum Agraria

Jamaah pun tampak larut dalam suasana religius sekaligus tercerahkan dengan gagasan sosial yang dibawa. Perpaduan dakwah dan motivasi ini meneguhkan peran masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, melainkan juga pusat pemberdayaan masyarakat.

Dakwah dan Solusi Nyata: Dua Sayap Perubahan

Kegiatan tabligh akbar ini memberikan pesan mendalam: dakwah bukan hanya soal ceramah, tetapi juga menyentuh persoalan riil umat. Di satu sisi, Abdul Aziz meneguhkan pentingnya menuntut ilmu agar umat hidup bahagia dunia-akhirat. Di sisi lain, Prof. Willy menawarkan solusi konkret menghadapi pengangguran, masalah yang kian menghantui generasi muda.

Keduanya melengkapi. Dakwah membangun jiwa, motivasi membangun kehidupan sosial-ekonomi. Dari Kayuagung, semangat ini diharapkan menyebar luas ke daerah lain, menjadikan tabligh akbar bukan sekadar ritual, tetapi juga momentum lahirnya gerakan perubahan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan wirid bulanan BKMT di Kayuagung tahun ini tercatat bukan hanya sebagai agenda rutin, tetapi juga catatan sejarah kecil tentang bagaimana dakwah dan solusi sosial bisa bersinergi. Kehadiran tokoh nasional, dukungan masyarakat Minang, hingga semangat jamaah lansia yang terus haus ilmu, menjadikan acara ini begitu istimewa.

Dari Masjid Al-Furqon Celikah Kayuagung, gema dakwah dan semangat pemberdayaan umat menggema, membawa harapan agar umat Islam semakin kuat, berilmu, dan berdaya.

Dari Masjid Al-Furqon Celikah Kayuagung, gema dakwah dan semangat pemberdayaan umat menggema, membawa harapan agar umat Islam semakin kuat, berilmu, dan berdaya.

Penulis : Kang Asep Redaksi cimutnews.co.id 

Penulis : Kang Asep