
OKU Selatan, cimutnews.co.id – Warga Desa Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, akhirnya mulai bernapas lega. Setelah sempat diresahkan oleh aksi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang merusak sejumlah fasilitas rumah warga, persoalan tersebut kini perlahan menemukan titik terang berkat kesigapan dan pendekatan humanis jajaran Polsek Buay Pemaca.
Peristiwa yang sempat memicu kekhawatiran warga ini terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Seorang ODGJ dilaporkan kerap bertindak di luar kendali, termasuk merusak rumah warga di lingkungan Desa Karet Jaya. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa tidak aman, terlebih karena aktivitas sehari-hari mereka terganggu.
Menindaklanjuti laporan warga, Polsek Buay Pemaca bergerak cepat dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan kemanusiaan. Aparat kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada upaya penanganan medis dan sosial terhadap pasien ODGJ tersebut.
Kapolsek Buay Pemaca melalui jajarannya menjelaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Koordinasi lintas sektor menjadi langkah utama guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur dan tidak melanggar hak-hak pasien.
“Penanganan ODGJ tidak bisa dilakukan secara sepihak. Harus ada kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan keluarga pasien agar solusi yang diambil benar-benar tepat,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Dalam proses koordinasi tersebut, Polsek Buay Pemaca menggandeng Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, pihak Puskesmas, Camat Buay Pemaca, perangkat desa, hingga keluarga pasien. Dari hasil musyawarah bersama, disepakati bahwa masing-masing instansi menjalankan tugas dan fungsinya sesuai kewenangan.
Tahapan penanganan dimulai dari pemberkasan administrasi, termasuk pengurusan persyaratan BPJS Kesehatan pasien, pembuatan rekomendasi medis dan sosial, hingga koordinasi rujukan dengan RS Ernaldi Bahar sebagai rumah sakit jiwa rujukan di Sumatera Selatan.
Selain itu, pihak keluarga pasien juga menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah dan aparat kepolisian. Keluarga menyetujui rencana perawatan pasien di RSJ Ernaldi Bahar dan berkomitmen untuk bersikap kooperatif selama proses penanganan berlangsung.
Langkah ini mendapat apresiasi dari warga Desa Karet Jaya. Mereka menilai pendekatan yang dilakukan aparat dan pemerintah tidak hanya menenangkan situasi, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang yang lebih manusiawi, baik bagi warga maupun pasien ODGJ itu sendiri.
“Kami berharap setelah pasien mendapatkan perawatan yang layak, situasi desa bisa kembali aman dan kondusif. Warga ingin hidup tenang tanpa rasa takut,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila menghadapi persoalan serupa. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau kepolisian agar dapat ditangani sesuai aturan dan standar kemanusiaan.
Menurut Polsek Buay Pemaca, kasus ini menjadi contoh pentingnya sinergi antarinstansi dalam menangani persoalan sosial di tengah masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, permasalahan sensitif seperti ODGJ dapat ditangani secara tepat tanpa menimbulkan konflik baru.
Hingga saat ini, proses administrasi dan koordinasi terus berjalan. Aparat kepolisian memastikan akan tetap melakukan pemantauan hingga pasien benar-benar mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa dan kondisi lingkungan desa kembali aman.
Warga Desa Karet Jaya pun berharap upaya ini menjadi solusi akhir dari keresahan yang mereka alami. Mereka optimistis, dengan penanganan yang tepat dan dukungan semua pihak, kehidupan bermasyarakat di desa tersebut dapat kembali berjalan normal, aman, dan tenteram. (Timred/CN)













