
OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Langit Kayuagung yang teduh pada Selasa pagi (17/2/2026) menjadi saksi kebersamaan ribuan umat Islam yang melangkah penuh harap dalam kegiatan Tarhib Akbar Ramadhan 1447 Hijriah bertema Kolaborasi Berkah di Bulan Ramadhan. Pawai yang dimulai dari Lapangan Segitiga Mas dan berakhir di Masjid Agung Sholihin itu tidak sekadar seremoni penyambutan, melainkan ungkapan syukur, kerinduan, dan kegembiraan menyongsong bulan suci yang dinanti setiap hati beriman.
Kegiatan Tarhib Akbar secara resmi dilepas oleh Kepala Kesbangpol OKI, Irawan Sulaiman, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKI, H. Syarip, S.Ag., M.Pd.I. Dengan lantunan basmalah dan takbir, keduanya menandai dimulainya rangkaian tarhib yang berlangsung khidmat dan tertib, mencerminkan semangat spiritual sekaligus kebersamaan umat Islam di daerah tersebut.

Agenda ini diinisiasi Forum Komunikasi Organisasi Islam Majelis Taklim se-Kabupaten OKI bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) OKI, serta didukung Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan unsur pemuda remaja masjid. Kolaborasi lintas elemen tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi keagamaan di tengah masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa Ramadhan hadir sebagai momentum persatuan, bukan perbedaan.

Tradisi tarhib Ramadhan telah menjadi bagian dari syiar Islam di berbagai daerah di Indonesia. Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi sosial agar masyarakat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, sikap yang tertib, serta kepedulian yang semakin tumbuh. Gambaran tersebut tampak nyata di OKI, ketika jamaah dari ormas Islam, majelis taklim, hingga pondok pesantren berjalan bersama dalam satu irama doa dan harapan.

Panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar seribu orang. Meski persiapan berlangsung relatif singkat, antusiasme masyarakat justru terasa semakin kuat. Cuaca mendung yang meneduhkan menambah nuansa haru, seolah mengiringi langkah-langkah menuju bulan ampunan dengan ketenangan dan kekhusyukan.
Bupati OKI H. Muhhendi Mahzareki melalui Kepala Kesbangpol OKI menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung kareba harus mendampingi kunjungan Gubernur Sumatera Selatan di Sungai Menang. Namun, pemerintah daerah tetap menyampaikan salam hangat serta ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H kepada seluruh masyarakat.
Dalam pesannya, pemerintah mengajak umat Islam meningkatkan iman dan takwa mulai dari diri sendiri dan keluarga. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama Ramadhan, khususnya bagi generasi muda agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman umum. Seruan tersebut diharapkan menjadikan Ramadhan sebagai momentum penyucian diri yang nyata, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKI, H. Syarip, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tarhib Akbar yang digagas DMI bersama ormas Islam. Menurutnya, kegiatan ini merupakan panggilan hati umat untuk menyambut Ramadhan dengan kebersamaan dan doa. Ia juga menilai keberhasilan acara—meski dipersiapkan dalam waktu singkat—menjadi bukti kuatnya semangat persaudaraan di tengah masyarakat. Ke depan, ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih besar dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan.
Ketua MUI Kabupaten OKI, K.H. Muazni Masykur, menegaskan bahwa Tarhib Akbar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sumber motivasi spiritual agar umat menyambut Ramadhan dengan kesiapan ibadah dan hati yang bersih. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus berlanjut sepanjang bulan suci dan berkembang menjadi gerakan dakwah berkelanjutan di tengah masyarakat.
Ucapan terima kasih turut disampaikan Ustadz Darmawi kepada seluruh pihak, termasuk jajaran kepolisian, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia menilai sesuatu yang dipersiapkan dengan niat tulus—meski sederhana—sering kali justru menghadirkan keberkahan besar. Ia juga mendorong penguatan kelembagaan forum ormas Islam dan majelis taklim agar mampu menjadi kekuatan dakwah yang memberi manfaat luas bagi umat.
Perwakilan Polres OKI melalui KBO Polres berharap Tarhib Akbar semakin mempererat silaturahmi serta menumbuhkan persaudaraan yang damai dan islami. Kehadiran aparat keamanan dalam kegiatan keagamaan menjadi bagian dari komitmen menjaga kenyamanan umat dalam menjalankan ibadah.
Sandra Atika, S.Km ketua BKMT Kabupaten OKI, Kami dari BKMT mengikuti tarhib akbar ramadhan yang diselenggarakan oleh DMI Kabupaten OKI bersama-sama dengan ormas yang lain juga dari pengajian-pengajian dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1447 H
Ustadz Anton Sujarwo. SH.S.Pd Gr. menyampaikan rasa syukur karena tarhib dapat terlaksana secara berjemaah dengan dukungan luas masyarakat. Takbir yang bergema menjadi penanda harapan bahwa Ramadhan tahun ini membawa kebaikan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Senada dengan itu, perwakilan Forum Komunikasi Ormas Islam OKI menyampaikan optimisme bahwa masyarakat OKI akan menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita dan keberkahan.
Sementara Zamhari, S.H.I, Sekretaris DMI OKI dan sekaligus atas nama kami dari forum komunikasi ormas islam se kabupaten OKI menyambut bulan suci rahadhan 1447 H dengan penuh suka cita, insyaAllah seluruh masyarakat ogan komering ilir akan menyambut dengan baik dan akan mendaptkan keberkahan dari Allah SWT, Amin
Momentum Tarhib Akbar ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar datang dan pergi, melainkan kesempatan memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Di tengah dinamika kehidupan, Ramadhan hadir sebagai cahaya yang menenangkan dan mengajak manusia kembali pada nilai keimanan serta kasih sayang.
Pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat pun berkomitmen menjaga suasana kondusif agar ibadah berlangsung khusyuk. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting bagi kehidupan beragama yang harmonis sekaligus memperkuat ketahanan sosial daerah.
Dengan linangan haru dan doa yang mengiringi langkah ribuan jamaah, Tarhib Akbar Ramadhan 1447 H di OKI bukan hanya peristiwa seremonial, melainkan jejak spiritual yang akan dikenang. Harapannya, semangat kebersamaan ini terus hidup—tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud iman yang nyata.
(Asep)

















