Home OKI Mandira Terpilih Jalankan Sekolah Rakyat Tahap II, Kesiapan Pemda OKI Jadi Kunci Utama

Terpilih Jalankan Sekolah Rakyat Tahap II, Kesiapan Pemda OKI Jadi Kunci Utama

59
0
Gubernur Sumsel, Bupati OKI, dan perwakilan Kementerian PU meninjau lokasi pembangunan. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id – Pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua resmi dimulai di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Momentum bersejarah itu ditandai dengan pemancangan perdana tiang pancang (groundbreaking) oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di kawasan Teluk Gelam, Selasa (23/12). Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pemancangan perdana pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua di Teluk Gelam, (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati OKI Muchendi Mahzareki, serta Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Sumsel, Ayu Juwita.

Kenapa OKI Terpilih? Lahan Clean and Clear Jadi Penentu

Dalam wawancara eksklusif bersama cimutnews.co.id, Ayu Juwita menjelaskan bahwa Kabupaten OKI terpilih sebagai salah satu pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua karena kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan lahan yang berstatus clean and clear. Lahan yang disediakan tidak bermasalah secara hukum, memiliki hak pakai milik pemerintah, dan dinilai sangat strategis.

“Program Sekolah Rakyat hanya dapat dibangun di daerah yang benar-benar siap. Kesiapan lahan adalah syarat utama, dan OKI memenuhi itu,” ujar Ayu.

Menurutnya, idealnya setiap kabupaten/kota memiliki Sekolah Rakyat. Namun tidak semua daerah mampu memenuhi syarat penyediaan lahan minimal enam hektare tanpa sengketa. OKI menjadi salah satu daerah yang siap sejak awal dan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program prioritas nasional tersebut.

Berbeda dari Tahap Pertama, Tahap Kedua Dibangun dari Nol

Ayu menerangkan bahwa pembangunan tahap kedua ini berbeda dengan tahap pertama. Pada tahap awal, beberapa Sekolah Rakyat masih bersifat rintisan dan memanfaatkan bangunan milik Kementerian Sosial atau Dinas Sosial yang direhabilitasi.

Baca juga  Wakil Bupati OKI: Hari Pahlawan Momentum Meneguhkan Semangat Gotong Royong dan Nilai Perjuangan

Namun pada tahap kedua, bangunan didirikan dari nol dengan desain arsitektur yang disiapkan langsung oleh Kementerian PU. Pemerintah daerah hanya bertugas menyiapkan lahan, sementara seluruh perencanaan dan pelaksanaan konstruksi dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Targetnya selesai dan siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk Sumsel, pembangunan tahap dua dilaksanakan di tiga kabupaten: Empat Lawang, OKI, dan Ogan Ilir,” jelas Ayu.

Sekolah untuk Anak Kurang Mampu, Bebas Biaya, dan Berjenjang SD–SMA

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai layanan pendidikan gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Tidak hanya pendidikan dasar, fasilitas ini meliputi jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan terpadu.

Sistem penerimaan siswa pun tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Data sosial ekonomi akan diverifikasi melalui basis data Terpadu (DTSN) dan pengecekan lapangan. Mekanisme seleksi ini bertujuan memastikan bahwa anak-anak dari keluarga paling membutuhkan adalah penerima manfaat utama.

OKI Siapkan 10 Hektare di Kawasan Teluk Gelam

Di Kabupaten OKI, pembangunan Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas 10 hektare di area objek wisata Teluk Gelam. Lokasi ini dinilai strategis, luas, dan mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu.

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa hanya tiga kabupaten di seluruh Sumsel yang memenuhi syarat pembangunan Sekolah Rakyat tahap ini.

“Ini menjadi harapan baru bagi kualitas pendidikan di Sumatera Selatan. Kehadiran Sekolah Rakyat akan menambah ketersediaan sarana pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Herman Deru.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar kegiatan belajar mengajar bisa dimulai pada pertengahan 2026.

Bupati Muchendi: Enam Bulan Harus Selesai

Bupati OKI Muchendi Mahzareki optimistis pembangunan Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu.

Baca juga  Pemkab OKI dan BAZNAS Salurkan Zakat untuk 356 Tenaga Kebersihan

“Kami targetkan enam bulan pembangunan rampung. Pemkab OKI sudah memenuhi semua syarat, khususnya kesiapan lahan yang clean and clear sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional Presiden Prabowo,” jelasnya.

Muchendi juga menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah gratis, tetapi menjadi instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan di OKI. Program ini diyakini mampu membuka peluang masa depan lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Tentu kami berharap apa yang dicita-citakan Presiden Prabowo, yaitu memutus kemiskinan dan memuliakan saudara-saudara kita yang kurang mampu, benar-benar terwujud di Kabupaten OKI,” pungkasnya. (Asep)