Beranda Palembang Turnamen Futsal Piala Wali Kota Cup 2025 Resmi Bergulir, 50 Tim SMP...

Turnamen Futsal Piala Wali Kota Cup 2025 Resmi Bergulir, 50 Tim SMP Se-Palembang Berebut Juara

72
0
1. Suasana pembukaan Turnamen Futsal Piala Wali Kota Cup 2025 di GOR Dempo Jakabaring, penuh antusias peserta SMP. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Semangat persaingan sehat dan dukungan penuh dari para penonton memenuhi GOR Dempo Jakabaring saat Turnamen Futsal Piala Wali Kota Cup 2025 resmi dibuka pada Sabtu (6/12/2025). Ajang bergengsi yang diikuti 50 tim futsal tingkat SMP itu menjadi momentum penting pembinaan olahraga usia dini di Kota Palembang.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Asosiasi Futsal Kota (AFK) Palembang dan selalu dinantikan oleh sekolah-sekolah yang melihat futsal sebagai pintu awal pembinaan bakat sekaligus wadah pembentukan karakter pelajar.

Pembukaan Meriah, Peserta Antusias

Turnamen dibuka oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Investasi Kota Palembang, Riza Pahlevi, yang hadir mewakili Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa. Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan yel-yel khas sekolah yang bergema di tribune.

Dalam sambutannya, Riza menekankan bahwa olahraga merupakan sarana strategis untuk membangun generasi unggul, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan moral.

Pertandingan ini luar biasa, diikuti 50 tim yang memang dibatasi. Semangat olahraga harus terus digelorakan. Selain bertanding, anak-anak juga mendapatkan edukasi pencegahan bullying di sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi ruang yang aman bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengasah sportivitas, dan belajar menghormati lawan.

Densus 88 Hadir Berikan Edukasi Anti-Bullying

Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus pada turnamen tahun ini adalah hadirnya Densus 88 yang memberikan edukasi terkait anti-bullying kepada seluruh peserta. Materi disampaikan sebelum pertandingan dimulai sebagai upaya mencegah kekerasan verbal maupun fisik di lingkungan pelajar.

Riza menyebut langkah itu sebagai terobosan yang relevan dengan perkembangan zaman, di mana kasus perundungan di sekolah kerap muncul dan membutuhkan pendekatan edukatif.

Baca juga  Angkutan Kayu PT MHP Diduga Rusak Jalan Desa di Rambang Niru, Warga Ancam Stop Operasional

Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi momentum menanamkan nilai sportivitas dan anti-intimidasi sejak dini,” tegasnya.

Edukasi tersebut disambut baik oleh para pelajar dan guru pendamping yang berharap nilai-nilai tersebut bisa diterapkan baik di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

AFK Palembang: Peserta Dibatasi untuk Prioritaskan Keselamatan dan Waktu Belajar

Ketua AFK Palembang, M. Ali Ruben, menjelaskan bahwa jumlah peserta sengaja dibatasi maksimal 50 tim. Hal itu bukan karena kurangnya antusiasme sekolah, tetapi karena pertimbangan teknis dan kenyamanan peserta.

Sewa lapangan cukup tinggi. Kalau lebih dari 50 tim, pertandingan bisa selesai sampai tengah malam. Kita harus pikirkan keselamatan dan waktu belajar anak-anak,” terang Ruben.

Turnamen digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu, dengan jadwal pertandingan yang padat namun tetap dijaga agar tidak melewati batas waktu yang aman bagi para pelajar.

AFK Palembang juga menegaskan bahwa pihak panitia menyiapkan tim medis, petugas keamanan, serta wasit profesional untuk memastikan kompetisi berjalan adil dan aman.

Seleksi Atlet Berbakat untuk Popda dan Popnas

Selain memperebutkan trofi, medali, dan uang pembinaan dari Wali Kota Palembang, turnamen ini juga menjadi tahap awal seleksi atlet berbakat menuju event tingkat kota hingga nasional.

Tim seleksi sudah disiapkan. Jika ada pemain berbakat, akan kami panggil untuk event lebih besar seperti Popda maupun Popnas,” jelas Ruben.

Ia berharap, melalui turnamen rutin ini, Palembang dapat melahirkan lebih banyak pemain muda potensial yang nantinya bisa memperkuat tim daerah pada kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

Harapan untuk Dukungan Pemkot dan Penguatan Fasilitas Olahraga

Ruben menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palembang yang terus mendukung penyelenggaraan turnamen ini. Namun demikian, ia berharap dukungan tersebut semakin diperkuat, terutama terkait fasilitas dan pembiayaan.

Baca juga  Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Dorong Keselamatan Lalu Lintas dan Kepatuhan Wajib Pajak

Menurutnya, perkembangan olahraga usia dini membutuhkan konsistensi pembinaan, termasuk penyediaan sarana yang memadai agar atlet muda dapat berlatih dengan nyaman.

Olahraga adalah benteng sosial. Anak-anak bisa menyalurkan energi secara positif. Ke depan bukan hanya futsal, cabor lain juga harus digaungkan,” tutupnya.

Mencetak Generasi Berprestasi Melalui Olahraga

Turnamen Futsal Piala Wali Kota Cup 2025 tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter. Melalui edukasi anti-bullying, penerapan sportivitas, hingga seleksi atlet, kegiatan ini menunjukkan peran penting olahraga dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berprestasi.

Kehadiran ratusan siswa, pelatih, guru pendamping, dan orang tua menjadi bukti bahwa futsal masih menjadi olahraga favorit di kalangan pelajar Palembang. Pemerintah Kota bersama AFK Palembang berkomitmen menjaga keberlanjutan ajang ini sebagai bagian dari upaya mencetak atlet masa depan sekaligus membangun budaya kompetisi sehat di lingkungan sekolah. (Poerba)