Home Palembang UKB Palembang Peringati Hari Ibu di LPKP Kelas II A dengan Penyuluhan...

UKB Palembang Peringati Hari Ibu di LPKP Kelas II A dengan Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan

34
0
1. Rektor UKB Palembang, Dr. Fika Minata Wathan, saat meninjau hasil karya warga binaan di LPKP Kelas II A Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Suasana penuh kehangatan dan kepedulian tampak menyelimuti Lembaga Pembinaan Khusus Perempuan (LPKP) Kelas II A Palembang pada Senin (22/12/2025). Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang menggelar rangkaian kegiatan kunjungan, penyuluhan, serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi para warga binaan. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini menjadi wujud nyata kontribusi dunia pendidikan dalam meningkatkan kesehatan, ketahanan mental, serta kapasitas perempuan.

Rombongan UKB dipimpin langsung oleh Rektor UKB, Dr. dr. Fika Minata Wathan, M.Kes, didampingi Dekan Fakultas Kebidanan dan Keperawatan, Bina Aquari SST, M.Kes, Bdn, serta Dekan Fakultas Farmasi, Eriska Agustin, S.Farm, M.Farm. Turut hadir jajaran pimpinan program studi dari D3 Kebidanan, S1 Kebidanan, Profesi Ners, D3 ARO, S1 Keperawatan, hingga mahasiswa perwakilan dari prodi Kebidanan, Keperawatan, dan Refraksi Optisi.

Kegiatan ini juga mendapat pendampingan serta apresiasi dari jajaran Lapas Perempuan Palembang, di antaranya Kasubag TU Hefri Redius dan Kasi Binadik Iros Pulungan, yang menilai kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti UKB sangat penting bagi pembinaan warga binaan.

Pembukaan Meriah dengan Tarian Tradisional dan Kreasi Warga Binaan

Acara dibuka dengan penampilan seni yang memikat. Warga binaan menampilkan tari Gending Sriwijaya, tari Tabola Bale, serta tarian India yang menggambarkan ekspresi diri, harapan, dan semangat untuk terus bertumbuh meski berada dalam lingkungan pembinaan. Tarian-tarian tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kreativitas yang rutin dilakukan di Lapas Perempuan Palembang.

Setelah penampilan seni, sambutan disampaikan oleh perwakilan Lapas Perempuan serta Rektor UKB. Dalam pesannya, Rektor UKB menegaskan pentingnya mengapresiasi perempuan dalam perannya yang luas, termasuk sebagai ibu yang tetap memiliki nilai, martabat, dan masa depan.

Baca juga  Konsolidasi Pengurus MUI Dorong Program Inovatif Tanpa Bergantung Anggaran

“Status sebagai warga binaan tidak menghapus kemuliaan seorang ibu. Tidak menghilangkan nilai, dan tidak pula menghapus masa depan. Ibu-ibu di sini adalah perempuan tangguh yang sedang menjalani proses, bukan berada di akhir perjalanan hidup,” ujar Dr. Fika Minata Wathan dalam sambutannya.

Rektor UKB Apresiasi Karya Warga Binaan

Usai sambutan, Rektor UKB berkesempatan mengunjungi beberapa stand karya warga binaan. Berbagai hasil kerajinan tangan, karya kreatif, hingga produk batik terpajang dan mendapat perhatian khusus. Dr. Fika bahkan mencoba langsung proses membatik sebagai bentuk dukungan moral terhadap kreativitas dan kemandirian warga binaan.

Baginya, karya-karya tersebut adalah bukti bahwa pembinaan di lapas mampu melahirkan kreativitas dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan warga binaan setelah selesai menjalani masa pembinaan.

Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Gratis

Memasuki inti kegiatan, tim dari UKB memberikan berbagai layanan edukatif dan pemeriksaan kesehatan. Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan literasi kesehatan perempuan dan pencegahan dini terhadap risiko penyakit.

Beberapa layanan yang diberikan antara lain:

  • Penyuluhan HIV/AIDS, untuk meningkatkan pemahaman yang benar dan menghapus stigma negatif di masyarakat.
  • Edukasi kesehatan reproduksi, termasuk pentingnya pemeriksaan Pap Smear dan IVA sebagai langkah pencegahan kanker serviks.
  • Pemeriksaan kesehatan umum, meliputi pemeriksaan mata, tekanan darah, hingga pemeriksaan ANC (Antenatal Care) bagi ibu hamil.

Layanan ini menjadi bentuk kepedulian UKB dalam memastikan kesehatan fisik maupun mental perempuan tetap terjaga, baik selama dalam pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.

Momen Haru: Bernyanyi Bersama untuk Menguatkan Mental

Salah satu momen hangat yang mencuri perhatian adalah ketika Rektor UKB mengajak seluruh warga binaan bernyanyi bersama. Lagu “Kangen” — Dewa 19 dan “Bertaut” — Nadin Amizah menjadi pilihan karena menggambarkan kerinduan dan ikatan emosional seorang ibu terhadap keluarga di rumah. Tangis haru dan senyum penuh makna mewarnai suasana, mencerminkan kerinduan yang begitu dalam di momen peringatan Hari Ibu.

Baca juga  THR 2026 Wajib Dibayar H-7 di Ogan Ilir, Disnakertrans Tegaskan Larangan Cicil dan Sanksi Tegas bagi Perusahaan

Bagi warga binaan, kegiatan sederhana ini menjadi ruang untuk melepas kerinduan sekaligus memperkuat mental agar tetap tegar menjalani proses pembinaan.

Kegiatan yang Tinggalkan Makna Mendalam

Melalui kegiatan ini, Universitas Kader Bangsa berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara lembaga pendidikan dan lembaga pemasyarakatan. UKB juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari gerakan nyata untuk memberikan dukungan kesehatan, edukasi, dan motivasi bagi perempuan, terutama para ibu di dalam lapas.

Semangat, harapan, dan kekuatan perempuan menjadi poin utama dalam rangkaian acara memperingati Hari Ibu tahun ini. Bagi UKB, mendampingi dan memberdayakan perempuan adalah tugas kemanusiaan yang tidak boleh berhenti.

(Poerba)