Beranda Ogan Komering Ilir Warga Desa Penyandingan OKI Temukan Perempuan Lansia Meninggal di Area Persawahan, Polisi...

Warga Desa Penyandingan OKI Temukan Perempuan Lansia Meninggal di Area Persawahan, Polisi Lakukan Pemeriksaan Awal

6
0
Warga bersama aparat mengevakuasi jenazah korban untuk diserahkan kepada pihak keluarga sebelum proses pemakaman.(Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, Cimutnews.co.id – Warga Desa Penyandingan, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), digemparkan oleh penemuan seorang perempuan lanjut usia dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban ditemukan mengapung dalam posisi tertelungkup di genangan air sawah sebelum akhirnya dievakuasi dan diidentifikasi oleh aparat kepolisian setempat.

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan awal di lokasi penemuan korban di area persawahan Desa Penyandingan, OKI. .(Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Berdasarkan informasi awal di lokasi, korban diketahui berinisial J (64), seorang ibu rumah tangga yang merupakan warga Desa Penyandingan. Penemuan tersebut pertama kali dilihat oleh seorang warga yang hendak menuju sawah menggunakan perahu dan mendapati sesuatu menyerupai tubuh manusia mengambang di air. Setelah memastikan temuan tersebut, saksi segera melaporkan kejadian kepada pemerintah desa yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena terjadi di area persawahan yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk memancing ikan. Dalam konteks penanganan kejadian kematian di ruang terbuka, kepolisian menegaskan pentingnya prosedur identifikasi awal, pengamanan lokasi, serta koordinasi dengan keluarga guna memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan hukum dan kemanusiaan.

Di tingkat daerah, wilayah Kecamatan Sirah Pulau Padang dikenal memiliki hamparan persawahan luas dengan akses transportasi air di beberapa titik. Kondisi geografis tersebut kerap membuat aktivitas warga bergantung pada jalur perairan, sehingga faktor keselamatan pribadi—terutama bagi lansia—menjadi perhatian penting pemerintah desa maupun aparat setempat.

Keterangan keluarga menyebutkan, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB dengan tujuan memancing ikan di area sawah yang biasa ia datangi. Umumnya, korban kembali ke rumah menjelang waktu makan siang. Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban belum pulang. Sekitar satu jam kemudian, keluarga menerima kabar dari kerabat bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi tersebut.

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sirah Pulau Padang Iptu Ade Candra, menyampaikan bahwa pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat dan melakukan pemeriksaan awal terhadap korban serta situasi sekitar.

“Petugas Polsek Sirah Pulau Padang langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian, mengamankan area sekitar, serta melakukan identifikasi awal terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian telah menyarankan agar dilakukan autopsi di fasilitas kesehatan guna memastikan penyebab pasti kematian. Namun, keluarga korban memilih menolak autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

“Keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi serta bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan dan tidak akan menuntut di kemudian hari. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tambah Kapolsek.

Secara prosedural, penolakan autopsi oleh keluarga diperbolehkan sepanjang tidak ditemukan indikasi kuat adanya tindak pidana. Kepolisian tetap melakukan pencatatan administrasi serta dokumentasi kejadian sebagai bagian dari proses hukum yang transparan dan akuntabel.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lanjut usia dengan riwayat penyakit tertentu, agar meningkatkan pengawasan saat beraktivitas di area berisiko seperti persawahan, sungai, maupun perairan terbuka. Kondisi kesehatan mendadak dapat meningkatkan potensi kecelakaan, terutama ketika seseorang berada sendirian.

Pemerintah desa bersama aparat keamanan diharapkan terus memperkuat edukasi keselamatan warga, termasuk imbauan agar lansia tidak beraktivitas sendiri di lokasi terpencil serta memastikan akses komunikasi darurat tersedia. Langkah pencegahan sederhana dinilai mampu meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak berspekulasi terhadap penyebab kejadian sebelum adanya kepastian medis atau keterangan resmi. Sikap bijak dalam menerima informasi menjadi bagian penting menjaga ketertiban sosial serta menghormati keluarga yang sedang berduka.

Sebagai media daerah yang menjunjung tinggi prinsip akurasi, keberimbangan, dan asas praduga tak bersalah, Cimutnews.co.id menempatkan informasi resmi dari aparat serta keterangan keluarga sebagai rujukan utama pemberitaan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan informasi yang terpercaya sekaligus menjaga sensitivitas kemanusiaan dalam setiap peristiwa.

Kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada unsur kekerasan dalam pemeriksaan awal. Meski demikian, dokumentasi kejadian tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar penanganan laporan masyarakat.

Dengan selesainya proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga, situasi di Desa Penyandingan berangsur kondusif. Masyarakat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa sembari tetap diingatkan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan sekitar. (Asep)