Home Penukal Abab Lematang Ilir Festival Candi Bumi Ayu 2025 Jadi Simbol Kebangkitan Budaya PALI, Herman Deru...

Festival Candi Bumi Ayu 2025 Jadi Simbol Kebangkitan Budaya PALI, Herman Deru Beri Apresiasi Tinggi

50
0
Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri Festival Candi Bumi Ayu 2025 di Stadion Gelora November PALI. (Foto: Sholihin/cimutnews.co.id)

PALI, cimutnews.co.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memberikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan Festival Candi Bumi Ayu 2025 yang digelar di Stadion Gelora November, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (21/11/2025). Menurutnya, festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi menjadi simbol kebangkitan budaya lokal dan penguatan identitas daerah yang kaya warisan sejarah.

Mengangkat Kembali Warisan Peradaban PALI

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa Festival Candi Bumi Ayu mampu memperlihatkan kekuatan budaya yang dimiliki PALI. Keberadaan Candi Bumi Ayu sebagai situs bersejarah abad ke-8 merupakan bukti bahwa wilayah ini memiliki peradaban penting pada masa lampau. Karena itu, ia menilai festival ini sebagai langkah strategis untuk memperluas eksposur PALI ke tingkat nasional.

“Saya apresiasi acara malam ini. Event ini sangat luar biasa. Semoga membawa hikmah dan manfaat besar bagi daerah ini,” ujar Gubernur di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.

Ia menegaskan bahwa masyarakat PALI telah memberi contoh bagaimana warisan budaya dapat dijaga, dihormati, dan dikenalkan secara kreatif kepada generasi muda. Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan identitas sejarah mereka sekaligus membuka peluang pengembangan wisata budaya.

Candi Bumi Ayu sebagai Simbol Peradaban

Gubernur menjelaskan bahwa Candi Bumi Ayu bukan sekadar bangunan kuno, tetapi simbol toleransi dan peradaban pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara. Situs ini menyimpan nilai sejarah yang sangat penting bagi perkembangan budaya di Sumsel maupun Indonesia. Dengan adanya festival ini, Herman Deru berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal kekayaan arkeologis PALI.

“Candi Bumi Ayu ini aset luar biasa. Ia bukan hanya kebanggaan PALI, tapi kebanggaan kita semua di Sumsel,” tegasnya.

Baca juga  Bupati PALI Lantik 9 Pejabat Baru: Tegaskan Integritas dan Loyalitas dalam Pelayanan Publik

Menurut Gubernur, penguatan event budaya seperti ini sangat diperlukan untuk membangun kesadaran publik terhadap arti penting pelestarian situs sejarah. Ia juga menyebut bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, dan generasi muda menjadi kunci kesuksesan promosi wisata budaya di masa depan.

Wastra PALI Jadi Sorotan, Ekonomi Kreatif Ikut Terangkat

Selain menampilkan seni budaya, Festival Candi Bumi Ayu tahun ini juga disemarakkan dengan penampilan Wastra PALI yang memukau para penonton. Kain tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan motif khas daerah dengan sentuhan modern.

Herman Deru turut mengapresiasi kreasi para pengrajin dan desainer lokal yang berhasil membawa Wastra PALI naik ke panggung lebih besar. Ia berharap inovasi ini dapat memperkuat industri ekonomi kreatif serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Wastra ini punya potensi besar. Kalau dikembangkan secara konsisten, bisa menjadi ikon ekonomi kreatif PALI,” ujarnya.

Festival ini dinilai berhasil menghadirkan perpaduan budaya, seni, ekonomi kreatif, dan hiburan dalam satu rangkaian kegiatan yang menarik minat masyarakat luas.

Dorong Menjadi Event Tahunan Sumsel

Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, Gubernur mendorong agar Festival Candi Bumi Ayu ditetapkan sebagai agenda tahunan, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga masuk dalam kalender event provinsi. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan event budaya akan berdampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Ia menyebut festival ini sangat sejalan dengan program Pemprov Sumsel, termasuk inisiatif 100.000 Sultan Muda, yang mendorong generasi muda menjadi pelaku usaha kreatif dan inovatif.

“Dengan adanya event seperti ini, semangat anak muda untuk berkarya semakin besar. Ini penting untuk pertumbuhan ekonomi PALI ke depan,” kata Herman Deru.

Baca juga  Joko Sadewo Ajak Pramuka PALI Bijak Bermedsos di Era Digital

Pemkab PALI: Komitmen Jadikan Festival sebagai Agenda Rutin

Sementara itu, Bupati PALI Asgianto menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Gubernur Sumsel. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten PALI akan menjadikan Festival Candi Bumi Ayu sebagai kegiatan rutin yang terus ditingkatkan kualitasnya.

“Kami berkomitmen menjadikan festival ini sebagai event tahunan untuk mempromosikan Candi Bumi Ayu sampai ke tingkat nasional,” ujar Asgianto.

Dengan dukungan penuh dari Pemprov Sumsel, Pemkab PALI berharap festival ini dapat menjadi magnet wisata budaya sekaligus memperkuat posisi PALI sebagai daerah dengan kekayaan sejarah yang tidak kalah dari situs-situs besar lainnya di Nusantara.

Masyarakat Antusias, PALI Semakin Mantap Mengembangkan Pariwisata Budaya

Keberhasilan penyelenggaraan Festival Candi Bumi Ayu 2025 juga terlihat dari antusiasme masyarakat yang memenuhi Stadion Gelora November. Mereka tidak hanya menikmati acara, tetapi juga merasa bangga bahwa tradisi dan warisan daerah mereka mendapat perhatian luas dari berbagai pihak.

Dengan dukungan pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat, PALI kini semakin mantap melangkah sebagai salah satu pusat pengembangan budaya dan sejarah di Sumatera Selatan. (Sholihin)