
PALI, cimutnews.co.id — Polemik rekrutmen tenaga kerja Driver Kendaraan Ringan Penumpang (KRP) di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Adera Field terus memicu sorotan publik. Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang mengecam keras sikap Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret terkait keresahan masyarakat atas proses perekrutan tersebut.
Hasil penelusuran CimutNews.co.id berdasarkan hasil klarifikasi dari sejumlah elemen masyarakat dan Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang menyebutkan, polemik bermula setelah tender pekerjaan diketahui dimenangkan oleh PT Devi Mandiri. Namun hingga kini, informasi resmi terkait mekanisme perekrutan tenaga kerja dinilai belum sepenuhnya terbuka kepada publik, khususnya bagi masyarakat lokal Kabupaten PALI.
Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan sejauh mana prioritas tenaga kerja lokal benar-benar diterapkan dalam proses perekrutan tersebut.
Koordinator Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang, Hadi Prasmana, S.Kom, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami memperingatkan Bupati PALI agar segera turun tangan dan tidak menjadi penonton di tengah kegelisahan masyarakat. Jika pemerintah daerah terus diam, publik akan menilai ada pembiaran terhadap proses rekrutmen yang tidak transparan,” tegas Hadi, Kamis (28/5/2026).
Menurut Hadi, keterbukaan informasi menjadi hal penting guna menghindari munculnya konflik sosial maupun kecemburuan di tengah masyarakat lokal yang berharap memperoleh kesempatan kerja di wilayahnya sendiri.
Ia juga mendesak PT Devi Mandiri dan PT PHR Adera Field segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat terkait sistem perekrutan yang sedang berjalan.
“Transparansi harus dikedepankan. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana mekanisme perekrutan dilakukan dan siapa saja yang diprioritaskan,” ujarnya.
Hadi menambahkan, apabila dalam waktu dekat tidak ada klarifikasi resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah, pihaknya siap menggelar aksi massa secara konstitusional.
“Kami bersama elemen masyarakat siap turun melakukan aksi besar dan mendesak penghentian sementara aktivitas operasional PT Devi Mandiri serta PT PHR Adera Field sampai persoalan ini dibuka secara terang kepada publik,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang lainnya, Muslim Abdurrasyid, menilai masyarakat PALI tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri ketika aktivitas industri terus berkembang.
“Kami tidak ingin perusahaan datang mengambil keuntungan di daerah ini tetapi mengabaikan hak masyarakat lokal untuk bekerja. Jangan sampai sikap tertutup seperti ini memicu kemarahan sosial yang lebih luas,” ujarnya.
Menurut Muslim, persoalan perekrutan tenaga kerja lokal bukan hanya menyangkut lapangan pekerjaan, tetapi juga menyangkut rasa keadilan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui langkah-langkah demokratis sesuai amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Dalam pernyataannya, forum tersebut juga menyampaikan empat tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten PALI dan pihak perusahaan, yakni meminta Bupati PALI segera memanggil PT PHR Adera Field, PT Devi Mandiri, serta Koalisi Masyarakat Lematang, membuka informasi resmi terkait mekanisme rekrutmen Driver KRP secara terbuka, mengutamakan tenaga kerja lokal Wilayah Kerja Perusahaan (WKP) Kabupaten PALI, serta menghentikan dugaan praktik perekrutan tertutup.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT PHR Adera Field maupun PT Devi Mandiri belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang.
CimutNews.co.id masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan berimbang atas persoalan tersebut. (Ikke)

















