Terungkap, Kinerja Dibahas Tapi Hasil Belum Terjawab
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Evaluasi kinerja sudah dilakukan secara resmi di ruang dewan.
Namun hasil konkret yang dirasakan publik belum sepenuhnya terlihat.
BUMD diharapkan jadi mesin pendapatan daerah.
Lalu, apakah target itu benar-benar tercapai?
Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Sumatera Selatan menggelar rapat kerja bersama manajemen PT Swarna Dwipa Sumsel Selaras.
Rapat tersebut menjadi bagian dari pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025.
Fokus utama adalah mengevaluasi kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor hotel dan jasa.
Dalam rapat tersebut, anggota dewan menegaskan pentingnya keseimbangan antara penyertaan modal dan hasil yang diterima daerah.
Mereka meminta kejelasan terkait realisasi laba dan efisiensi anggaran selama 2025.
Pihak manajemen perusahaan menyampaikan telah melakukan berbagai langkah, termasuk efisiensi operasional dan renovasi fasilitas.
Mereka juga mengaku tetap optimistis terhadap peningkatan kinerja ke depan, meski menghadapi tantangan di sektor jasa.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa kontribusi BUMD terhadap PAD sering kali belum terasa signifikan bagi publik.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan ketika pemerintah daerah terus memberikan dukungan, sementara hasil yang diterima belum sepenuhnya transparan.
Belum ada penjelasan rinci yang dipublikasikan secara terbuka terkait detail capaian laba bersih dan pembagian deviden.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pengelolaan BUMD sudah benar-benar optimal atau masih menghadapi persoalan mendasar?
Sejumlah warga mengaku tidak mengetahui secara jelas peran BUMD dalam meningkatkan pendapatan daerah.
“Kalau dibilang untung besar, kenapa tidak terasa ke masyarakat?” ujar salah satu warga Palembang.
Pelaku usaha lokal juga menyebut persaingan di sektor perhotelan semakin ketat.
“Kalau tidak inovatif, sulit bersaing, apalagi dengan hotel swasta,” ungkapnya.
Evaluasi ini menunjukkan adanya gap antara harapan dan realisasi.
BUMD seharusnya menjadi salah satu sumber utama PAD, namun diduga masih menghadapi tantangan efisiensi dan daya saing.
Selain itu, transparansi laporan keuangan menjadi faktor penting yang menentukan kepercayaan publik.
Hingga kini, belum semua capaian kinerja dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat luas.
Hasil rapat Pansus III nantinya akan menjadi rekomendasi resmi dalam sidang paripurna.
Namun pertanyaan mendasar masih tersisa.
Apakah evaluasi ini akan berujung pada perbaikan nyata, atau hanya menjadi catatan rutin tahunan?
(Timred/CN)


















