Beranda Nusantara Terungkap Saat Waisak Jawa Barat, Potensi Besar Candi Jiwa Belum Sepenuhnya Dirasakan...

Terungkap Saat Waisak Jawa Barat, Potensi Besar Candi Jiwa Belum Sepenuhnya Dirasakan Warga

12
0
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan saat Upacara Pujabakti Waisak Jawa Barat 2570 TB/2026 di kawasan Candi Jiwa, Batujaya, Karawang. (Foto: Surya/cimutnews..co.id)

KARAWANG, cimutnews.co.id — Peringatan Waisak Jawa Barat 2570 TB/2026 kembali digelar di kawasan bersejarah Candi Jiwa dan Candi Blandongan, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Minggu (14/6/2026).

Acara yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta sejumlah tokoh agama Buddha tersebut berlangsung khidmat di tengah kawasan cagar budaya yang selama ini menjadi salah satu situs bersejarah penting di Jawa Barat.

Namun di balik pelaksanaan acara keagamaan yang rutin digelar setiap tahun itu, muncul harapan besar agar keberadaan kompleks candi tidak hanya menjadi lokasi seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Lalu, sejauh mana potensi tersebut sudah dirasakan warga?

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam memanfaatkan hasil bumi dan sumber daya alam.

Menurutnya, sikap berlebihan dapat memicu berbagai persoalan sosial yang lebih besar, mulai dari kerusakan lingkungan hingga konflik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Peperangan hari ini terjadi karena kebencian yang dipelihara dan diwariskan turun-temurun,” kata Dedi Mulyadi.

Ia menilai kehidupan yang dilandasi rasa cinta akan mendorong manusia lebih bijak dalam bertindak, termasuk dalam menjaga keseimbangan dengan alam dan sesama.

Selain itu, Dedi juga menekankan pentingnya kemampuan membatasi diri demi menciptakan ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Upacara Pujabakti Waisak Jawa Barat 2570 TB/2026, Yayang Tanuryadi, mengungkapkan bahwa peringatan Waisak tingkat Jawa Barat telah rutin dilaksanakan di kompleks Candi Jiwa sejak tahun 2008.

Menurutnya, keberadaan situs bersejarah tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan.

Ia berharap semakin banyak wisatawan yang datang sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan candi.

Baca juga  Babinsa Kelurahan Bence Bersama Petani Kerja Bakti Buka Akses Jalan Sawah: Gotong Royong Perkuat Produktivitas Pertanian

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa harapan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diwujudkan secara bertahap.

Meski memiliki nilai sejarah tinggi dan rutin menjadi lokasi kegiatan keagamaan berskala besar, kawasan Candi Jiwa dan Candi Blandongan dinilai masih menghadapi tantangan dalam menarik kunjungan wisata secara konsisten sepanjang tahun.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang berharap aktivitas wisata di kawasan tersebut mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, hingga memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah warga mengaku momentum kegiatan besar seperti Waisak memang membawa peningkatan aktivitas ekonomi sementara. Namun manfaat jangka panjang yang berkelanjutan masih menjadi harapan yang belum sepenuhnya terwujud.

Berdasarkan temuan di lapangan, akses promosi wisata, pengembangan fasilitas pendukung, hingga integrasi kawasan cagar budaya dengan destinasi lain di Karawang masih menjadi tantangan yang sering dibicarakan berbagai pihak.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai langkah konkret yang akan dilakukan agar potensi sejarah dan budaya yang dimiliki kawasan Batujaya dapat berkembang lebih optimal.

Harapan serupa juga disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah merumuskan pemanfaatan candi-candi di berbagai daerah di Indonesia untuk kepentingan keagamaan.

“Kita sedang upayakan dan perumusan pemanfaatan candi-candi untuk kepentingan keagamaan. Seluruh candi-candi yang ada di Indonesia akan semakin semarak,” ujar Supriyadi.

Pernyataan tersebut membuka peluang baru bagi kawasan Candi Jiwa dan Candi Blandongan untuk mendapatkan perhatian lebih besar di masa mendatang.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai bentuk pemanfaatan, tahapan pelaksanaan, maupun dampak langsung yang akan diterima masyarakat sekitar apabila program tersebut direalisasikan.

Baca juga  Irigasi Rusak Parah, Aliran Air Sawah Warga Mendadak Terhenti

Hingga kini, belum semua harapan terkait pengembangan kawasan cagar budaya Batujaya dapat terjawab.

Di satu sisi, kegiatan Waisak menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai spiritual, sejarah, dan budaya yang kuat.

Namun di sisi lain, masyarakat masih menantikan sejauh mana potensi tersebut benar-benar dapat menghadirkan manfaat ekonomi dan kesejahteraan yang dirasakan secara luas.

Apakah berbagai rencana pengembangan itu akan mampu mengubah kawasan Candi Jiwa menjadi pusat wisata sejarah dan religi yang hidup sepanjang tahun, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan? (Surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here