Beranda Utama Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Sumsel 2026 Diikuti 10.107 Peserta, Herman...

Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Sumsel 2026 Diikuti 10.107 Peserta, Herman Deru Soroti Pelestarian Budaya

8
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho membuka Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Sumsel 2026 di GOR Jakabaring Sport City Palembang, Kamis (9/7). (Foto: poerba/Cimutnews).

Palembang, cimutnews.co.id – Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Sumatera Selatan Tahun 2026 resmi dibuka di Gedung Olahraga Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Kamis (9/7). Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru hadir langsung membuka ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara tersebut.

Kejuaraan yang diinisiasi Polda Sumsel ini tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga, tetapi juga dipandang sebagai momentum strategis untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Antusiasme peserta pun tercatat sangat tinggi dengan total 10.107 atlet dari berbagai daerah ikut ambil bagian.

Pencak Silat Jadi Sorotan dalam Peringatan Hari Bhayangkara

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., jajaran pejabat utama Polda Sumsel, tokoh olahraga, pelatih, hingga ribuan atlet yang memenuhi arena pertandingan di Jakabaring Sport City.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi langkah Polda Sumsel yang menjadikan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga utama dalam peringatan Hari Bhayangkara.

Menurutnya, keputusan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar penyelenggaraan kompetisi olahraga karena pencak silat merupakan identitas budaya bangsa yang perlu terus dijaga.

“Ini adalah olahraga tradisional yang hampir dilupakan, padahal olahraga ini merupakan warisan asli leluhur kita. Pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi juga membangun sportivitas dan mental generasi bangsa,” ujar Herman Deru.

Lebih dari 10 Ribu Atlet Ramaikan Kapolda Cup II

Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor Keikutsertaan

Kejuaraan Kapolda Cup II Sumsel tahun ini menjadi salah satu kompetisi pencak silat terbesar yang pernah digelar di Sumatera Selatan.

Sebanyak 10.107 peserta akan bertanding dalam berbagai kategori usia dan kelas pertandingan untuk memperebutkan Piala Kapolda Sumatera Selatan.

Baca juga  Sepp Blatter amat terkejut dengan kematian wasit garis

Jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga bela diri tradisional yang beberapa tahun terakhir kembali mendapatkan perhatian setelah pencak silat semakin dikenal di tingkat internasional.

Selain atlet lokal, kejuaraan juga menjadi wadah bertemunya perguruan-perguruan silat dari berbagai daerah sehingga membuka ruang pembinaan atlet secara lebih luas.

Membangun Karakter Generasi Muda Lewat Pencak Silat

Herman Deru menilai keberanian ribuan peserta mengikuti kompetisi merupakan modal penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, pencak silat mengajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, penghormatan kepada lawan, serta semangat sportivitas yang relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap semakin banyak anak muda memilih aktivitas positif melalui olahraga dibanding terjerumus pada perilaku negatif.

“Pencak silat bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga membentuk pribadi yang tangguh, disiplin, dan memiliki rasa cinta terhadap budaya bangsa,” katanya.

Komitmen Polda Sumsel Mendukung Pembinaan Atlet

Ajang Kompetisi Sekaligus Pembinaan Prestasi

Berdasarkan keterangan panitia penyelenggara, Kejuaraan Kapolda Cup II merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Sumsel dalam mendukung pembinaan olahraga sekaligus memperingati Hari Bhayangkara.

Melalui kompetisi yang melibatkan ribuan atlet tersebut, penyelenggara berharap muncul bibit-bibit atlet baru yang mampu bersaing pada tingkat nasional hingga internasional.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kompetisi juga memperkuat hubungan antarperguruan pencak silat serta mempererat persaudaraan di kalangan atlet.

Pencak Silat Kian Didorong Menjadi Kebanggaan Nasional

Pencak silat telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO sejak 2019. Pengakuan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah maupun komunitas olahraga untuk terus menjaga eksistensinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai daerah mulai rutin menggelar kejuaraan pencak silat sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini sekaligus pelestarian budaya.

Baca juga  Bayar Pajak Daerah di OKI Kini Bisa Pakai Virtual Account

Kejuaraan Kapolda Cup II Sumsel menjadi salah satu contoh bagaimana olahraga tradisional dipadukan dengan agenda pembinaan prestasi sehingga memberikan manfaat lebih luas dibanding sekadar kompetisi tahunan.

Pembinaan Atlet Tidak Bisa Bergantung pada Turnamen Semata

Besarnya jumlah peserta yang mencapai lebih dari 10 ribu orang menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pencak silat sebenarnya masih sangat tinggi. Tantangan berikutnya adalah memastikan antusiasme tersebut diikuti sistem pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari tingkat sekolah, perguruan, hingga klub daerah.

Kompetisi berskala besar seperti Kapolda Cup memiliki peran penting sebagai ruang seleksi atlet potensial. Namun, keberhasilan mencetak atlet nasional maupun internasional tetap bergantung pada kesinambungan latihan, kualitas pelatih, dukungan organisasi olahraga, dan kalender kompetisi yang rutin.

Keikutsertaan lebih dari 10.107 atlet bukan hanya menunjukkan tingginya animo terhadap olahraga pencak silat, tetapi juga menjadi indikator bahwa olahraga tradisional masih memiliki basis massa yang kuat. Jika dikelola secara konsisten, Sumatera Selatan berpeluang menjadi salah satu pusat pembinaan atlet pencak silat nasional sekaligus memperkuat pelestarian budaya Indonesia di tengah dominasi olahraga modern.

Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Sumsel 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini mempertemukan ribuan atlet, memperkuat pembinaan olahraga, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang melekat pada pencak silat sebagai warisan bangsa. Dukungan pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pembinaan sehingga lahir atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia. (poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here