Beranda Palembang Gubernur Sumsel Tinjau Inovasi Pertanian di SSTP, Perkuat Gerakan Sumsel Mandiri Pangan...

Gubernur Sumsel Tinjau Inovasi Pertanian di SSTP, Perkuat Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Berbasis Riset

5
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau berbagai inovasi pertanian dan peternakan di Sriwijaya Science Techno Park (SSTP), Palembang, Kamis (9/7/2026). (Foto: Poerba/CimutNews).

Palembang, cimutnews.co.id – Gubernur Sumsel meninjau inovasi pertanian di Sriwijaya Science Techno Park (SSTP) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset pertanian yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kunjungan tersebut berlangsung pada Kamis (9/7/2026), seusai agenda penanaman pohon di Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melihat langsung berbagai inovasi budidaya tanaman pangan, hortikultura, hingga peternakan yang dikembangkan di kawasan riset tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menilai SSTP memiliki peran strategis sebagai laboratorium terbuka yang menghubungkan penelitian dengan kebutuhan nyata petani dan peternak.

SSTP Jadi Etalase Inovasi Pertanian dan Peternakan Sumsel

Sriwijaya Science Techno Park menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi pertanian yang dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pangan di Sumatera Selatan.

Selama peninjauan, Herman Deru mengunjungi sejumlah area demonstrasi budidaya yang menampilkan berbagai komoditas unggulan, mulai dari tanaman Indigo sebagai pewarna alami, kebun cabai merah, bawang merah, tomat, kebun ubi kayu, melon, hingga kawasan peternakan sapi.

Menurut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, seluruh inovasi tersebut dikembangkan agar dapat menjadi contoh yang mudah diterapkan masyarakat, terutama petani skala kecil.

Budidaya Indigo Dinilai Berpotensi Dikembangkan

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian gubernur adalah keberhasilan budidaya tanaman Indigo.

Tanaman yang berasal dari India tersebut dikenal sebagai bahan baku pewarna alami yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Di SSTP, tanaman ini mampu dipanen dalam waktu sekitar dua bulan sehingga dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai komoditas alternatif.

Selain memberikan nilai tambah ekonomi, penggunaan pewarna alami juga dinilai sejalan dengan tren industri yang mulai beralih pada produk ramah lingkungan.

Baca juga  Antrean Tiket Konser Ricuh, Kesiapan Promotor HS Dipertanyakan

Pakan Rumput Gajah Jadi Solusi Efisiensi Peternak

Inovasi lain yang mendapat perhatian adalah teknologi pengolahan pakan ternak berbahan dasar rumput gajah.

Menurut pihak pengelola SSTP, pemanfaatan rumput gajah sebagai pakan olahan dapat membantu menekan biaya produksi peternakan yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha sapi potong maupun sapi perah.

Efisiensi biaya pakan dinilai menjadi faktor penting karena harga pakan komersial terus mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.

Jika teknologi tersebut diterapkan lebih luas, peternak lokal berpotensi meningkatkan keuntungan sekaligus menjaga stabilitas produksi ternak.

Gubernur Ikut Menanam Bibit Melon Bersama Petugas

Di sela peninjauan, Herman Deru turut menanam bibit melon bersama petugas lapangan sebagai simbol dukungan terhadap pengembangan hortikultura di Sumatera Selatan.

Ia menilai berbagai komoditas yang dikembangkan di SSTP relatif mudah dibudidayakan oleh masyarakat apabila didukung pendampingan teknologi dan akses pasar.

“Lihat, ini semua mudah ditanam. Cabai, melon, ubi kayu. Kalau kita kembangkan secara masif, ini bisa langsung menyentuh dan membantu perekonomian rakyat,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah sehingga inovasi harus mampu menjawab kebutuhan petani secara nyata.

GSMP Diperkuat Melalui Pendekatan Riset dan Edukasi

Herman Deru menegaskan aktivitas di SSTP merupakan bagian dari implementasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang selama ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Melalui pendekatan tersebut, hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, melainkan diterapkan langsung dalam bentuk demonstrasi lapangan sehingga masyarakat dapat mempelajari teknik budidaya secara praktis.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pangan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengadopsi inovasi yang telah terbukti berhasil.

Baca juga  HUT Ke-4 Tirta Sriwijaya Maju Berbagi Sembako, Namun Tantangan Lingkungan Masih Menjadi PR

“Melalui riset dan praktik langsung di lapangan seperti di SSTP ini, kita harapkan masyarakat bisa melihat, meniru, dan ikut mengembangkan komoditas yang sama di lingkungan mereka masing-masing demi mewujudkan kemandirian pangan keluarga,” katanya.

Inovasi Menjadi Kunci Menghadapi Tantangan Ketahanan Pangan

Penguatan riset pertanian menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim, kenaikan biaya produksi, hingga kebutuhan meningkatkan produktivitas lahan.

Berdasarkan berbagai kebijakan nasional di sektor pangan, pemerintah daerah didorong mengembangkan inovasi lokal agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi. Model seperti SSTP menjadi contoh bagaimana riset dapat diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi petani.

Di sisi lain, pengembangan komoditas hortikultura, tanaman pangan, dan peternakan secara terpadu juga berpotensi memperkuat rantai pasok pangan daerah sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pertanian modern.

SSTP Berpotensi Menjadi Inkubator Pertanian Modern

Keberadaan Sriwijaya Science Techno Park tidak hanya penting sebagai pusat penelitian, tetapi juga berpotensi menjadi inkubator lahirnya wirausaha baru di sektor pertanian.

Apabila hasil riset terus diintegrasikan dengan pendampingan, pembiayaan, dan akses pemasaran, inovasi yang dikembangkan di kawasan tersebut dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar dibanding sekadar menjadi lokasi demonstrasi teknologi.

Dalam jangka pendek, penerapan teknologi budidaya dan efisiensi pakan dapat membantu menekan biaya produksi petani dan peternak. Sementara dalam jangka panjang, pendekatan berbasis riset berpotensi meningkatkan daya saing pertanian Sumatera Selatan di tingkat nasional.

Keunikan SSTP bukan hanya terletak pada koleksi komoditas yang dikembangkan, tetapi pada konsep menghubungkan laboratorium dengan lahan pertanian masyarakat. Pendekatan ini membuat hasil penelitian lebih cepat diterapkan sehingga peluang inovasi berhenti sebagai proyek akademik dapat diminimalkan.

Baca juga  100 Siswa Sumsel Siap Ikuti Retret Laskar Satria Pandu, Inisiatif Gubernur Herman Deru Bangun Karakter Generasi Muda

Kunjungan Gubernur Herman Deru ke Sriwijaya Science Techno Park menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi dan riset terapan. Dengan memperluas adopsi teknologi budidaya serta pengembangan komoditas unggulan, SSTP diharapkan menjadi pusat edukasi yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani, peternak, sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah. (Poerba)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here