
SEKAYU, cimutnews.co.id – Pembangunan Sekolah Rakyat Muba memasuki tahap persiapan yang semakin matang. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memastikan kesiapan lahan seluas sekitar 8,1 hektare di Jalan Plakat Tinggi, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, sebagai lokasi yang diusulkan untuk mendukung pelaksanaan program strategis nasional di sektor pendidikan.
Langkah tersebut ditandai dengan peninjauan lapangan yang dilakukan Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai H. Abdur Rohman Husen bersama sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Sosial Kabupaten Muba, pada Selasa (7/7/2026). Peninjauan menjadi bagian dari proses memastikan kesiapan teknis sebelum pembangunan memasuki tahap berikutnya.
Kesiapan Lahan Jadi Faktor Penting Percepatan Program
Pemerintah Kabupaten Muba menilai kesiapan lokasi menjadi salah satu faktor utama agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai target pemerintah pusat.
Hasil peninjauan menunjukkan lahan yang diusulkan memiliki berbagai keunggulan. Selain berada di kawasan strategis yang masih berada dalam wilayah Kota Sekayu, status kepemilikan lahan telah memiliki sertifikat lengkap sehingga meminimalkan potensi persoalan administrasi di kemudian hari.
Tidak hanya itu, peruntukan kawasan juga telah sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), didukung akses jalan yang memadai, jaringan listrik yang tersedia, serta kondisi topografi yang relatif datar sehingga dinilai efisien untuk proses pembangunan.
Dukungan Penuh Pemkab Muba
Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai H. Abdur Rohman Husen menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh seluruh tahapan pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pembangunan gedung pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemkab Muba siap mendukung seluruh tahapan agar program ini segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung pemerataan kesempatan belajar.
Program Strategis Nasional untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Pemerintah menempatkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.
Konsep sekolah tersebut dirancang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA sehingga peserta didik dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh pendidikan secara berkelanjutan.
Menurut Wakil Bupati, pemerataan akses pendidikan memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas kesehatan, kesejahteraan sosial, serta produktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
“Ini merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui pemerataan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan yang lebih berkualitas bagi masyarakat,” katanya.
DPRD Sumsel Apresiasi Kesiapan Daerah
Peninjauan lokasi turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari berbagai komisi, yakni Alwis Gani, SE., MM. dan Susi Imelda Beni dari Komisi V, Abusari, SH., M.Si. serta Andi Rizki dari Komisi II, Drs. Tamrin dari Komisi I, serta M. Hasan Haikal dari Komisi IV.
Mereka memberikan apresiasi terhadap kesiapan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Menurut perwakilan DPRD Sumsel, kesiapan daerah menjadi modal penting agar proses pembangunan berjalan lebih cepat ketika seluruh tahapan administrasi maupun teknis telah dipenuhi.
“Diharapkan dengan berdirinya sekolah ini semakin banyak anak-anak di Muba memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkeadilan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi unggul,” ujar salah seorang anggota DPRD.
Pendidikan Menjadi Investasi Daerah Jangka Panjang
Pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya dipandang sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi juga menjadi investasi sosial yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Daerah yang memiliki akses pendidikan lebih merata umumnya memiliki peluang lebih besar meningkatkan kualitas tenaga kerja, mengurangi angka putus sekolah, serta memperbaiki indikator pembangunan manusia.
Dalam konteks Musi Banyuasin yang memiliki wilayah cukup luas dengan karakteristik geografis beragam, keberadaan Sekolah Rakyat berpotensi memperluas kesempatan belajar bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Apabila program berjalan sesuai perencanaan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas ekonomi keluarga dalam beberapa tahun mendatang. (Noto)

















