
SUNGAI KERUH, cimutnews.co.id – Reses DPRD Provinsi Sumatera Selatan di Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang dialog untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan daerah secara langsung kepada para wakil rakyat. Forum yang digelar di halaman Kantor Camat Sungai Keruh pada Senin (6/7/2026) itu menjadi bagian dari agenda Reses Masa Sidang VI DPRD Sumsel Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dinilai penting karena menjadi salah satu mekanisme konstitusional bagi anggota legislatif untuk menghimpun aspirasi masyarakat yang nantinya akan dibahas dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Reses DPRD Sumsel Perkuat Jalur Aspirasi Masyarakat
Reses dihadiri Camat Sungai Keruh Henri S.Pd., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), para kepala desa se-Kecamatan Sungai Keruh, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala UPTD, kepala sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga berbagai unsur masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa agenda reses tidak hanya menjadi forum komunikasi antara legislatif dan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi wadah partisipasi publik dalam menentukan arah pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Dorong Aspirasi Berkualitas
Mewakili Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, SH, Camat Sungai Keruh Henri menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kecamatan Sungai Keruh sebagai salah satu lokasi pelaksanaan reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupaten Musi Banyuasin.
Menurut Henri, masyarakat memiliki kesempatan strategis untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi di desa masing-masing.
“Kami berharap momentum reses ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para kepala desa dan seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang benar-benar menjadi kebutuhan warga. Semoga usulan yang disampaikan dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan dalam program pembangunan Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.
Enam Legislator Sumsel Dengarkan Aspirasi Warga
Agenda reses yang berlangsung dalam rentang 3–10 Juli 2026 dihadiri enam anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Dapil IX Kabupaten Musi Banyuasin, yaitu:
- Alwis Gani, SE., MM (Fraksi Gerindra)
- Abusari, SH., M.Si. (Partai NasDem)
- Drs. Tamrin, M.Si. (Partai Golkar)
- Susy Imelda Frederika (Fraksi PDI Perjuangan)
- M. Hasan Haikal (Partai Kebangkitan Nusantara)
- Andi Rizkiyansyah, S.IP. (Partai Golkar)
Dalam sesi dialog, masing-masing anggota dewan menerima berbagai usulan yang disampaikan masyarakat secara terbuka dan interaktif.
Infrastruktur Masih Menjadi Aspirasi Dominan
Berbagai usulan yang mengemuka dalam forum tersebut meliputi:
- peningkatan kualitas jalan dan jembatan;
- penguatan sarana pendidikan;
- pembangunan fasilitas keagamaan;
- peningkatan pelayanan kesehatan;
- pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Menurut para peserta, sejumlah kebutuhan tersebut menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Sungai Keruh.
Seluruh masukan dicatat oleh anggota DPRD Sumsel untuk selanjutnya dibawa ke forum pembahasan legislatif sesuai mekanisme penyusunan program dan anggaran pembangunan daerah.
Reses Menjadi Bagian Penting Siklus Perencanaan Pembangunan
Secara kelembagaan, reses merupakan agenda resmi anggota DPRD yang dilaksanakan di luar masa persidangan guna menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Hasil reses selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan pembangunan bersama pemerintah daerah.
Mekanisme tersebut menjadi jembatan agar kebutuhan masyarakat di tingkat desa tidak berhenti pada usulan administratif, tetapi memperoleh ruang pembahasan di tingkat provinsi sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Aspirasi Lokal Menentukan Prioritas Pembangunan
Dominannya usulan mengenai infrastruktur menunjukkan bahwa konektivitas wilayah masih menjadi kebutuhan utama masyarakat pedesaan di sejumlah kecamatan di Musi Banyuasin. Jalan, jembatan, dan akses pelayanan dasar merupakan faktor yang memengaruhi aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan kesehatan.
Di sisi lain, munculnya aspirasi terkait pendidikan, kesehatan, sarana ibadah, dan pemberdayaan ekonomi mengindikasikan bahwa masyarakat mulai menaruh perhatian pada pembangunan yang lebih menyeluruh. Artinya, orientasi pembangunan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan ekonomi.
Dialog Langsung Tingkatkan Akurasi Program
Salah satu nilai penting dari kegiatan reses adalah terciptanya komunikasi langsung antara masyarakat dan pembuat kebijakan. Dengan mendengar kebutuhan warga secara langsung, anggota legislatif memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi di lapangan dibanding hanya mengandalkan laporan administratif.
Pendekatan partisipatif seperti ini juga dapat meningkatkan efektivitas penyusunan program pembangunan karena usulan berasal dari kebutuhan riil masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan asumsi atau data statistik.
Sinergi Pemerintah, DPRD, dan Masyarakat Diharapkan Semakin Kuat
Kegiatan reses berlangsung tertib, komunikatif, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Pemerintah Kecamatan Sungai Keruh berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan DPRD Provinsi Sumatera Selatan sehingga mampu memperkuat pemerataan pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.(Noto)

















