Beranda Nusantara Bandara Husein Sastranegara Kembali Bergeliat, Pemkot Bandung Siapkan Infrastruktur dan Rekayasa Lalu...

Bandara Husein Sastranegara Kembali Bergeliat, Pemkot Bandung Siapkan Infrastruktur dan Rekayasa Lalu Lintas Sambut Rute Baru ke Lampung dan Palembang

11
0
Petugas melakukan penataan akses kendaraan dan rekayasa lalu lintas di kawasan Bandara Husein Sastranegara menjelang pembukaan kembali penerbangan komersial serta pengoperasian rute baru Wings Air pada Agustus 2026. (Foto: Siti/CimutNews).

BANDUNG, CimutNews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan seluruh infrastruktur pendukung telah siap menjelang reaktivasi operasional Bandara Husein Sastranegara yang ditandai dengan pembukaan dua rute penerbangan baru mulai Agustus 2026. Persiapan tersebut meliputi penataan akses jalan, rekayasa lalu lintas, peningkatan penerangan jalan, hingga penguatan identitas Kota Bandung di kawasan terminal bandara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali konektivitas udara Kota Bandung setelah dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar penerbangan komersial dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan seluruh pekerjaan sipil untuk mendukung operasional kembali Bandara Husein Sastranegara telah rampung.

Pernyataan itu disampaikan saat Coffee Morning bersama pewarta di Pendopo Kota Bandung, Senin (14/7/2026).

“Semua pekerjaan sipil sudah dirapikan, termasuk akses menuju bandara dan area penjemputan maupun pengantaran penumpang,” kata Farhan.

Menurutnya, pelapisan ulang jalan, penataan jalur masuk dan keluar bandara, serta fasilitas pick up dan drop off kini siap digunakan ketika penerbangan komersial kembali beroperasi.

Pengelolaan area parkir beserta transportasi resmi di lingkungan bandara nantinya dilakukan oleh Lanud Husein Sastranegara bersama mitra pengelola.

Pemkot Bandung Siapkan Branding Kota di Terminal Bandara

Selain menyiapkan infrastruktur fisik, Pemkot Bandung juga melihat momentum reaktivasi bandara sebagai peluang memperkuat promosi daerah.

Farhan mengungkapkan, InJourney memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kota Bandung untuk menghadirkan konsep branding daerah di area keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

Menurutnya, keberadaan materi promosi tersebut diharapkan mampu memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kota Bandung kepada wisatawan maupun pelaku usaha yang datang melalui jalur udara.

“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan Bandung kepada setiap penumpang yang datang maupun berangkat melalui Bandara Husein,” ujarnya.

Ia menilai sektor pendidikan, pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, hingga pusat perbelanjaan masih menjadi magnet utama yang mampu meningkatkan mobilitas masyarakat menuju Kota Bandung.

Baca juga  Satnarkoba Polres Blitar Ungkap Jaringan Narkoba dan Pil Dobel L, Puluhan Gram Sabu, Ribuan Butir Okerbaya serta Ribuan Miras Diamankan

“Bandung punya pendidikan, wisata, kuliner, dan belanja yang menjadi daya tarik. Tugas kami adalah terus mempromosikan semua potensi itu agar semakin banyak orang datang ke Bandung,” tuturnya.

Farhan menegaskan peningkatan jumlah wisatawan tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Pelayanan publik kepada warga Kota Bandung tetap menjadi prioritas. Kami ingin warga menjadi tuan rumah yang baik karena mereka juga merasakan manfaat dari berkembangnya sektor pariwisata dan ekonomi,” katanya.

Dishub Matangkan Rekayasa Lalu Lintas dan Akses Bandara

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan berbagai simulasi lalu lintas telah dilakukan bersama kepolisian, pemerintah provinsi, hingga pengelola jalan nasional.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan saat aktivitas penerbangan kembali berjalan.

“Kami sudah melakukan koordinasi sejak awal, termasuk uji coba manajemen rekayasa lalu lintas pada 7 Juli 2026. Tujuannya agar arus kendaraan menuju dan keluar bandara berjalan lancar saat operasional penerbangan kembali dimulai,” ujar Rasdian.

Dalam skema baru, kendaraan yang memasuki kawasan bandara melalui gerbang utama diarahkan menuju jalur kiri menuju area parkir.

Sementara kendaraan yang hanya mengantar penumpang akan langsung diarahkan menuju area drop off melalui jalur khusus sehingga tidak menimbulkan antrean di pintu masuk.

“Rekayasa ini dibuat agar pergerakan kendaraan lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean di pintu masuk bandara,” katanya.

Selain rekayasa lalu lintas, Dishub Kota Bandung telah menyelesaikan penggantian seluruh lampu penerangan jalan dari teknologi merkuri menjadi LED pada akses menuju bandara.

“Alhamdulillah penerangan jalan sudah 100 persen selesai. Semua lampu sudah menggunakan LED sehingga akses menuju bandara jauh lebih terang dan nyaman, terutama pada malam hari,” ujar Rasdian.

Ia menambahkan pembaruan marka jalan telah selesai dilaksanakan, sedangkan perbaikan kanopi kawasan bandara dituntaskan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.

Baca juga  Babinsa Koramil 03/Pegasing Ajak Warga Gotong Royong Bangun Kolam Ikan Nila: Wujud Nyata Sinergi TNI dan Masyarakat di Aceh Tengah

Wings Air Buka Rute Bandung–Lampung dan Bandung–Palembang

Dari sisi layanan penerbangan, Lion Group melalui Wings Air memastikan kembali melayani penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara.

Corporate Communications Strategic Wings Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan maskapai akan membuka penerbangan langsung Bandung–Bandar Lampung mulai 6 Agustus 2026 sebanyak tiga kali dalam sepekan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.

Sehari berikutnya, Wings Air juga membuka rute langsung Bandung–Palembang.

Menurut Danang, kedua rute tersebut dipilih berdasarkan hasil studi kelayakan serta kebutuhan mobilitas masyarakat di dua wilayah.

“Rute ini kami siapkan untuk mendukung perjalanan wisata, bisnis, pendidikan, maupun perjalanan dinas antara Jawa Barat dan Sumatera bagian selatan,” ujarnya.

Melalui konektivitas tersebut, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai kota lain dalam jaringan Lion Group, seperti Batam, Pangkalpinang, Belitung, Medan, hingga sejumlah kota di Sumatera.

Selain Wings Air, Lion Group melalui Super Air Jet tengah menyiapkan delapan rute tambahan menuju Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Denpasar yang saat ini masih menunggu proses perizinan regulator penerbangan.

Reaktivasi Bandara Diharapkan Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Daerah

Secara nasional, pemerintah terus mendorong peningkatan konektivitas antardaerah sebagai bagian dari penguatan pertumbuhan ekonomi, pariwisata, investasi, dan pemerataan pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta mendukung agenda Asta Cita Presiden.

Konektivitas transportasi udara dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi barang bernilai tinggi, serta memperkuat daya saing kawasan metropolitan seperti Bandung Raya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu kontributor penting terhadap pemulihan ekonomi nasional pascapandemi. Meningkatnya frekuensi penerbangan umumnya berbanding lurus dengan pertumbuhan aktivitas wisata, perjalanan bisnis, hingga penyelenggaraan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Baca juga  Sekda Jabar Buka Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025-2029

Bagi Kota Bandung, keberadaan kembali penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara diperkirakan dapat memperluas pilihan moda transportasi bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perguruan tinggi, rumah sakit rujukan, pusat perdagangan, dan industri kreatif yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi kota tersebut.

Peluang Besar, Tantangan Tetap Ada

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara bukan hanya soal dibukanya kembali layanan penerbangan, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Bandung Raya. Kehadiran rute-rute baru menuju Sumatera Selatan dan Lampung memperkuat konektivitas ekonomi antarpulau yang selama ini didominasi jalur darat dan laut.

Namun demikian, keberhasilan operasional bandara akan sangat ditentukan oleh konsistensi jumlah penumpang, keberlanjutan rute penerbangan, serta kemampuan seluruh pemangku kepentingan menjaga kelancaran akses menuju bandara. Pengalaman sebelumnya menunjukkan sejumlah rute udara dapat dihentikan apabila tingkat keterisian penumpang belum memenuhi target maskapai.

Di sisi lain, peningkatan akses udara berpotensi memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor hotel, restoran, transportasi lokal, UMKM, pusat perbelanjaan, hingga industri kreatif. Semakin tinggi mobilitas wisatawan dan pelaku usaha, semakin besar pula peluang terciptanya aktivitas ekonomi baru di Kota Bandung.

Karena itu, kesiapan infrastruktur yang telah dilakukan Pemkot Bandung perlu diikuti penguatan promosi destinasi wisata, penyelenggaraan event berskala nasional, serta peningkatan kualitas layanan publik agar manfaat ekonomi dari reaktivasi bandara dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (Siti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here