Beranda Banyuasin Banyuasin Matangkan Persiapan APKASI Otonomi Expo 2026, Bidik Investasi hingga Perluas Pasar...

Banyuasin Matangkan Persiapan APKASI Otonomi Expo 2026, Bidik Investasi hingga Perluas Pasar UMKM

18
0
Asisten II Setda Banyuasin Ir. Alfian, M.M. memimpin rapat koordinasi persiapan keikutsertaan Kabupaten Banyuasin dalam APKASI Otonomi Expo 2026 bersama jajaran OPD dan Bank Sumsel Babel di Ruang Rapat Sekda Banyuasin. (Foto: Noto/CimutNews).

Pangkalan Balai, CimutNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mematangkan seluruh persiapan menjelang keikutsertaan dalam APKASI Otonomi Expo 2026 yang akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 27–29 Agustus 2026. Pameran berskala nasional yang mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas” tersebut dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat promosi investasi, memperluas akses pasar produk unggulan daerah, sekaligus memperkenalkan potensi Banyuasin kepada investor, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyuasin, Ir. Alfian, M.M., di ruang rapat Sekretaris Daerah Banyuasin, Rabu (15/7). Rapat dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Bagian Tata Pemerintahan, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta perwakilan Bank Sumsel Babel.

Seluruh OPD Siapkan Materi Terbaik untuk Promosi Daerah

Dalam rapat tersebut, masing-masing perangkat daerah memaparkan kesiapan pengisian booth pameran. Materi yang akan ditampilkan meliputi promosi peluang investasi, produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perikanan, ketahanan pangan, potensi pariwisata, hingga kekayaan seni dan budaya khas Banyuasin.

Selain menampilkan berbagai produk unggulan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyuasin juga akan menghadirkan video profil pembangunan daerah, dokumentasi berbagai program pemerintah, kuis interaktif bagi pengunjung, serta layanan siaran langsung (live streaming) selama penyelenggaraan pameran.

Menurut Alfian, setiap OPD diminta menampilkan materi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan informasi komprehensif mengenai peluang investasi serta potensi ekonomi Banyuasin.

“Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi seluruh perangkat daerah, kami berharap keikutsertaan Banyuasin dalam APKASI Otonomi Expo 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap promosi investasi, pengembangan UMKM, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi unggulan daerah di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca juga  Gajah Liar Masuk Permukiman Banyuasin, Viral di TikTok, Warga Desa Kuala Sujian Panik

Hasil rapat menyimpulkan bahwa seluruh materi dan konsep pengisian booth pada prinsipnya telah siap sehingga Banyuasin optimistis dapat tampil maksimal pada ajang tersebut.

APKASI Expo Jadi Sarana Memperluas Investasi Daerah

APKASI Otonomi Expo selama ini dikenal sebagai salah satu forum promosi terbesar bagi pemerintah kabupaten di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah memiliki kesempatan mempertemukan potensi investasi dengan calon investor, memperkenalkan komoditas unggulan, sekaligus membuka peluang kerja sama antardaerah maupun dengan sektor swasta.

Bagi Banyuasin, keikutsertaan dalam expo ini memiliki arti penting mengingat daerah tersebut merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan hasil pertanian, hingga kawasan ekonomi berbasis logistik. Posisi geografis yang berdekatan dengan Kota Palembang dan memiliki akses menuju jalur perdagangan nasional menjadi nilai tambah dalam menarik minat investasi.

Selaras dengan Agenda Hilirisasi dan Penguatan Ekonomi Daerah

Partisipasi Banyuasin dalam APKASI Otonomi Expo juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan UMKM, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), agenda transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045, serta target pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pemerintah juga terus mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya mengandalkan promosi konvensional, tetapi mampu membangun ekosistem investasi yang didukung digitalisasi pelayanan, kemudahan perizinan, dan peningkatan daya saing produk lokal sehingga mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

UMKM Menjadi Salah Satu Daya Tarik Utama

Keikutsertaan pelaku UMKM dalam pameran menjadi salah satu fokus penting Banyuasin. Melalui expo tersebut, produk lokal memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan calon pembeli, distributor, maupun investor yang dapat membuka akses pasar lebih luas.

Baca juga  Program Pangan Polisi Digencarkan, Namun Dampaknya Masih Dipertanyakan

Strategi tersebut dinilai relevan mengingat sektor UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Penguatan promosi melalui pameran berskala nasional diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha daerah di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

Promosi Daerah Kini Tidak Lagi Sekadar Pameran

Partisipasi pemerintah daerah dalam berbagai expo nasional kini mengalami perubahan fungsi. Jika sebelumnya lebih berorientasi pada promosi seremonial, kini pameran menjadi instrumen diplomasi ekonomi daerah untuk mempertemukan pemerintah dengan investor, mitra bisnis, hingga calon pembeli produk unggulan.

Keberhasilan sebuah daerah dalam mengikuti expo tidak hanya diukur dari kemegahan booth atau jumlah pengunjung, tetapi juga dari tindak lanjut berupa peluang investasi baru, kerja sama bisnis, peningkatan transaksi UMKM, hingga penguatan citra daerah sebagai kawasan yang ramah investasi.

Bagi Banyuasin, momentum APKASI Otonomi Expo menjadi kesempatan memperkenalkan potensi yang selama ini belum sepenuhnya dikenal secara nasional. Sinergi antarlembaga, kesiapan data investasi, serta penyajian informasi yang lengkap menjadi faktor penting agar promosi tidak berhenti pada tingkat publikasi, tetapi menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Dalam jangka panjang, promosi daerah yang terintegrasi dengan strategi pembangunan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu daerah penyangga pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here