Beranda Palembang Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 16.500 Masker Dibagikan Pemkot

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 16.500 Masker Dibagikan Pemkot

10
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran Forkopimda membagikan masker gratis kepada masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk. (Foto: Poerba/cimutnews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Kabut asap mulai menjadi persoalan serius di Kota Palembang. Pemerintah kota bergerak membagikan 16.500 lembar masker gratis kepada masyarakat pada Senin (24/8/2026), setelah kualitas udara tercatat berada pada level yang perlu diwaspadai.

Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik dengan aktivitas kendaraan yang padat. Langkah tersebut melibatkan jajaran Pemerintah Kota Palembang bersama unsur TNI, Polri dan Kejaksaan Negeri Palembang.

Namun, di balik pembagian masker tersebut terdapat persoalan yang lebih besar. Data yang disampaikan Pemkot Palembang menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Senin pagi mencapai 195, masuk kategori tidak sehat.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan: seberapa besar dampak kabut asap terhadap kesehatan warga jika kualitas udara terus memburuk?

ISPU 195, Warga Diminta Waspada

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kabut asap yang mulai terasa di kota tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Pemerintah kota kemudian mengambil langkah antisipasi dengan membagikan masker secara langsung kepada masyarakat, khususnya di kawasan dengan lalu lintas kendaraan yang cukup padat.

Ratu Dewa juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menjaga kesehatan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Tidak hanya membagikan masker, pemerintah juga meminta fasilitas kesehatan milik Pemkot Palembang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat kualitas udara.

16.500 Masker Disebar ke Sejumlah Titik

Pembagian masker dilakukan di tiga lokasi utama.

Di Simpang Charitas, sebanyak 2.000 masker dibagikan dan kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Kemudian Simpang Lima Lampu Merah DPRD Sumsel mendapat 2.000 masker. Pembagian di lokasi ini dipimpin Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin.

Baca juga  Gugatan LPP Surak ke Bawaslu Sumsel Ditolak PTUN, Tapi Perlawanan Hukum Masih Berlanjut

Sementara di Simpang Lampu Merah Flyover Polda Sumsel, sebanyak 2.000 masker dibagikan dengan kegiatan dipimpin Asisten III Pemkot Palembang Ahmad Bastari Yusak.

Distribusi juga dilakukan kepada sejumlah institusi.

Masing-masing 500 masker diberikan kepada Kejaksaan Negeri Palembang, Kodim 0418/Palembang dan Polrestabes Palembang.

Selain itu, masing-masing 500 masker juga dialokasikan untuk 18 kecamatan di Kota Palembang.

Jika seluruh alokasi tersebut dijumlahkan, distribusi yang disebutkan dalam bahan pemerintah mencapai 16.500 masker.

Angka tersebut menunjukkan respons cepat pemerintah. Tetapi masker pada dasarnya merupakan langkah perlindungan individu, bukan penyelesaian terhadap sumber pencemaran udara.

Fakta Lain: Kasus ISPA Sudah Ribuan

Persoalan kabut asap menjadi lebih serius ketika dikaitkan dengan data kesehatan.

Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 9.313 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 1 hingga 21 Agustus 2026.

Data tersebut tentu tidak serta-merta membuktikan seluruh kasus ISPA disebabkan oleh kabut asap. Namun, tingginya angka kasus tersebut menjadi salah satu indikator yang membuat kondisi kualitas udara perlu mendapatkan perhatian lebih.

Di sisi lain, ISPU Palembang yang berada pada angka 195 memperlihatkan bahwa persoalan udara tidak lagi sebatas gangguan jarak pandang atau rasa tidak nyaman saat berada di luar ruangan.

Ada risiko kesehatan yang perlu diperhitungkan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.

Kelompok Rentan Jadi Perhatian

Ratu Dewa meminta masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan segera memeriksakan kondisi ke puskesmas terdekat.

Perhatian khusus diberikan kepada lansia, ibu hamil, balita serta masyarakat dengan riwayat asma, penyakit jantung, diabetes dan TB paru.

Jika kondisi kesehatan memburuk atau masuk keadaan darurat, masyarakat diminta segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

“Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan,” kata Ratu Dewa.

Baca juga  Sumsel–Singapura Kembali Terkoneksi, Penerbangan Langsung Palembang–Singapura Siap Dibuka Lagi

Pemkot Palembang juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap.

Bukan Sekadar Soal Membagikan Masker

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembagian masker hanya salah satu bagian dari respons terhadap persoalan kualitas udara.

Jika sumber asap berasal dari karhutla di sejumlah wilayah, maka persoalan utamanya berada lebih jauh dari sekadar aktivitas warga di jalan raya.

Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan kualitas udara, wilayah terdampak, langkah perlindungan kesehatan dan perkembangan penanganan sumber asap.

Hal ini penting karena angka ISPU dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan sumber polusi. Sementara itu, aktivitas masyarakat tetap berjalan setiap hari.

Sekolah, pekerja lapangan, pengendara, pedagang kaki lima hingga kelompok rentan tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya aman.

Pertanyaan yang Belum Terjawab

Hingga kini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada berapa banyak masker yang telah dibagikan, tetapi juga pada bagaimana pemerintah memastikan kualitas udara kembali membaik.

Belum ada penjelasan rinci dalam bahan informasi mengenai berapa lama kondisi ISPU 195 diperkirakan berlangsung, seberapa luas dampak asap yang masuk ke wilayah Palembang, serta langkah lanjutan apabila kualitas udara kembali memburuk.

Pertanyaan lainnya adalah apakah pembagian masker akan diikuti langkah yang lebih luas untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap asap.

Sebab, ketika angka ISPU sudah mencapai 195 dan kasus ISPA dalam periode kurang dari tiga pekan tercatat ribuan, persoalannya tidak lagi sekadar tentang masker.

Hingga kini, kabut asap masih menjadi pekerjaan rumah. Pertanyaannya, apakah kualitas udara Palembang akan segera membaik, atau justru memasuki fase yang lebih mengkhawatirkan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here