Beranda OKU 1.500 Siswa SMA di OKU Ikuti Try Out Akbar TKA, Persiapan Hadapi...

1.500 Siswa SMA di OKU Ikuti Try Out Akbar TKA, Persiapan Hadapi Ujian Oktober

9
0
Sekitar 1.500 siswa kelas XII SMA sederajat se-Kabupaten OKU mengikuti Try Out Akbar TKA di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Agus/ CimutNews)

BATURAJA, cimutnews.co.id – Sekitar 1.500 siswa kelas XII SMA sederajat se-Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengikuti Try Out Akbar Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten OKU bersama Lembaga Pendidikan Genza Education itu menjadi bagian dari persiapan siswa menghadapi pelaksanaan TKA yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Selain mengukur kemampuan akademik, try out diarahkan untuk membantu siswa membangun kesiapan mental menghadapi ujian.

Try Out TKA Digelar Dua Hari, Peserta Dibagi Tiga Sesi

Ketua Pelaksana Try Out Akbar TKA, Bagus Suparjiono, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari SMA sederajat di wilayah Kabupaten OKU.

Pelaksanaan try out berlangsung selama dua hari dengan peserta dibagi ke dalam tiga sesi. Pembagian tersebut dilakukan untuk menyesuaikan jumlah peserta sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ujian.

“Kurang lebih 1.500 peserta. Kegiatan selama dua hari kita bagi dalam tiga sesi,” kata Bagus.

Berbeda dengan ujian konvensional berbasis lembar jawaban, try out ini dilaksanakan secara daring. Setiap peserta menggunakan telepon seluler masing-masing untuk mengerjakan soal.

Persiapan Bukan Hanya Soal Nilai

Bagus menjelaskan, waktu menuju pelaksanaan TKA pada Oktober relatif terbatas. Karena itu, try out diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka sebelum menghadapi ujian sebenarnya.

“Dengan waktu yang singkat ini kita ingin mempersiapkan anak-anak di OKU, baik secara akademik maupun mental mereka untuk menghadapi ujian TKA,” ujarnya.

Dari sisi pendidikan, pola seperti ini penting karena siswa tidak hanya membutuhkan latihan mengerjakan soal, tetapi juga pengalaman menghadapi situasi ujian dengan batas waktu dan sistem pengerjaan yang terstruktur.

Baca juga  Safari Subuh di Masjid Imam Bonjol: Wabup OKU Tekankan Pentingnya Pembangunan Spiritual Bersama MUI

Hasil try out dapat dimanfaatkan siswa sebagai bahan evaluasi. Peserta dapat melihat bagian yang masih perlu diperkuat sehingga waktu persiapan menjelang Oktober dapat digunakan secara lebih terarah.

Pemkab OKU Apresiasi Kolaborasi Pendidikan

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati OKU H Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd., yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan OKU Kadarisman S.Ag., M.Si.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Kadarisman, Pemerintah Kabupaten OKU menyampaikan apresiasi kepada Genza Education yang telah memberikan ruang bagi siswa kelas XII SMA sederajat untuk mengukur kemampuan akademik melalui Try Out Akbar TKA.

Menurut Pemkab OKU, kegiatan semacam itu dapat memberikan gambaran awal mengenai kemampuan peserta didik sekaligus memperkuat persiapan mereka sebelum mengikuti TKA pada Oktober mendatang.

“Alhamdulillah semakin banyak masyarakat yang ambil bagian memberikan akses pendidikan untuk anak-anak kita. Ini sangat penting untuk menyukseskan pendidikan di OKU,” ujar Kadarisman.

Apresiasi juga diberikan kepada pihak sekolah yang turut mendorong dan memotivasi siswa untuk mengikuti kegiatan.

TKA Disebut Bukan Satu-satunya Penentu Kelulusan

Dalam kesempatan tersebut, Kadarisman mengingatkan peserta agar tidak melihat TKA semata-mata sebagai ujian yang menentukan seluruh perjalanan pendidikan mereka.

Ia menjelaskan bahwa TKA bukan satu-satunya komponen penentu kelulusan. Namun, hasil yang diperoleh tetap memiliki arti penting sebagai gambaran kemampuan akademik dan tingkat ketuntasan belajar siswa.

“Meskipun TKA ini bukan komponen satu-satunya penentu kelulusan, namun inilah tolak ukur sejauh mana keberhasilan atau ketuntasan belajar anak-anak. Ini adalah nilai murni dan gambaran kemampuan anak-anak kita,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan try out bukan sekadar kegiatan kompetitif untuk memperoleh nilai tinggi. Lebih jauh, hasilnya dapat digunakan sebagai cermin bagi siswa, sekolah, maupun orang tua untuk mengetahui posisi kemampuan akademik peserta didik sebelum menghadapi TKA.

Baca juga  HUT TNI ke-80, DPP PJS Beri Penghargaan untuk Kodim 0403/OKU Atas Dedikasi Menjaga Kondusivitas Wilayah OKU Raya

Dari Try Out ke Evaluasi Pembelajaran

Ada hal penting yang dapat dibaca dari pelaksanaan try out dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.500 siswa. Persiapan menghadapi TKA membutuhkan keterlibatan lebih dari sekadar siswa sebagai peserta ujian.

Sekolah berperan dalam memberikan penguatan pembelajaran, guru dapat memetakan materi yang masih menjadi kendala, sementara siswa memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kelemahan berdasarkan hasil evaluasi.

Dengan demikian, nilai try out idealnya tidak berhenti sebagai angka. Data hasil pengerjaan dapat menjadi dasar untuk menentukan materi yang perlu diperdalam dalam sisa waktu persiapan menuju Oktober.

Kesiapan Digital Juga Menjadi Bagian dari Ujian

Pelaksanaan secara daring menggunakan telepon seluler masing-masing peserta juga menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi evaluasi akademik semakin berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat digital.

Dalam konteks ini, siswa tidak hanya dituntut memahami materi pelajaran. Mereka juga perlu terbiasa membaca soal melalui perangkat, mengatur waktu pengerjaan, memastikan koneksi dan perangkat berfungsi, serta menjaga konsentrasi selama ujian berlangsung.

Faktor teknis tersebut dapat terlihat sederhana, tetapi berpotensi memengaruhi pengalaman peserta ketika mengikuti ujian berbasis digital. Karena itu, try out menjadi ruang latihan untuk mengenali persoalan teknis sebelum pelaksanaan TKA yang sebenarnya.

Dua Bulan Menjelang TKA Harus Dimanfaatkan

Pelaksanaan try out pada 22 Agustus, sementara TKA dijadwalkan pada Oktober, menunjukkan adanya fase persiapan yang perlu dimanfaatkan secara optimal oleh siswa. Waktu yang tersisa sebaiknya tidak hanya digunakan untuk memperbanyak latihan soal, tetapi juga mengevaluasi kesalahan dan memperkuat materi yang belum dikuasai.

Bagi sekolah, hasil try out dapat menjadi salah satu bahan pemetaan. Siswa dengan capaian tertentu dapat diarahkan memperdalam materi yang masih lemah, sementara guru dapat melihat pola kesulitan yang muncul di antara peserta didik. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here