
PALEMBANG, cimutnews.co.id – Program Doktor Manajemen Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mengawali Tahun Akademik 2026/2027 dengan kegiatan Matrikulasi dan Kuliah Umum Perdana bagi mahasiswa baru. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Isni Andriana, S.E., M.Fin., Ph.D., C.DP., serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. Agenda ini menjadi momentum untuk menegaskan arah pendidikan doktoral yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan riset yang relevan dan berdampak.
Pendidikan Doktor Tidak Sekadar Mengejar Gelar
Direktur Program Pascasarjana UMP Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., mengatakan Program Doktor Manajemen UMP diarahkan untuk membangun budaya akademik dan riset sejak mahasiswa memulai pendidikan.
Menurut dia, mahasiswa doktoral perlu membangun kebiasaan membaca, menulis, melakukan penelitian, hingga menghasilkan publikasi ilmiah secara terencana.
“Mahasiswa doktor bukan hanya dituntut menyelesaikan studi, tetapi harus mampu menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kebaruan, relevan dengan persoalan nyata, dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan doktoral ditempatkan sebagai proses membangun kapasitas ilmuwan. Disertasi dan publikasi bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan bagian dari proses menghasilkan pengetahuan baru.
Pengalaman Profesional Menjadi Bahan Riset
Mukhtarudin juga mendorong mahasiswa memanfaatkan pengalaman profesional dan persoalan yang mereka temui di lapangan sebagai sumber gagasan penelitian.
Namun, pengalaman praktis tidak serta-merta menjadi penelitian. Persoalan tersebut harus diolah melalui teori, metodologi, pengumpulan data, analisis, dan argumentasi akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pendekatan itu membuka ruang bagi riset manajemen untuk menjembatani persoalan dunia akademik dengan kebutuhan nyata dunia usaha, pemerintahan, organisasi sosial, hingga Persyarikatan Muhammadiyah.
Empat Karakter yang Didorong Menjadi Budaya Doktoral
Wakil Rektor I UMP Dr. Saleh Hidayat, M.Si., menekankan pendidikan doktor menuntut tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Mahasiswa dituntut mampu merumuskan pertanyaan penelitian, membaca pengetahuan secara kritis, memilih metode yang sesuai, serta mempertanggungjawabkan kesimpulan berdasarkan bukti.
“Kedalaman keilmuan tampak ketika seseorang memahami batas pengetahuannya, bersedia menguji keyakinannya, dan tekun mencari penjelasan yang lebih kuat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Saleh menyebut empat karakter yang perlu menjadi budaya Program Doktor Manajemen UMP:
- Unggul, melalui disiplin dan mutu karya akademik.
- Riset strategis, dengan memilih persoalan yang relevan dan memiliki kedalaman.
- Tata kelola beretika, melalui integritas dan akuntabilitas.
- Berdampak, dengan memastikan hasil penelitian memberikan kontribusi bagi organisasi dan masyarakat.
Keempat karakter tersebut tidak diarahkan hanya sebagai slogan program studi. Menurut Saleh, semuanya perlu diterapkan dalam kebiasaan akademik sehari-hari.
“Read Early, Write Early, Publish Early, Graduate on Time”
Salah satu penekanan penting dalam kuliah umum tersebut adalah pentingnya membangun tradisi menulis sejak awal masa studi.
Saleh menjelaskan, menulis memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar memenuhi target publikasi. Aktivitas tersebut membantu mahasiswa menata pemikiran, memperjelas argumentasi, sekaligus membuka ruang bagi kritik dan masukan dari komunitas akademik.
Karena itu, mahasiswa Program Doktor Manajemen UMP didorong memegang prinsip “Read Early, Write Early, Publish Early, Graduate on Time.”
Prinsip tersebut menempatkan membaca, menulis, publikasi, dan penyelesaian disertasi sebagai rangkaian yang saling berkaitan. Dengan perencanaan sejak awal, mahasiswa dapat mengalokasikan waktu untuk memperdalam riset, memperbaiki naskah, berdiskusi dengan pembimbing, sekaligus menjaga target penyelesaian studi.
Integritas Menjadi Bagian dari Kualitas Riset
Dalam penelitian doktoral, kualitas tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir. Proses memperoleh data, melakukan analisis, serta menyampaikan temuan juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab seorang peneliti.
“Setiap peneliti bertanggung jawab atas cara memperoleh data, melakukan analisis, serta menyampaikan temuan, termasuk ketika hasilnya berbeda dari dugaan semula,” jelas Saleh.
Pesan tersebut penting karena penelitian yang baik tidak seharusnya diarahkan untuk membenarkan dugaan awal peneliti. Temuan yang berbeda justru harus disampaikan secara jujur sepanjang didukung oleh metode dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Riset Manajemen Didorong Menjawab Persoalan Nyata
Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, UMP juga menempatkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam budaya akademiknya.
Saleh menegaskan bahwa ilmu merupakan amanah. Nilai tersebut, menurutnya, perlu tercermin dalam kejujuran penelitian, akhlak akademik, keadilan dalam kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Ruang kontribusi riset manajemen pun dinilai luas. Penelitian dapat diarahkan pada persoalan dunia usaha, organisasi sosial, tata kelola pemerintahan maupun pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah.
Membaca Pola Pendidikan Doktoral
Kegiatan matrikulasi dan kuliah umum ini menunjukkan adanya penekanan pada kesiapan akademik sebelum mahasiswa memasuki perjalanan doktoralnya secara penuh. Fokus tersebut relevan karena pendidikan doktor berbeda dari jenjang sebelumnya: mahasiswa bukan hanya dituntut memahami pengetahuan yang sudah tersedia, tetapi juga menghasilkan kontribusi ilmiah yang memiliki unsur kebaruan.
Di sisi lain, dorongan untuk membaca dan menulis sejak awal dapat menjadi strategi penting untuk menghindari persoalan yang kerap muncul dalam pendidikan doktoral, seperti riset yang baru dirancang menjelang akhir masa studi, publikasi yang tertunda, atau disertasi yang tidak terintegrasi dengan agenda penelitian sejak awal.
pesan “Read Early, Write Early, Publish Early, Graduate on Time” pada dasarnya bukan hanya strategi mempercepat kelulusan. Prinsip tersebut mengubah cara mahasiswa memandang studi doktoral—dari rangkaian kewajiban perkuliahan menjadi satu ekosistem riset yang harus dibangun sejak hari pertama.
Tantangan Berikutnya Ada pada Implementasi
Tantangan bagi Program Doktor Manajemen UMP selanjutnya adalah memastikan empat karakter—unggul, riset strategis, beretika, dan berdampak—benar-benar diterjemahkan dalam proses akademik.
Implementasinya dapat terlihat dari kualitas pertanyaan penelitian, konsistensi metodologi, mutu publikasi, integritas pengelolaan data, serta sejauh mana hasil penelitian mampu memberikan rekomendasi yang dapat digunakan oleh organisasi dan masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan program doktoral tidak hanya dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang menyelesaikan studi. Ukuran yang lebih substantif adalah kemampuan menghasilkan ilmuwan dan penelitian yang memperkaya ilmu manajemen sekaligus membantu menjawab persoalan nyata.
Kegiatan Matrikulasi dan Kuliah Umum Perdana Mahasiswa Baru Program Doktor Manajemen UMP Tahun Akademik 2026/2027 menjadi titik awal untuk membangun budaya tersebut. Pesannya jelas: pendidikan doktoral membutuhkan ketekunan membaca, keberanian meneliti, disiplin menulis, integritas dalam menghasilkan pengetahuan, serta orientasi pada manfaat bagi masyarakat. (Poerba)

















