Beranda Utama AK Gani Reading Society Diluncurkan di Palembang, Dorong Budaya Baca dan Tradisi...

AK Gani Reading Society Diluncurkan di Palembang, Dorong Budaya Baca dan Tradisi Berpikir Kritis

6
0
Asisten III Pemerintah Kota Palembang Ahmad Bastari menyampaikan apresiasi atas peluncuran AK Gani Reading Society dalam kegiatan bedah buku di Palembang, Rabu (16/9/2026).(Foto: Poerba/cimutnews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota Palembang mendorong penguatan budaya literasi melalui peluncuran AK Gani Reading Society, yang dirangkai dengan kegiatan bedah buku pada Rabu (16/9/2026).

Komunitas ini diharapkan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta membangun tradisi diskusi dan pertukaran gagasan yang konstruktif.

AK Gani Reading Society Jadi Ruang Baru Literasi Palembang

Asisten III Pemerintah Kota Palembang, Ahmad Bastari, menyampaikan apresiasi atas lahirnya AK Gani Reading Society. Menurut dia, kehadiran komunitas tersebut dapat memperluas ekosistem literasi di tengah masyarakat, tidak hanya melalui aktivitas membaca tetapi juga melalui dialog dan pertukaran pemikiran.

“Kehadiran komunitas ini merupakan sebuah langkah positif dalam membangun budaya membaca, memperluas ruang diskusi, serta menumbuhkan tradisi berpikir kritis di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Bastari dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa literasi dipandang bukan sekadar kemampuan membaca buku. Lebih jauh, kegiatan membaca diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memahami persoalan, menguji informasi, menyampaikan pendapat, dan menghasilkan gagasan yang dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Nama AK Gani Membawa Pesan Sejarah

Penggunaan nama AK Gani dalam komunitas tersebut juga memiliki dimensi historis. Ahmad Bastari menilai sosok AK Gani mempunyai nilai keteladanan yang relevan untuk diperkenalkan kepada generasi muda.

Menurutnya, semangat perjuangan, kecintaan terhadap bangsa, perhatian terhadap pendidikan, serta pengabdian yang melekat pada sosok AK Gani dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi masa kini.

“Semangat perjuangan, kecintaan terhadap bangsa, pendidikan, dan pengabdian yang melekat pada sosok AK Gani hendaknya dapat menjadi inspirasi bagi generasi hari ini,” katanya.

Dengan demikian, komunitas membaca ini tidak hanya membawa agenda peningkatan minat baca, tetapi juga berpotensi menjadi sarana mempertemukan literasi dengan pengenalan nilai sejarah dan keteladanan tokoh daerah.

Baca juga  Memilih Bungkam, Paslon MURI Hindari Konferensi Pers Debat Publik

Dari Membaca ke Gagasan dan Karya

Ahmad Bastari berharap aktivitas membaca dan berdiskusi yang dilakukan melalui AK Gani Reading Society dapat ikut membentuk generasi Palembang yang mempunyai kemampuan intelektual sekaligus karakter yang kuat.

Ia menekankan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga mempunyai wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta keberanian menyampaikan gagasan secara konstruktif.

“Melalui kegiatan membaca dan berdiskusi, kita ingin membangun generasi Palembang yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta keberanian untuk menyampaikan gagasan yang konstruktif,” ungkapnya.

Ajakan tersebut menjadi penting karena ruang literasi pada akhirnya tidak berhenti pada buku sebagai bahan bacaan. Ketika pengetahuan yang diperoleh dari buku dibawa ke dalam diskusi, muncul kesempatan untuk membandingkan perspektif, menguji argumentasi, dan membentuk pemikiran yang lebih matang.

Generasi Muda Didorong Aktif Memanfaatkan Ruang Literasi

Pemerintah Kota Palembang juga mengajak masyarakat, khususnya anak-anak muda, memanfaatkan berbagai ruang literasi sebagai tempat untuk belajar, bertukar pikiran, sekaligus mengembangkan potensi.

Menurut Ahmad Bastari, kebiasaan membaca dapat menjadi titik awal munculnya gagasan baru. Dari gagasan tersebut, masyarakat kemudian dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai dan manfaat lebih luas.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda Palembang, untuk menjadikan ruang-ruang literasi sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang. Dari sebuah buku bisa lahir sebuah gagasan. Dari sebuah gagasan bisa lahir sebuah karya,” pungkasnya.

Tantangan Literasi Bukan Hanya Minat Baca

Peluncuran AK Gani Reading Society juga dapat dilihat dalam konteks yang lebih luas. Penguatan budaya literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan buku atau menggelar kegiatan membaca secara sesekali. Ekosistemnya membutuhkan ruang yang memungkinkan masyarakat membaca, berdiskusi, mengolah informasi, dan menghasilkan karya secara berkelanjutan.

Baca juga  Kejari OKI Musnahkan Barang Bukti 117 Berkas Perkara

Karena itu, keberadaan komunitas menjadi salah satu elemen penting. Komunitas dapat membuat aktivitas literasi lebih interaktif dan memberikan alasan bagi masyarakat untuk kembali membaca, bukan sekadar datang dalam satu kegiatan seremonial.

Ruang Diskusi Menjadi Bagian Penting Literasi

Dalam jangka pendek, AK Gani Reading Society dapat memperbanyak ruang pertemuan bagi masyarakat yang mempunyai ketertarikan terhadap buku dan gagasan. Bedah buku, misalnya, memungkinkan satu karya dibaca dari berbagai perspektif sehingga aktivitas literasi tidak berhenti pada pemahaman pribadi.

Dalam jangka panjang, keberlanjutan komunitas akan sangat menentukan dampaknya. Jika kegiatan membaca dan diskusi berlangsung konsisten serta melibatkan generasi muda secara aktif, ruang tersebut berpotensi berkembang menjadi ekosistem yang melahirkan penulis, penggerak komunitas, gagasan sosial, maupun karya yang berangkat dari persoalan lokal Palembang.

Literasi Dapat Menjadi Jembatan Sejarah dan Masa Depan

Hal menarik dari AK Gani Reading Society terletak pada pertemuan tiga unsur sekaligus: buku, ruang diskusi, dan keteladanan tokoh sejarah.

Kombinasi tersebut membuat literasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menghubungkan generasi muda dengan nilai perjuangan dan pengabdian. Jika dikelola secara konsisten, ruang seperti ini dapat menjadi jembatan antara sejarah yang diwariskan dan gagasan baru yang lahir dari generasi masa kini.

Ke depan, keberhasilan program semacam ini tidak hanya dapat dilihat dari jumlah kegiatan yang digelar, tetapi juga dari seberapa jauh kebiasaan membaca, berdiskusi, dan menghasilkan karya tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Bagi Palembang, penguatan komunitas literasi menjadi salah satu investasi sosial yang hasilnya tidak selalu terlihat seketika, tetapi dapat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here