Beranda Nasional Aksi Zulhas Pikul Beras untuk Korban Bencana di Sumbar Viral, PAN Tegaskan...

Aksi Zulhas Pikul Beras untuk Korban Bencana di Sumbar Viral, PAN Tegaskan Bukan Pencitraan

97
0
Zulkifli Hasan memanggul karung beras saat meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Sumatera Barat. (Foto: Timred/CN)

Jakarta, cimutnews.co.id — Aksi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, kembali menjadi buah bibir publik. Sebuah video yang memperlihatkan dirinya memanggul karung beras saat membantu penyaluran bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera Barat viral dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Video tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi @zul.hasan dan @officialpan, menampilkan momen ketika Zulhas turun langsung ke wilayah terdampak pada 30 November 2025. Dalam cuplikan itu, ia terlihat memanggul satu karung beras ke bahu dan ikut membantu proses distribusi logistik untuk warga yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Aksi spontan tersebut memancing beragam respons publik. Ada yang mengapresiasi gestur empati Zulhas, namun tidak sedikit pula yang menilai tindakan itu sebagai bagian dari pencitraan politik menjelang tahun politik. Meski demikian, PAN menegaskan tidak ada skenario apa pun dalam aksi tersebut.

PAN: Tidak Ada Setting, Itu Murni Spontanitas Zulhas

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menanggapi ramainya polemik yang berkembang. Menurutnya, reaksi publik adalah konsekuensi logis yang tidak bisa dilepaskan dari posisi Zulhas sebagai pejabat negara, ketua umum partai, sekaligus tokoh publik yang selalu disorot kamera.

“Setiap pejabat publik pasti menerima kritik, baik yang terkait kebijakan maupun aktivitas pribadi. Itu hal wajar dalam ruang demokrasi. Dan Bang Zul selalu menghadapinya dengan kepala dingin,” ujar Viva.

Ia menegaskan bahwa aksi mengangkat karung beras ataupun membantu membersihkan rumah warga pascabencana bukanlah adegan yang didesain khusus untuk kebutuhan publikasi. Viva menyebut tindakan itu murni lahir dari kepribadian Zulhas yang terbiasa terjun langsung ketika melihat masyarakat kesulitan.

Baca juga  KDM Minta Sekolah Tak Lagi Beri PR kepada Siswa Mulai Tahun Ajaran Baru

“Bang Zul memang seperti itu. Kalau melihat warga membutuhkan bantuan, ia langsung turun tangan. Tidak ada skenario, tidak ada arahan kamera. Semua berjalan spontan apa adanya,” jelas Viva.

Jejak Kepedulian Sosial Zulhas Disebut Bukan Hal Baru

Viva Yoga turut menyinggung rekam jejak Zulhas sejak awal berdirinya PAN pada 1998. Menurutnya, kepedulian sosial Zulhas telah menjadi bagian dari aktivitas politik maupun sosialnya jauh sebelum ia menduduki jabatan menteri.

“Sejak dulu, beliau memang suka turun langsung ke masyarakat. Banyak kegiatan sosial dilakukan tanpa publikasi. Jadi bukan sekarang saja,” tambahnya.

Walau demikian, Viva mengaku memahami kritik masyarakat yang merasa tindakan Zulhas kurang tepat untuk ukuran seorang menteri koordinator. Sebagian publik menilai bahwa pejabat selevel menteri seharusnya lebih fokus pada kebijakan strategis dibandingkan aktivitas fisik seperti memanggul karung beras.

“Tentu ada pandangan yang menganggap itu kurang elok. Bagi Bang Zul, semua kritik menjadi bahan evaluasi. Beliau menghargai pendapat publik, sambil terus bekerja sebaik-baiknya untuk masyarakat dan negara,” tutup Viva.

Aksi Pejabat Publik di Tengah Sorotan Media

Pengamat politik menilai, viralnya video ini menunjukkan betapa sensitifnya tindakan pejabat publik di era media sosial. Setiap gerak-gerik pejabat mudah direkam, dipublikasikan, lalu ditafsirkan dari berbagai sudut pandang. Di sisi lain, bantuan langsung di lapangan juga sering menjadi dilema antara kebutuhan kemanusiaan dan persepsi publik soal pencitraan.

Dalam kasus Zulhas, publik menanggapi dalam dua arus besar. Pertama, kelompok yang memandang aksi tersebut sebagai refleksi kepedulian nyata. Kedua, pihak yang menganggap momen tersebut dapat dimaknai sebagai manuver politis karena terjadi di tengah meningkatnya aktivitas politik nasional.

Meski demikian, bagi masyarakat di wilayah bencana, bantuan logistik dan kehadiran pejabat pusat tetap dianggap memberi semangat moral. Warga yang menerima bantuan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang peduli, termasuk pemerintah pusat dan PAN yang terjun langsung menyalurkan bantuan.

Baca juga  Lonjakan Penumpang Warnai Dua Hari Pertama Masa Angkutan Nataru, KAI Daop 1 Jakarta Catat 114 Ribu Pelanggan

Respons Publik Jadi Pengingat Pentingnya Transparansi dan Etika Politik

Peristiwa ini menyiratkan bahwa pejabat publik perlu lebih berhati-hati dalam bertindak di ruang terbuka. Transparansi dan etika politik menjadi hal penting agar tidak menimbulkan tafsir yang keliru. Namun, upaya kemanusiaan selalu menjadi prioritas yang tidak boleh ditinggalkan, terutama saat masyarakat berada dalam situasi genting.

Aksi Zulhas memanggul karung beras mungkin akan terus diperdebatkan, tetapi bagi PAN, gestur itu semata bentuk simpati kepada warga yang sedang tertimpa musibah. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, bantuan tersebut tetap meringankan beban warga di daerah terdampak. (Timred/CN)