Beranda Nasional Presiden Prabowo: Pemerintah Siapkan Anggaran Besar untuk Pemulihan Bencana di Aceh, Sumut,...

Presiden Prabowo: Pemerintah Siapkan Anggaran Besar untuk Pemulihan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

108
0
Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Aceh Tamiang. (Foto:Adis/cimutnews.co.id)

Aceh Tamiang, cimutnews.co.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran yang besar untuk menangani dan memulihkan daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Komitmen itu disampaikan Presiden saat meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1).

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan bantuan secepat mungkin kepada masyarakat yang terdampak. Selain dana pemerintah, ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak lain yang ingin berkontribusi dalam proses pemulihan.

Pemerintah Tak Menolak Bantuan Selama Sesuai Mekanisme

Presiden Prabowo menuturkan bahwa pemerintah tidak akan menolak bentuk bantuan apa pun, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, ia menekankan bahwa penyalurannya harus mengikuti mekanisme resmi agar tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik.

“Saya sudah dilaporkan oleh Pak Gubernur dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya. Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya sebagai manusia masak menolak bantuan. Asal bantuannya jelas ya,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme ini penting untuk menjaga transparansi serta memastikan bantuan tersebut diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Diaspora Dipersilakan Berkontribusi

Prabowo juga menyampaikan imbauan khusus kepada para diaspora Aceh, Minang, dan Batak yang ingin membantu masyarakat di daerah asalnya. Menurutnya, keterlibatan diaspora sangat berarti dan dapat mempercepat pemulihan pascabencana.

“Umpamanya ada diaspora Aceh yang merasa terpanggil membantu di Aceh, ya silakan. Nanti kita salurkan. Ada diaspora Minang membantu apa, itu juga silakan,” katanya.

Presiden menjelaskan bahwa keterlibatan diaspora bisa diakomodasi lewat jalur resmi yang telah disiapkan. Dengan berkoordinasi bersama pemerintah pusat dan daerah, bantuan akan lebih mudah disalurkan dan tidak tumpang tindih.

Baca juga  Pemkot Palembang Perketat Transparansi Pengadaan Daerah, Sosialisasi SiRUP 2026 Resmi Dibuka

Koordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Daerah

Selain diaspora, Prabowo juga mempersilakan komunitas Batak yang berada di Jakarta, kota-kota lain, hingga luar negeri untuk berpartisipasi. Ia meminta agar seluruh bantuan dikomunikasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai lembaga resmi yang menangani kebencanaan.

“Kita kalau bantuan ikhlas dan tulus nanti kita serahkan. Mekanismenya mungkin nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara membuka rekening seperti apa,” jelasnya.

Dengan adanya rekening resmi maupun kanal bantuan dari pemerintah daerah, masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan aman dan terstruktur. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan penyaluran maupun potensi penyalahgunaan.

Bantuan Langsung Tetap Dimungkinkan, Asal Terkoordinasi

Meski pemerintah menekankan pentingnya mekanisme resmi, Presiden Prabowo tetap memperbolehkan pihak-pihak tertentu menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana. Namun ia mengingatkan agar langkah tersebut tetap dilakukan dengan koordinasi bersama pemerintah.

“Mungkin dana bantuan pascabencana mau kirim langsung, silakan. Dari dalam negeri memberi sumbangan juga silakan. Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya,” tegasnya.

Prabowo menekankan bahwa yang utama dalam penyaluran bantuan adalah niat tulus untuk membantu tanpa embel-embel kepentingan apa pun.

Fokus Utama: Meringankan Beban Rakyat

Dalam pernyataannya, Prabowo juga menyinggung pengalaman masa lalu ketika beberapa pihak menagih berbagai keuntungan setelah menyalurkan bantuan. Namun ia meminta agar masyarakat tetap berpikir positif dan mengedepankan semangat gotong-royong.

“Karena kita mengalami, pernah dibantu-bantu akhirnya ujungnya ada juga yang menagih. Tapi kita harus berpikir positif. Yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di manapun itu tujuan kita,” pungkasnya.

Presiden berharap seluruh elemen masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri, dapat bahu-membahu membantu pemulihan daerah terdampak bencana. Pemerintah pusat pun memastikan akan terus mengawal proses penanganan hingga kondisi masyarakat kembali stabil.

Baca juga  PJS Sumsel Gelar Rakerda 2025: Evaluasi Kinerja dan Rumuskan Arah Baru Tahun 2026

Dengan kesiapan anggaran yang besar, koordinasi terstruktur, serta keterlibatan diaspora dan komunitas masyarakat, pemerintah optimistis proses pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (Adis)