
PANGKALAN BALAI, cimutnews.co.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam memperkuat tata kelola sumber daya manusia aparatur kembali mendapat pengakuan nasional. Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH—yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM, MBA, IPU, ASEAN Eng—menerima penghargaan atas keberhasilan Banyuasin memperoleh persetujuan penerapan Manajemen Talenta Instansi Daerah dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH, dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Aston Hotel Grand Lotus, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/1/2026).
Turut mendampingi Sekda Banyuasin dalam penerimaan penghargaan tersebut antara lain Kepala BKPSDM Banyuasin Izro Maita, Kepala BPKAD Dra. Yuni Khairani, Kepala Bapenda Edhi Haryono, serta Kepala Diskominfo-SP Banyuasin Ida Bahagia, SH., MM.
Penguatan Manajemen Talenta ASN Banyuasin
Penerapan manajemen talenta ASN menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam memastikan penataan karier lebih terarah, terukur, dan bebas dari subjektivitas. Dengan diperolehnya persetujuan dari BKN, Banyuasin kini resmi menjadi salah satu kabupaten yang siap mendorong pengembangan talenta ASN melalui mekanisme mobilitas talenta berbasis kompetensi.
Menurut Sekda Erwin Ibrahim, keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Banyuasin membangun SDM aparatur yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap tantangan birokrasi modern.
“Tantangan terbesar dalam manajemen talenta adalah menemukan profil pegawai yang tepat untuk posisi strategis tanpa bias subjektivitas. Ada beberapa Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di Banyuasin yang segera diisi melalui pendekatan objektif berbasis data ini,” jelas Erwin.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Banyuasin kini memaksimalkan pemanfaatan SIMATA-BKN (Sistem Informasi Manajemen Talenta) sebagai instrumen utama pemetaan kompetensi dan kebutuhan organisasi.
“Kami berharap proses ini dipercepat. Dengan dukungan penuh dari BKN, kami yakin pengisian JPT akan diisi oleh individu yang benar-benar kompeten dan sesuai kebutuhan.”
Rakernas XVII APKASI: Membangun Satu Misi, Satu Aksi
Rakernas APKASI tahun ini mengusung tema besar “Satu Misi, Satu Aksi Mewujudkan Negeri”. Tema tersebut menjadi simbol kuat bahwa pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia harus memiliki gerak bersama dalam memperkuat pembangunan nasional.
Sekda Erwin menilai Rakernas APKASI 2026 bukan sekadar forum tahunan, tetapi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara daerah dan pusat.
“Forum ini sangat penting sebagai wadah konsolidasi pemerintah kabupaten dalam menyatukan langkah dan memperjuangkan kepentingan daerah. Apalagi konteks pembangunan saat ini menuntut kecepatan, ketepatan, dan kolaborasi yang kuat,” ujarnya.
Rakernas juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi lintas daerah, saling berbagi praktik baik, serta menyuarakan kebutuhan daerah kepada pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan dan penguatan kualitas pelayanan publik.
Komitmen Banyuasin: The Right Man on The Right Place
Di tengah dinamika birokrasi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, Banyuasin terus berbenah untuk memastikan aparatur memiliki kompetensi sesuai kebutuhan jabatan.
Dengan pendampingan intensif dari BKN, Sekda Erwin optimis Banyuasin dapat mewujudkan birokrasi yang lebih lincah (agile), responsif, dan berorientasi pada kualitas.
“Manajemen talenta bukan hanya soal penempatan jabatan, tetapi bagaimana organisasi benar-benar dikelola oleh orang yang tepat. Ini bagian dari visi Banyuasin untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan modern,” katanya.
Pendekatan the right man on the right place dianggap sebagai solusi strategis bagi pemerintah daerah dalam menghadapi era digital, transformasi pelayanan, dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
Dengan pengelolaan SDM berbasis kompetensi, Pemkab Banyuasin berharap setiap keputusan strategis dapat diambil secara objektif dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Penghargaan Ini Menjadi Dorongan Baru
Penghargaan dari BKN bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga energi baru bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki tata kelola manajemen ASN. Banyuasin menilai pengakuan ini sekaligus sebagai evaluasi dan pengingat bahwa proses pembinaan karier ASN harus terus dilakukan dengan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi.
“Kami berterima kasih kepada BKN dan semua pihak yang terus mendampingi kami. Penghargaan ini adalah motivasi untuk bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat,” tutup Sekda Erwin.
Dengan pencapaian ini, Banyuasin menunjukkan kesiapannya menuju birokrasi modern yang berorientasi pada kinerja, inovasi, dan pelayanan publik berkualitas. (Noto)

















