Beranda Palembang Charitas Hospital Palembang Rayakan 100 Tahun Pengabdian, Herman Deru Dorong Perkuat Sumsel...

Charitas Hospital Palembang Rayakan 100 Tahun Pengabdian, Herman Deru Dorong Perkuat Sumsel Health Tourism

5
0
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyerahkan penghargaan kepada Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas pada peringatan 100 tahun kehadiran Charitas di Indonesia yang digelar di Charitas Hospital Palembang, Kamis (9/7/2026). (Foto: Poerba/cimutews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Charitas Hospital Palembang menjadi saksi peringatan 100 tahun kehadiran Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas di Indonesia, Kamis (9/7/2026). Momentum satu abad pengabdian tersebut dihadiri langsung Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi panjang Charitas dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, usia satu abad bukan sekadar angka, melainkan representasi konsistensi sebuah institusi yang mampu bertahan, berkembang, dan tetap dipercaya masyarakat di tengah perubahan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.

Satu Abad Pelayanan yang Menjadi Bagian dari Sejarah Sumatera Selatan

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan rasa bangga sekaligus syukur dapat hadir pada peringatan bersejarah tersebut. Menurutnya, keberlangsungan pelayanan Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas selama 100 tahun menunjukkan kemampuan institusi itu dalam beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi utamanya.

Ia menilai Charitas bukan lagi sekadar rumah sakit, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan sektor kesehatan di Sumatera Selatan.

“Charitas sudah menjadi milik masyarakat Sumsel. Kami mengapresiasi seluruh suster, tenaga kesehatan, dan manajemen yang terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga tetap dipercaya masyarakat,” kata Herman Deru.

Dukungan untuk Program Sumsel Health Tourism

Rumah Sakit Didorong Tingkatkan Daya Saing Layanan

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak Charitas Hospital mengambil peran strategis dalam mendukung program Sumsel Health Tourism, yaitu pengembangan layanan kesehatan yang mampu menarik pasien dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Menurut Herman Deru, peningkatan kualitas fasilitas medis perlu diimbangi dengan pelayanan yang humanis sebagai identitas utama Charitas selama ini.

Ia berharap karakter pelayanan yang penuh kepedulian tetap dipertahankan meskipun rumah sakit terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi kesehatan.

Baca juga  Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, Kapolda Sumsel Kerahkan 1.000 Personel Amankan Mudik Lebaran 1447 H

“Tetaplah menjaga jati diri Charitas. Nilai-nilai pelayanan yang tulus ini sudah menjadi label yang melekat dan harus terus dipertahankan,” pesannya.

Pemprov Sumsel Berikan Penghargaan atas Kontribusi Charitas

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyerahkan penghargaan kepada Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas yang diterima oleh Suster M. Patricia.

Penghargaan juga diberikan kepada Direktur Charitas Hospital, dr. Antonius Yusdianto, atas kontribusi rumah sakit sebagai mitra pemerintah dalam berbagai bidang, meliputi:

  • Pelayanan kesehatan masyarakat.
  • Pendidikan.
  • Kesejahteraan sosial.
  • Kegiatan kemanusiaan.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kemitraan antara pemerintah dan institusi pelayanan kesehatan swasta maupun keagamaan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Sejumlah Tokoh Hadiri Peringatan Bersejarah

Perayaan satu abad tersebut turut dihadiri berbagai tokoh lintas sektor, di antaranya:

  • Uskup Keuskupan Agung Palembang Mgr. Yohanes Harun Yuwono.
  • Kepala BRIDA Sumatera Selatan Regina Aryanti.
  • Perwakilan tenaga kesehatan.
  • Para suster Kongregasi Charitas.
  • Unsur pemerintah dan tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Charitas tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial dan kesehatan di Sumatera Selatan.

Pelayanan Berbasis Nilai Kemanusiaan Menjadi Tantangan Masa Depan

Transformasi Layanan Tetap Harus Menjaga Identitas

Di tengah perkembangan teknologi medis, digitalisasi rumah sakit, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, rumah sakit dituntut terus berinovasi.

Namun demikian, transformasi tersebut dinilai tidak boleh menghilangkan aspek empati dan pelayanan yang selama ini menjadi pembeda institusi kesehatan berbasis misi kemanusiaan.

Dalam konteks ini, pesan Gubernur Herman Deru menjadi relevan karena pembangunan layanan kesehatan modern tidak hanya diukur dari kecanggihan alat medis, tetapi juga kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dengan pasien.

Baca juga  Eva Susanti Kembali Nahkodai MPKT Karang Taruna Sumsel, Tegaskan Komitmen Dukung Pemuda

Momentum 100 Tahun Menjadi Modal Penguatan Ekosistem Kesehatan Sumsel

Perayaan satu abad Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas hadir pada saat pemerintah daerah tengah mendorong penguatan sektor kesehatan sebagai salah satu penopang pembangunan daerah. Program Sumsel Health Tourism membutuhkan rumah sakit yang tidak hanya memiliki fasilitas memadai, tetapi juga reputasi pelayanan yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Kepercayaan publik merupakan aset yang tidak dapat dibangun secara instan. Dalam industri kesehatan, reputasi pelayanan menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih rumah sakit. Karena itu, institusi yang mampu menjaga kualitas layanan secara konsisten memiliki posisi strategis dalam mendukung daya saing daerah.

Tidak banyak institusi pelayanan kesehatan di Indonesia yang mampu mempertahankan eksistensi selama satu abad dengan tetap relevan terhadap perkembangan zaman. Momentum ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan sebuah lembaga bukan hanya ditentukan oleh infrastruktur, melainkan oleh kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang konsisten.

Pemerintah pusat terus mendorong transformasi sistem kesehatan nasional melalui peningkatan kualitas layanan rumah sakit, penguatan sumber daya manusia kesehatan, serta kolaborasi dengan institusi swasta dan organisasi keagamaan. Dalam konteks tersebut, keberadaan rumah sakit yang memiliki rekam jejak panjang seperti Charitas menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional. (Poerba)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here