
Palembang, cimutnews.co.id – Sebuah momen membanggakan dirasakan oleh Kapten Cpm Reza Pahlevi, S.H., yang saat ini menjabat sebagai Dansubdenpom Pesiapan Sekayu. Ia menerima tanda kehormatan Satya Lencana Kesetiaan XXIV dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya selama 24 tahun dalam menjaga kehormatan, kedisiplinan, dan loyalitas terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Penganugerahan tanda kehormatan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., mewakili Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil, dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-80 TNI yang digelar di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Minggu (5/10/2025).
Apresiasi untuk Loyalitas dan Dedikasi Prajurit
Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, penghargaan Satya Lencana Kesetiaan XXIV diberikan kepada prajurit-prajurit TNI yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian tanpa cela selama dua dekade lebih.
Kapten Cpm Reza Pahlevi menjadi salah satu perwira yang dinilai layak menerima penghargaan tersebut karena telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta loyal kepada negara dan institusi TNI.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk kehormatan pribadi, tapi juga tanggung jawab untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Kapten Reza dengan nada rendah hati usai menerima penghargaan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan TNI atas kepercayaan dan penghargaan yang diberikan, seraya berjanji akan terus menjaga integritas dan semangat pengabdian dalam setiap langkah tugasnya.
HUT ke-80 TNI: TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang dibacakan oleh Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, ditegaskan bahwa tema “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju” menjadi cerminan tekad TNI untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan militer yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.
“Tema ini menggambarkan semangat TNI yang selalu hadir di tengah rakyat, siap menghadapi setiap tantangan zaman, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan NKRI,” ujar Brigjen Iwan dalam sambutan resminya.
Ia juga menambahkan bahwa TNI harus terus memperkuat sinergi dengan rakyat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. TNI, kata dia, bukan hanya institusi pertahanan, melainkan juga bagian dari kekuatan sosial bangsa yang berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.
Benteng Kuto Besak Jadi Saksi Semangat TNI di Usia ke-80
Upacara peringatan HUT ke-80 TNI di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang berlangsung meriah dan penuh makna. Ratusan prajurit dari berbagai satuan hadir dengan seragam kebanggaan masing-masing.
Deretan pasukan upacara berdiri tegak di bawah sinar matahari pagi, sementara di tribun tamu undangan tampak para pejabat daerah, veteran, tokoh masyarakat, dan pelajar yang turut memberikan penghormatan.
Suasana semakin khidmat ketika penghormatan bendera Merah Putih dikumandangkan, diikuti pembacaan amanat Panglima TNI dan penyerahan tanda kehormatan kepada para prajurit berprestasi.
Masyarakat yang menyaksikan dari sekitar kawasan BKB juga tampak antusias, banyak di antaranya mengabadikan momen tersebut melalui ponsel dan kamera.
Kapten Reza terlihat menyalami rekan-rekan sejawatnya dengan penuh keakraban. Beberapa prajurit tampak memberikan ucapan selamat atas penghargaan yang diterimanya.
“Beliau memang sosok perwira yang disiplin, tegas, tapi juga rendah hati,” kata salah satu anggota Denpom II/4 Palembang yang turut hadir dalam upacara.
Tanda Kehormatan Satya Lencana: Simbol Pengabdian Tanpa Batas
Tanda kehormatan Satya Lencana Kesetiaan merupakan penghargaan yang diberikan oleh Presiden RI kepada prajurit TNI yang telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi selama bertahun-tahun, tanpa cacat dalam tugas dan tanggung jawabnya.
Satya Lencana Kesetiaan XXIV menandai masa pengabdian selama 24 tahun, dengan kriteria ketat meliputi integritas moral, disiplin tinggi, dan rekam jejak tanpa pelanggaran.
Dalam konteks kehidupan militer, tanda kehormatan ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata dari pengakuan negara terhadap semangat juang dan profesionalitas prajurit.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mengabdi tanpa pamrih,” tegas Brigjen Iwan Ma’ruf.
Makna Loyalitas dalam Era Modernisasi TNI
Seiring perkembangan zaman dan teknologi, TNI dihadapkan pada tantangan baru di era digital dan modernisasi militer. Namun, nilai dasar seperti loyalitas, disiplin, dan pengabdian tetap menjadi pondasi utama yang tidak tergantikan.
Kapten Reza Pahlevi menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai tersebut dapat dijaga konsisten di tengah perubahan zaman.
Dalam setiap penugasan, ia dikenal sigap dan berintegritas tinggi, baik di lingkungan Subdenpom Sekayu maupun dalam kerja sama lintas instansi. Loyalitas seperti inilah yang menjadi roh TNI, sebagaimana pesan Panglima TNI: “Menjadi prajurit sejati berarti mengabdi tanpa batas, untuk rakyat dan negara.”
Refleksi HUT TNI ke-80: Semangat Tak Pernah Padam
Perayaan HUT ke-80 TNI tahun ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh prajurit, termasuk mereka yang bertugas di daerah. Semangat juang dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus menyala di setiap lini penugasan.
Dengan menerima Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Kapten Reza Pahlevi membuktikan bahwa dedikasi panjang dan kerja tanpa pamrih akan selalu mendapat tempat dalam sejarah panjang perjalanan TNI.
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan titik awal untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan rakyat Indonesia.
“TNI akan selalu setia bersama rakyat, karena dari rakyatlah kekuatan itu berasal,” tutupnya dengan penuh semangat. (poerba)

















