Beranda Ekonomi Danyon TP 853/Bawar Reje Bur Kunjungi Bangbara BEDAS, Kagumi Inovasi Budidaya Jamur...

Danyon TP 853/Bawar Reje Bur Kunjungi Bangbara BEDAS, Kagumi Inovasi Budidaya Jamur di Bandung

76
0
Letkol Inf Ilham Panji Akbar, Danyon TP 853/Bawar Reje Bur, ikut memanen jamur tiram bersama tim Bangbara BEDAS di Cicalengka, Kabupaten Bandung. (timred/CN)

BANDUNG, cimutnews.co.id – Suasana penuh kehangatan dan semangat kolaboratif menyelimuti Kantor Bangbara BEDAS di Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (2 November 2025).
Kunjungan istimewa datang dari Komandan Batalyon (Danyon) TP 853/Bawar Reje Bur, Letkol Inf Ilham Panji Akbar, yang meninjau langsung kegiatan panen jamur tiram hasil budidaya komunitas Bangbara BEDAS — lembaga sosial yang dikenal aktif mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Panen Penuh Antusias

Dalam kegiatan panen tersebut, Letkol Inf Ilham Panji Akbar tampak antusias dan ikut turun langsung memetik jamur tiram dari media tanam.
Ia mengaku sangat terkesan dengan kualitas hasil panen, kebersihan lokasi, dan sistem manajemen yang diterapkan Bangbara BEDAS. Menurutnya, inisiatif seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk dikembangkan di wilayah lain, termasuk di satuan yang dipimpinnya di Aceh.

“Saya benar-benar kagum dengan apa yang dilakukan Bangbara BEDAS. Budidaya jamur ini bukan hanya menghasilkan produk pangan berkualitas, tapi juga membuka lapangan kerja dan menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat,” ujar Letkol Inf Ilham Panji Akbar kepada media.

Ia menilai program budidaya jamur memiliki potensi besar untuk diterapkan di lingkungan Batalyon TP 853/Bawar Reje Bur di Aceh, terutama karena prosesnya mudah dikelola, hasilnya menjanjikan, dan berkontribusi pada ketahanan pangan lokal.

Inovasi Pertanian Modern untuk Ketahanan Pangan

Letkol Ilham menambahkan, meski karakteristik tanah di wilayah Aceh berbeda dengan Jawa Barat, namun dengan penerapan teknologi dan metode budidaya modern seperti yang dilakukan Bangbara BEDAS, pengembangan jamur tiram bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami akan mencoba meniru pola dan sistem yang diterapkan di Bangbara BEDAS. Harapan saya, selain menjadi program ketahanan pangan internal, budidaya jamur ini juga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar Batalyon,” jelasnya.

Baca juga  SMEXPO Jakarta 2025 Catat Transaksi Lebih dari Rp1,2 Miliar, UMKM Lokal Unjuk Kekuatan di Blok M Hub

Program seperti ini, lanjut Ilham, juga mendukung agenda nasional dalam menciptakan ketahanan pangan berbasis komunitas. Ia menilai kolaborasi antara TNI dan masyarakat sipil sangat penting untuk membangun kemandirian ekonomi di daerah.

Dukungan dari Bangbara BEDAS

Sementara itu, Inisiator Bangbara BEDAS, Bos Heri, menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan dan dukungan dari Letkol Inf Ilham Panji Akbar.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat ketahanan pangan nasional kini semakin mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk unsur militer.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan kunjungan Danyon TP 853/Bawar Reje Bur. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan program berbasis ekonomi rakyat yang berkelanjutan,” ujar Bos Heri.

Bangbara BEDAS selama ini memang dikenal sebagai komunitas inovatif dalam pengembangan ekonomi desa. Selain budidaya jamur tiram, mereka juga aktif mengembangkan berbagai sektor ketahanan pangan seperti produksi pupuk organik, sistem hidroponik, dan budidaya ikan lele bioflok. Semua kegiatan tersebut dijalankan dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kemandirian desa.

Sinergi TNI dan Masyarakat untuk Desa Mandiri

Kegiatan kunjungan ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi ringan di Cafe Cisadane, yang berada tepat di depan Kantor Sekretariat Bangbara BEDAS.
Suasana hangat tersebut menjadi wadah pertukaran ide antara pihak TNI dan komunitas lokal dalam memperkuat program ketahanan pangan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi Bangbara BEDAS, tetapi juga menandai awal sinergi positif antara lembaga sosial dan institusi militer dalam mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh secara ekonomi dan mandiri pangan.

“Kami ingin terus belajar dari inovasi seperti ini. Semoga kerja sama dan kolaborasi ini dapat terus berkembang untuk kemajuan bersama,” pungkas Letkol Inf Ilham Panji Akbar.

Baca juga  Kerupuk Kemplang Hj. Nuriah: Cita Rasa Otentik dari Ikan Segar Khas Sumsel

Dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal yang diusung Bangbara BEDAS, Kabupaten Bandung kembali menunjukkan bahwa pembangunan berbasis komunitas dan kemitraan lintas sektor adalah kunci menuju ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (Timred/CN)